Kontak Kami

Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan

Strategi Cerdas Menuju Pengajuan Penomoran Ijazah Nasional (PIN)

13 Nov 2020

SEVIMA.COM – Pelanggaran pemalsuan ijazah di Indonesia benar-benar membuat miris semua pihak. Kejadian pemalsuan ijazah tersebut sering merugikan berbagai kalangan di seluruh wilayah Indonesia. Adanya peristiwa ini, LLDikti melakukan perombakan dan inovasi baru untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan meluncurkan pengeluaran nomor ijazah. Aturan mengenai ijazah tersebut disebut Penomoran Ijazah Nasional (PIN). 

Penomoran Ijazah Nasional (PIN) ini memang masih terbilang baru, sehingga perlu adanya sosialisasi lebih lanjut kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Dalam membantu pihak perguruan tinggi untuk sukses pendaftaran PIN, SEVIMA mengadakan Webinar bertajuk strategi cerdas dalam pendaftaran Penomoran Ijazah Nasional (PIN) untuk mencapai 100% Eligible. 

Pada kesempatan kali ini, SEVIMA mengundang para pembicara terbaik dan berpengalaman antara lain Muhammad Veridy Samodra (Perwakilan LLDIKTI VIII), Ramli, S.AP (Kabag PDDikti Universitas Muhammadiyah Mataram), dan Mahendri Winata (CTO SEVIMA). 

Webinar kali ini membahas tentang: ketentuan PIN di perguruan tinggi, kegunaan pemberlakuan PIN, langkah cerdas untuk mencapai pendaftaran PIN 100% Layak, serta strategi pendaftaran PIN dengan tepat. Seluruh informasi mengenai Penomoran Ijazah Nasional (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL) diselesaikan melalui webinar SEVIMA kali ini. 

Hukum Mengenai PIN 

Pemalsuan ijazah dikategorikan sebagai pemalsuan dokumen dan surat penting. Oleh karena itu, hukum tetap berlaku dalam kasus ini. Sesuai dengan Undang-undang Nomor 12 tahun 2012, bahwa hukum pidana akan berlaku bagi perseorangan, organisasi, atau penyelenggara Pendidikan Tinggi; apabila terbukti ketentuan tersebut. Sanksi yang diberikan berupa hukuman penjara maksimal 10 tahun atau denda senilai 1 juta rupiah. Hal ini tentu juga berlaku dalam hal pemalsuan ijazah yang terjadi di Indonesia.  

Pemberlakuan PIN di lingkup perguruan tinggi ini sangat diperlukan untuk menekan angka pemalsuan ijazah agar tidak merugikan banyak pihak. Menurut Perwakilan LLDIKTI VIII, Muhammad Veridy Samodra, PIN dan Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL) sangat perlu dan penting untuk diberlakukan di seluruh perguruan tinggi. Dengan harapan agar seluruh proses pendanaan di perguruan tinggi dapat diselenggarakan sebaik mungkin. 

Seluruh sistem penomoran pada PIN ini nantinya akan langsung dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga penomoran ijazah pada perguruan tinggi hanya dikeluarkan melalui satu pintu saja. Dengan harapan, seluruh penomoran ijazah bisa terdeteksi dengan baik. 

Perlu diketahui, ketika seluruh proses pendaftaran PIN pada perguruan tinggi selesai, maka proses tersebut disebut sebagai Nomor Ijazah Nasional (NINA). NINA yang sudah berhasil diterbitkan akan dilakukan proses verifikasi melalui Sistem Verifikasi Ijazah secara Elektronik (SIVIL). 

PIN memang terbilang masih sangat baru dalam lingkup perguruan tinggi. Untuk itu, setiap kampus wajib mengetahui langkah-langkah yang tepat untuk menerapkannya. Dalam surat edaran yang telah dikeluarkan oleh PDDikti, perguruan tinggi wajib menerapkan PIN mulai Desember 2020. Untuk itu, wajib bagi perguruan tinggi untuk menyiapkannya dengan sangat baik agar mencapai 100% memenuhi syarat. 

Prinsip Pengajuan PIN

Agar menekan angka kesalahan dalam pengajuan PIN, ternyata ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Menurut Ramli, S.AP , terdapat dua prinsip yang bisa diterapkan untuk melakukan publikasi ijazah. Pertama adalah prinsip kehati-hatian . Prinsip ini bertujuan untuk menjaga keaslian ijazah, sertifikasi profesi, dan sertifikat kompetensi agar ijazah yang sudah dikeluarkan tidak mudah dipalsukan. 

Prinsip yang kedua adalah akurasi . Ini berfungsi untuk mengatur ketepatan data dan informasi yang disampaikan di dalam ijazah. Selain itu, pengecekan juga dilakukan pada data sertifikasi kompetensi, sertifikasi profesi yang sesuai dengan data NIK pada Kartu Tanda Penduduk. 

Seluruh data pelajar yang akan didaftarkan dan diinput dalam PIN wajib untuk dilakukan pengecekan ulang. Pengecekan tersebut utamanya dilakukan terutama pada kolom NIM, NIK, nama mahasiswa, jenis pendaftaran, dan tempat tanggal lahir. 

Selain data pribadi, data jumlah SKS siswa juga perlu dilakukan pengecekan ulang. Jumlah SKS dirasa penting karena berkaitan dengan jumlah SKS yang telah ditempuh siswa selama masa kuliah. 

Agar data yang dihasilkan meminimalkan kesalahan, maka perlu dilakukan pengecekan ulang pada rekaman AKM. Pada rekapan AKM ini, data yang paling krusial bisa dilakukan pengecekan pada IPK, total SKS, status pelajar, dan tentunya status masa studi pelajar. 

Perlu diketahui, bahwa pengkoreksian data wajib dilakukan sedini mungkin untuk menghindari terjadinya kesalahan input. 

Ramli menambahkan, apabila terjadi kesalahan dalam penginputan data, langsung saja lakukan pengecekan ulang data tersebut. Perbaikan dan pengkoreksian data dapat dilakukan melalui feeder yang sudah tersedia. Untuk mengetahui pedoman lengkap mengenai kesalahan penginputan data bisa dilihat disini . 

Pastikan seluruh data siswa yang Anda masukkan adalah data siswa yang benar-benar akan diwisuda. Data mahasiswa tersebut wajib menggunakan referensi pengajuan reservasi dan pembiayaan PIN, seperti SK Yudisium atau SK Wisuda yang mengacu pada PIN yang memenuhi syarat. Dengan harapan, data yang sudah diinput dapat terverifikasi dengan baik. 

Langkah Mengajukan PIN

Pengecekan ulang wajib dilakukan sebelum Anda melakukan pengajuan PIN. Lakukan koreksi dan pembenaran data bila terjadi kesalahan input. Jika data yang Anda masukkan sudah selsai, lakukan proses pengajuannya melalui halaman ini .  Kabar baik, bila Anda masih ragu dalam penginputan data tersebut, dikti juga menyediakan fitur simulasi proses pengajuan PIN pada laman berikut ini . 

Setelah Pendaftaran PIN diterima, Anda bisa langsung melakukan proses verifikasi ijazah melalui laman ini .  Bagaimana jika data yang Anda masukkan terdapat kesalahan input? Jangan khawatir dulu. Menurut Ramli, operator melakukan pembatalan atau membuat reservasi ulang data-data tersebut. 

SEVIMA sebagai perusahaan konsultan dan pengembang teknologi informasi tata kelola manajemen kampus serta andil dalam upaya mengatasi permasalahan yang muncul dari berbagai perguruan tinggi. Salah satunya yaitu ketidaksesuaian data yang dapat menghambat aktivitas pendaftaran PIN. 

Mengatasi hal itu, SEVIMA meluncurkan versi terbaru aplikasi Profeeder yang berfungsi mempermudah operator untuk meminalkan kesalahan input data, terutama pada saat mendaftar PIN. 

Oleh karena itu, melalui versi terbaru aplikasi Profeeder, seluruh perguruan tinggi diharapkan bisa mencapai 100% Eligible dalam pendaftaran Penomoran Ijazah Nasional (PIN). Bagi perguruan tinggi Anda yang ingin mencoba solusi terbaik dari kami, dapatkan informasi detailnya  disini.  

Video lengkap mengenai Webinar ini bisa Anda lihat pada laman berikut ini.

Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA

Tags:

ijazah LLDIKTI pin

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

    Video Terbaru

    Pulang dan Membangun Kampus: Perjalanan Memimpin Pendidikan Maritim dari Cirebon