Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Perguruan Tinggi | Strategi & Tata Kelola
07 Nov 2020
SEVIMA.COM – Fakta dilapangan menunjukkan bahwa Perguruan Tinggi bukanlah organisasi kecil namun sebuah organisasi yang besar dan kompleks. Dalam pelaksanaan kegiatan Tri Darma Perguruan Tinggi terdapat begitu banyak aktivisme dan data yang perlu dikelola dengan baik oleh perguruan tinggi.
Hampir mustahil untuk perguruan tinggi saat ini tidak menggunakan Teknologi Informasi untuk mengelola data kampus. Terlepas dari seberapa besar atau masih kecil -nya sebuah Perguruan Tinggi (besar atau kecilnya kampus biasanya dilihat dari jumlah mahasiswa aktif dan akreditasi). Seluruh Perguruan Tinggi menangani masalah pengelolaan data yang kurang lebih sama kompleknya yaitu pengelolaan data mahasiwa, data nilai, data kurikulum, pembayaran biaya pendidikan, data dosen, laporan-laporan rutin internal, laporan ke DIKTI dan Kopertis serta berbagai hal lainnya yang melibatan banyak orang dalam penanganannya. Hal yang nyaris mustahil dapat dilakukan secara cepat, akurat dan terintegrasi jika dilakukan secara klasik/manual.
Permasalahan klasik yang dihadapi oleh Perguruan Tinggi yang merasa masih terlalu kecil untuk menggunakan teknologi informasi adalah belum ada alokasi dana (yang dianggap terlalu mahal) untuk pengadaan infrastruktur dan aplikasi sistem informasi akademik dan merasa “ masih baik-baik saja ” dengan pengelolaan secara manual (dengan tujuan efisiensi biaya). Apakah betul seperti itu?
Pada kenyataannya hal tersebut (pengelolaan secara manual) justru memerlukan biaya yang jauh lebih besar dan menghasilkan layanan yang sangat buruk berupa seringnya terjadi kesalahan data, layanan akademik kepada siswa yang lambat dan rentan kesalahan, pengerjaan hal yang sama berulang kali dan biasanya banyak menghabiskan kertas.
Baca juga: siAkad cloud Membuat Segalanya Lebih Mudah
Penghitungan sederhananya seperti ini, pengelolaan secara manual artinya membutuhkan jumlah SDM yang lebih banyak, dengan konsekuensi biaya tetap perbulan berupa gaji pegawai untuk pengelolaan data menjadi lebih besar yang jika diakumulasi dalam waktu 3 atau 4 tahun bisa jauh lebih besar daripada biaya pengadaan dan perawatan teknologi pengelolaan data terkomputerisasi.
Pengelolaan secara manual juga sangat rentan terjadinya human error, kesalahan manusia yang seringkali membuat suatu pekerjaan terpaksa dilakukan berulang kali (akibat kesalahan-kesalahan kecil maupun fatal) sehingga banyak dokumen yang terpaksa harus dicetak (print) ulang, hal ini berarti biaya tambahan untuk kebutuhan kertas, tinta dan printer dll, akan meningkat.
Sudah terbayang belum rekan-rekan? Kita lanjutkan…
Pengelolaan data secara terintegrasi dengan cara manual adalah satu hal yang mustahil. Salah satu contoh sederhana, ketika operator di tingkat program studi memasukkan data (entri data) nilai ataupun data pembayaran SPP mahasiswa, apakah di tingkat yang lebih tinggi (Fakultas, Universitas dan Yayasan) data tersebut harus dientri ulang? Apakah ketika pimpinan memerlukan laporan atau rekapitulasi untuk membuat kebijakan strategi data yang telah dientri pertama kali di tingkat program studi tersebut bisa digunakan tanpa proses entri ulang data oleh operator lain?
Jika harus diketikkan ulang untuk berbagai keperluan lainnnya, artinya telah terjadi pekerjaan berulang untuk hal yang sama yang membutuhkan waktu lebih lama dan juga biaya lebih besar. Bagaimana dengan pemeriksaan kebenaran data (verifikasi) nilai mahasiswa, data keuangan dan lain-lain?
Bisa dibayangkan betapa lamanya memeriksa data nilai siswa satu persatu tiap semester, serta memeriksa berbagai data penting lainnya. Berapa nilai waktu yang terbuang percuma akibat inefisiensi kerja tersebut?.
Bagaimana, anda butuh solusi?
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi