Flash News

Tips Raih Akreditasi Unggul ala Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah UPMI Bali

SEVIMA.COM – Meraih akreditasi unggul menjadi impian setiap perguruan tinggi, karena bisa menjadi data tarik bagi calon mahasiswa. Perolehan ini sekaligus menegaskan bahwa perguruan tinggi yang memiliki akreditasi unggul telah memenuhi kriteria mutu yang ditetapkan.

Ketua Program studi Pendidikan Bahasa Indonesia dan Daerah Universitas PGRI Mahadewa Indonesia (UPMI) I Kadek Adhi Dwipayana, S.Pd,. M.Pd memiliki tips agar bisa meraih akreditasi unggul.

“Bukan bermaksud menggurui, karena kami baru pada tahap proses belajar juga, dengan apa yang kami lakukan bisa meraih akreditasi unggul,” kata Adhi kepada SEVIMA, Jumat (4/11/2022).

Lalu apa saja tips dari Adhi yang baru saja mengantarkan Prodi Bahasa Indonesia dan Daerah UMPI Bali meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK) dengan skor 371. Yuk simak!

1. Kolaboratif antar berbagai pihak

Perlu dukungan dari berbagai pihak. Adhi mengatakan harus adanya sinergi antara lembaga, fakultas, dan prodi dalam menjalani proses akreditasi. Tak hanya saat penyusunan tetapi hingga tahap evaluasi harus saling kolaborasi.

“Kalau melihat mekanisme akreditasi di LAMDIK itu ada ranah kebijakan, lembaga, dan fakultas. Itu yang harus kami penuhi syaratnya, baru ke ranah operasional. Antara operasional dan kebijakan harus padu,” ucapnya.

Menurutnya, prodi tidak bisa berjalan pada tataran pelaksanaan tanpa adanya ranah kebijakan yang kuat. Pada tahapan evaluasi oleh Gugus Penjamin Mutu (GPN). karena dalam akreditasi kriteria 9 yang terpenting adalah kontrol dari gugus penjamin mutu.

2. Proses mengerjakan data kuantitatif berdasarkan metriks

Adhi menambahkan pihaknya memiliki target bahwa bisa mempertahankan akreditasi A, yang saat ini penyebutannya berubah menjadi unggul. Sehingga setiap item berusaha untuk dipenuhi. Misalnya dalam kriteria 4, sebanyak 75 dosen harus memiliki prestasi, semua dikejar agar dosen ikut berpertisipasi. Jadi semua dilakukan berdasarkan metriks pedoman dari LAMDIK.

3. Menyiapkan sarana dan prasarana

Ciri utama dalam penilian akreditasi LAMDIK kriteria 9 adalah micro teaching. Hal ini yang membedakan dari sebelumnya saat masih BAN-PT.

“Intinya instrumen LAMDIK tidak jauh berbeda dari BAN-PT yaitu kriteria 9. Hanya saja yang berbeda di LAMDIK memiliki ciri khusus micro teaching atau pembelajaran mikro, kalau di BAN-PT tidak ada. Berdasarkan standar yang sudah ada, maka sarana dan prasarana harus lengkap karena jadi penilaian utama,” ujarnya.

4. Memanfaatkan teknologi

Tips lainnya guna menunjang peraihan akreditasi unggul yakni dengan memanfaatkan teknologi. Adhi mengakui pencapaian ini tak lepas dari peran SEVIMA sebagai mitra UPMI dalam penyelenggaraan pendidikan. UPMI telah menggunakan SEVIMA siAkadCloud sejak 2020 hingga saat ini.

“SEVIMA mitra kami sangat membantu dalam proses akreditasi kemarin. Kalau tidak ada SEVIMA sebagai mitra kami saya pikir predikat unggul belum tentu kami peroleh,” tandasnya.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud


Komentar