Kompetisi Menulis

Revolusi Salah Satu Kampus Swasta di Bengkulu di Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Hari Aspriyono
Universitas Dehasen Bengkulu

Artikel ini Masuk dalam 15 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

Tahun 2020 hampir selesai, 10 bulan telah berlalu dengan penuh warna warni kehidupan di negeri ini. Pandemi Covid-19 telah menjadi aktor yang memaksa perubahan di berbagai bidang seperti bidang kesehatan, ekonomi dan juga pendidikan. Dunia pendidikan telah mengalami perubahan besar dengan adanya Pandemi Covid-19. Sekolah dan kampus yang dulu ramai, terlihat sepi di masa pandemi.

Kondisi Kampus Sepi Saat Pandemi

Kampus Universitas Dehasen Bengkulu Saat Pandemi

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Undang-Undang No. 20 Tahun 2003).

Dalam pendidikan terdapat proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang selama ini mayoritas diselenggarakan dengan sistem tatap muka antara pengajar dengan siswa, baik di sekolah maupun di perguruan tinggi. Namun sekarang semuanya berubah, dengan adanya Pandemi Covid-19 proses pembelajaran tatap muka harus dikurangi karena pertimbangan faktor kesehatan dan pencegahan penularan virus corona (covid-19). Karena pentingnya kesehatan dan pendidikan, maka keduanya harus tetap berjalan dan tidak boleh salah satu ditinggalkan. Generasi masa depan Indonesia harus sehat dan kuat. Generasi Indonesia harus cerdas dan berwawasan luas untuk menghadapi kehidupan di masa depan.

Universitas Dehasen atau lebih dikenal dengan sebutan UNIVED adalah salah satu perguruan tinggi swasta di Provinsi Bengkulu. Sebagian besar mahasiswanya adalah warga Provinsi Bengkulu yang berasal di berbagai daerah mulai kota sampai pelosok desa. Diawal masa pandemi covid-19 dan pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ), berbagai masalah ditemukan, khususnya dalam proses pembelajaran di kampus ini. Semua itu karena perubahan proses pembelajaran yang begitu cepat, sehingga kesulitan dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh sangat dirasakan. Hal ini karena banyak faktor, mulai dari kebijakan perguruan tinggi, infrastruktur teknologi, Sumber Daya Manusia, dan juga kurikulum yang memang belum dipersiapkan untuk pembelajaran jarak jauh.

Tentu masalah-masalah tersebut tidak bisa hanya dikeluhkan melainkan perlu adanya revosuli dari pihak universitas untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan Revolutionize Education. Revolusi yang dilakukan oleh Universitas Dehasen adalah dengan mengambil langkah cepat untuk berkoordinasi di level pimpinan universitas untuk membuat kebijakan dan konsep terkait dengan proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), peningkatan kualitas infrastruktur teknologi, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) baik Dosen maupun Tenaga Kependidikan untuk memberikan layanan pendidikan dan administrasi yang memadai di masa pandemi covid-19.

Dengan kebijakan dan konsep yang disiapkan oleh pihak universitas, maka semua pelaksana pendidikan di dalam universitas akan memiliki panduan yang jelas dalam pelaksanannya. Strategi yang dilakukan dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ) adalah dengan memanfaatkan portal e-learning kampus yang dapat diakses melalui url : https://elearning.unived.ac.id dan Google Classroom untuk pelaksanaan pembelajaran secara asinkron. Pemanfaatan Zoom dan Google Meet untuk pelaksanaan pembelajaran secara sinkron maupun untuk keperluan seminar proposal dan sidang skripsi mahasiswa.

Elearning Universitas Dehasen Bengkulu

Elearning Universitas Dehasen Bengkulu

Selain itu Dosen juga diwajibkan untuk berkomunikasi dengan mahasiswa dalam hal penggunaan teknologi untuk pembelajaran daring, mengingat mahasiswa yang tinggal di berbagai daerah, terkadang tidak terjangkau jaringan internet. Untuk itu Dosen harus kreatif dalam hal pemanfaatan teknologi, seperti penggunaan grup di media sosial atau aplikasi chating seperti Whatsapp atau Telegram. Penyajian video pembelajaran melalui kanal Youtube juga menjadi alternatif solusi, karena kapanpun mahasiswa mendapatkan koneksi internet mereka bisa belajar dari materi yang tersedia.

Channel Youtube Salah Satu Dosen UNIVED

Channel Youtube Salah Satu Dosen UNIVED

Pelayanan administrasi juga tidak kalah penting, perguruan tinggi harus menerapkan layanan daring untuk urusan administrasi mahasiswa. Untuk itu saat ini di Universitas Dehasen telah mengimplementasikan berbagai aplikasi untuk keperluan administrasi mahasiswa dari mulai penerimaan mahasiswa baru, rencana studi dan pembayaran telah menggunakan aplikasi yang dapat diakses kapanpun oleh mahasiswa.

Universitas Dehasen juga sangat berterima kasih kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atas program Bantuan Kuota Perkuliahan. Berdasarkan surat edaran Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud Nomor 821.E.E1/SP/2020 tentang Program Pemberian Kuota Internet bagi Mahasiswa dan Dosen. Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan memberikan program gratis ini kepada peserta didik, mahasiswa, tenaga pendidik dan dosen. Dengan adanya program ini telah meringankan beban kuota internet bagi dosen dan mahasiswa dalam pembelajaran daring.

Begitulah cerita strategi kampus kami merevolusi pendidikan (Revolutionize Education). Salam dari kami di Bengkulu.

Revolusi seperti apa yang dilakukan kampus Anda di masa pandemi ini?

Bagikan artikel ini

Komentar