5 Strategi Menyusun Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang Terukur
09 Feb 2026
09 Feb 2026

Kapan terakhir kali pimpinan yakin kurikulum OBE berjalan lanjar di setiap unit program studi?
SEVIMA.COM- Semua dokumen kurikulum sudah lengkap. CPL sudah ditetapkan. CPMK sudah dipetakan. Borang akreditasi terlihat rapi. Namun ketika muncul satu pertanyaan sederhana di rapat pimpinan “Prodi mana yang OBE-nya paling lemah hari ini?” jawabannya mungkin bersifat naratif seperti “baik” dan lain-lainnya, namun apakah dapat diukur?
Sebenarnya data di program studi pasti ada, namun sulitnya di tracking karena tersebar. Dan sering kali, pimpinan baru menyadari adanya masalah ketika waktunya sudah terlalu dekat dengan visitasi.
Di titik inilah refleksi penting muncul: apakah OBE benar-benar kita jalankan sebagai sistem mutu, atau hanya disiapkan sebagai dokumen?
Coba bayangkan semua dokumen kurikulum sudah lengkap. CPL sudah ditetapkan. CPMK sudah dipetakan. Borang akreditasi terlihat rapi. Namun ketika muncul satu pertanyaan sederhana di rapat pimpinan “Prodi mana yang OBE‑nya paling lemah hari ini?” jawabannya tidak pernah langsung tersedia.
Bukan karena datanya tidak ada, tetapi karena tersebar. Dan sering kali, pimpinan baru menyadari adanya masalah ketika waktunya sudah terlalu dekat dengan visitasi Asesmen Lapangan (AL).
Istilah “menjalankan OBE” tidak punya makna yang sama di setiap level organisasi.
Bagi dosen, OBE selesai ketika RPS sudah mencantumkan CPL dan CPMK. Bagi kaprodi, OBE berjalan jika kurikulum sudah disahkan. Bagi tim penjaminan mutu, OBE terlaksana jika laporan evaluasi diri sudah terkumpul.
Namun bagi pimpinan perguruan tinggi rektor, wakil rektor, atau direktur OBE seharusnya berarti lebih dari kelengkapan dokumen.
OBE baru benar-benar berjalan ketika:
Tanpa definisi operasional seperti ini, OBE mudah menjadi ritual administratif bukan instrumen kendali mutu.
Tantangan terbesar pimpinan sebenarnya bukan pada komitmen, melainkan visibility. Data OBE memang ada:
Namun semua itu berdiri sendiri. Tidak terhubung dalam satu tampilan yang mudah dipahami oleh pimpinan. Akibatnya:
OBE akhirnya terasa “hidup” hanya menjelang akreditasi, bukan sebagai sistem yang berjalan setiap semester.
Agar OBE menjadi alat kendali mutu, pimpinan membutuhkan satu dashboard monitoring OBE bukan laporan panjang, melainkan ringkasan strategis yang langsung bisa ditindaklanjuti.
Dashboard ini mengonsolidasikan seluruh data OBE dari program studi ke dalam satu layar. Beberapa indikator penting yang dapat dipantau antara lain:
Dengan dashboard ini, pimpinan tidak perlu lagi mengumpulkan laporan manual dari berbagai unit.
Dalam implementasinya, pimpinan cukup login ke sistem untuk melihat peta kondisi OBE seluruh prodi dalam bentuk heatmap sederhana.
Dari tampilan awal ini, pimpinan bisa langsung melakukan drill‑down ke satu program studi. Di tingkat prodi, dashboard menampilkan:
Fitur filter memungkinkan pimpinan langsung memfokuskan perhatian pada prodi dengan status merah, tanpa harus membuka satu per satu laporan. Seluruh data juga dapat diekspor menjadi bahan rapat atau evaluasi kinerja.
Semua informasi diperbarui secara real‑time mengikuti input dosen dan perkembangan pembelajaran.
Dengan monitoring OBE berbasis dashboard, gap tidak lagi muncul mendadak. Pimpinan bisa mengenali risiko 6 bulan lebih awal, bahkan sebelum menjadi masalah besar.
Ini memberi ruang untuk bertindak: melakukan pembinaan, memperbaiki RPS, atau menyesuaikan strategi pembelajaran tanpa tekanan waktu visitasi.
OBE pun kembali ke tujuan awalnya menjamin mutu lulusan secara berkelanjutan, bukan sekadar memenuhi dokumen akreditasi.
Jika Anda ingin melihat langsung bagaimana dashboard monitoring OBE membantu pimpinan mendapatkan visibility real‑time dan early warning, langkah selanjutnya sederhana: jadwalkan demo dashboard OBE bersama SEVIMA.
Karena di level pimpinan, yang dibutuhkan bukan tambahan dokumen, melainkan kejelasan, kendali, dan keputusan berbasis data.
Diposting Oleh:

Liza SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami