Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Learning Management System (LMS) | Perguruan Tinggi
29 Jan 2021
SEVIMA.COM- Politeknik Negeri Ketapang (Politap) merupakan satu-satunya perguruan tinggi yang berada di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Saat ini, perguruan tinggi ini sangat fokus terhadap proses pengembangan sumber daya manusia di Indonesia.
Perlu diketahui bahwa Politap memiliki empat praktik utama yang dijalankan, antara lain Desa Unggul, Desa Akses, Desa Sinergi, dan Desa Wisata. Visi keempat ini diterapkan oleh Politap guna untuk membangun sumber daya unggul di Indonesia.
Direktur Politap, Endang Kusmana, SE,MM, Ak., mengungkapkan bahwa visi ini dilakukan karena adanya protes yang sering dilayangkan warga terhadap perusahaan sawit.
“Saat itu, warga kerap kali melakukan protes dengan perusahaan sawit di Ketapang. Mereka lebih banyak merekrut tenaga kerja dari luar Ketapang. Padahal di Ketapang sendiri terdapat 76 perusahaan sawit dan 48 perusahaan tambang, namun jumlah pengangguran di sini merajalela,” ungkapnya.
Kondisi ini diperparah saat banyak tenaga kerja yang sering keluar, mereka banyak yang tidak beta. Sementara jika harus merekrut tenaga dari desa sangat tidak berkualitas .
“Sebenarnya keadaan ini membuat pihak industri juga bingung. Mereka ingin merekrut tenaga kerja dari desa, namun tidak mumpuni . Sementara itu tenaga kerja dari luar juga sering tidak beta, makanya banyak yang keluar,” imbuhnya.
Baca juga: Kepercayaan Klien Adalah Faktor Utama (Kisah Sukses UNSADA)
Mengatasi permasalahan yang dialami oleh Industri dan warga sekitar, akhirnya Politap mencoba menerapkan empat praktik, antara lain membentuk Desa Unggul, Desa Akses, Desa Sinergi, dan Desa Wisata.
“Terdapat empat program yang akan diaplikasikan, yaitu Desa Unggul, Desa Akses, Desa Sinergi, dan Desa Wisata.Program-program tersebut akan diterapkan di wilayah Kabupaten Ketapang untuk meningkatkan SDM di wilayah ini,” terang Endang.
Setiap program, memiliki tujuan masing-masing. Seperti halnya pada program Desa Unggul. Program ini merupakan program yang diinisiasi oleh Politap untuk mendidik anak-anak desa agar memiliki keterampilan vokasi dan kerja di industri. Sehingga mereka bisa dibekali skill agar berkualitas di lingkungan kerja nanti.
Setelah program ini, Politap juga membentuk Desa Sinergi yang sangat digunakan untuk menjembatani anak-anak dari desa yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi. Dengan demikian, anak-anak dari desa ini dapat mengenyam pendidikan dengan baik.
Program ketiga adalah Desa Akses, program ini merupakan program kuliah yang diselenggarakan di balai desa atau kantor kecamatan. Menariknya lagi, seluruh calon siswa akan melakukan tes penerimaan berbasis CBT dan memanfaatkan platform EdLink. Yang mana saat menggunakan platform EdLink ini seluruh data yang digunakan sudah terintegrasi dengan SEVIMA Cloud.
Yang terakhir, Politap juga menerapkan program Desa Wisata. Setelah adanya akses internet di wilayah ini, banyak anak muda yang sudah mulai melek dengan teknologi. Ini membuat mereka lebih gencar mempromosikan wisata di wilayah ini. Tak hanya itu, adanya program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari mahasiswa juga berdampak pada berkembangnya teknologi di wilayah ini.
Baca juga: Kerjasama UPN Veteran Jakarta dengan SEVIMA Dalam Pengadaan SIM Penjaminan Mutu [Success Story]
Berada di wilayah yang cukup Disebut masih belum berkembang, membuat Politap harus menghadapi berbagai tantangan. Tantangan pada program Desa Sinergi misalnya, keadaan wilayah Ketapang yang sangat parah membuat akomodasi sulit menggapai wilayah ini. Perjalanan untuk sampai di wilayah ini memerlukan waktu yang relatif lama sekitar 12 jam dari Kota Pontianak.
Tidak hanya itu saja. Banyak orang di sini yang masih berpikir jika kuliah tidak akan menghasilkan uang. Sementara anak lulus dari SMK sudah dituntut untuk bekerja dan bertahan hidup. Hal ini membuat Politap harus memikirkan strategi yang tepat untuk mensosialisasikannya.
Permasalahan yang tak henti-hentinya terjadi di situ saja, dari program Desa Akses juga sangat rumit untuk diterapkan. Namun, banyak anak yang tidak memiliki gawai mengharuskan pihak Politap harus menyiapkannya. Belum lagi keberadaan sinyal di wilayah ini juga belum stabil.
Namun, seluruh tantangan tersebut diusahakan untuk diatasi agar program-program tersebut dapat berjalan dengan baik. Sehingga akan tercipta sumber daya manusia yang mumpuni.
Setelah Politap berjuang menerapkan program ini di wilayah Ketapang, akhirnya membuahkan hasil yang manis. Lulusan sekolah menengah di wilayah Ketapang akhirnya bisa mengenyam pendidikan dengan baik. Mereka menggunakan Balai Desa untuk melakukan proses perkuliahan. Fasilitas internet pun akhirnya bisa dirasakan oleh pelajar di wilayah ini.
Tak hanya itu saja, pada program Desa Unggul juga mencetak pelajar yang siap melanjutkan ke perguruan tinggi. Jadi, jika ada 5 anak per desa yang bisa melanjutkan kuliah seperti ini, maka industri dan kebutuhan tenaga kerja di wilayah ini juga akan terpenuhi. Sehingga, keuangan di setiap desa bisa stabil dan industri sendiri juga dimudahkan.
Kabar baik juga datang dari program Desa Wisata. Program ini membuat kampus lebih fokus untuk tidak membeli banyak alat, namun bisa melakukan fokus terhadap investasi SDM dan teknologi. Sehingga, dengan jumlah mahasiswa yang banyak ini dapat membuat desa semakin makmur dan kebutuhan industri dapat terpenuhi dengan baik.
Upaya dan usaha yang dilakukan Politap ini memang patut diacungi jempol. Keinginan yang tulus untuk mengubah SDM menjadi lebih baik sangat membantu mengubah nasib bangsa ini menjadi lebih baik. Terlebih lagi, Politap juga memperkenalkan teknologi melalui EdLink kepada masyarakat sekitar. Dan tentu saja, pastikan Anda menggunakan platform yang tepat, seperti EdLink untuk mengatasi permasalahan.
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi