Lomba Artikel

Transformasi Digital Universitas Bina Darma Era MBKM

Penulis: Leon A. Abdillah
Kampus: Universitas Bina Darma (BINADARMA)

Pendahuluan 

Teknologi Informasi (TI) telah mengalami perkembangan yang sangat pesat akhir-akhir ini. TI memunculkan sejumlah aplikasi yang bisa membantu berbagai aktivitas manusia sehingga dapat dikerjakan dengan lebih cepat, hemat, dan bervariasi (Leon A Abdillah, 2021). Sejumlah tren TI (Valacich & Schneider, 2018) bermunculan, seperti Big Data, Cloud Computing, Internet of Things (IoTs), Social Media, dan Smartphone. Dengan sejumlah kelebihannya TI mampu membantu transformasi mode dari sistem analog ke digital. Bidang pendidikan merupakan salah satu bidang yang sangat banyak terbantu dengan adanya TI.

Berbagai mode pembelajaran muncul seiring dengan adanya aplikasi TI penunjangnya. Sebut saja e-learning yang digunakan dalam melaksanakan proses pembelajaran secara digital melalui sejumlah platforms Learning Management Systems (LMS) (L.A. Abdillah, 2020b). Dan pada masa pandemic global COVID-19 (L.A. Abdillah, 2020d) muncul Zoom Cloud Meetings sebagai primadona baru di dunia pendidikan. Zoom mampu menjembatani berbagai aktivitas (L.A. Abdillah, 2022) yang masih menerapkan protokol kesehatan seperti social distancing.  

Pada periode kedua kepemimpinan Joko Widodo (Jokowi) menteri Pendidikan dan Kebudayaan dipercayakan kepada Nadiem Anwar Makarim. Nadiem merupakan CEO startup, Gojek, terkemuka asal Indonesia yang berhasil tembus sebagai startup pertama yang tembus level unicorn dan decacorn (L. A. Abdillah, 2021). Mas menteri, begitu Mendikbud dipanggil, mengeluarkan kebijakan merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) (L.A. Abdillah, 2020c). Kebijakan ini merupakan terobosan baru yang diharapkan dapat meningkatkan akselerasi pendidikan di Indonesia semakin maju lagi. 

Transformasi Digital

Teknologi Informasi (TI) telah mengalami perkembangan yang sangat pesat akhir-akhir ini. TI memunculkan sejumlah aplikasi yang bisa membantu berbagai aktivitas manusia sehingga dapat dikerjakan dengan lebih cepat, efisien, efektif, dan terstandarisasi dengan baik. Pada bidang pendidikan transformasi proses pembelajaran diwarnai dengan maraknya penggunaan sejumlah aplikasi digital.

Mode pembelajaran yang tadinya konvensional bergeser menjadi online menggunakan Learning Management Systems (LMS), Moodle. Moodle merupakan aplikasi pengelolaan pembelajaran yang menjadi virtual venue baik bagi tenaga pendidik maupun peserta didik dalam berinteraksi. Cloud Zoom Meetings marak digunakan sebagai media rapat atau pertemuan sekarang sinkron.

Transformasi digital (Sava, 2022) mengacu pada adopsi teknologi digital untuk mengubah proses bisnis dan layanan dari non digital ke digital. Transformasi digital sebagai proses (Vial, 2019) di mana teknologi digital menciptakan gangguan yang memicu respons strategis dari organisasi yang berusaha mengubah jalur penciptaan nilai mereka sambil mengelola perubahan struktural dan hambatan organisasi yang memengaruhi hasil positif dan negatif dari proses ini.

Digitalisasi (Hartono, Phuong, & Perwita, 2021) dengan meluasnya penggunaan internet dalam segala aspek tidak dapat disangkal telah membawa kemajuan positif yang membantu membentuk tidak hanya kehidupan sehari-hari masyarakat, tetapi juga negara-bangsa dan lingkungan internasional. Strategi transformasi digital mengambil perspektif yang berbeda dan mengejar tujuan yang berbeda (Matt, Hess, & Benlian, 2015). Artikel ini akan fokus pada transformasi digital di perguruan tinggi.

Universitas Bina Darma

Universitas Bina Darma (UBD) merupakan kampus pertama yang menyelenggarakan program sarjana bidang ilmu komputer di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Dalam perkembangannya, UBD mampu terus berkembang menjadi perguruan tinggi swasta (PTS) terbesar dan terunggul di lingkungan LLDikti Wilayah II (Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung). UBD memiliki tekad untuk terus memajukan pendidikan tinggi dengan mengadopsi berbagai mode pembelajaran terkini. Dengan moto BERMUTU yaitu Bertekad Maju untuk Tetap Unggul, UBD mematok visi yaitu “Menjadi Universitas Berstandar Internasional Berbasis Teknologi Informasi  Pada Tahun 2025”. 

Standar International dilakukan dengan menerapkan sejumlah standar yang berlaku secara international. Sejumlah program studi unggulan dipersiapkan untuk mendapatkan akreditasi international. Adapun skema akreditasi internasional yang sedang dilakukan antara lain: 1) Untuk program studi teknik dan computing diikutkan pada program akreditasi dari Indonesian Accreditation Board for Engineering Education (IABEE), 2) International Business Administration Accreditation (FIBAA), dan 3) Agency for Quality Assurance (AQAS). Selanjutnya UBD kembali akan mengadopsi standar prosedur internasional International Organization for Standardization (ISO). ISO 21001:2018 atau Sistem Manajemen Organisasi Pendidikan (SMOP) adalah suatu Standar sistem manajemen terkait interaksi spesifik pada  organisasi pendidikan antara lembaga pendidikan, peserta didik, pelanggan dan pihak terkait lainnya.

Sebagian besar aktivitas akademik di UBD telah menggunakan sejumlah aplikasi berbasis TI. Baik mahasiswa maupun dosen dapat melihat aktivitas utama akademik melalui layanan SISFO. Untuk pembelajaran online telah menggunakan E-Learning berbasiskan Moodle. Briefing mingguan dilakukan secara online melalui aplikasi Cloud Zoom Meetings. Materi pembelajaran juga dibuat dengan menggunakan berbagai perangkat lunak, seperti: 1) Open Broadcaster Software (OBS), 2) Filmora, 3) Glass board, dan 4) Pelibatan Metaverse dalam pembelajaran. Layanan kemahasiswaan juga diperluas dengan melibatkan media sosial terkini. 

Konsep MBKM

Era kedua kepemimpinan presiden Joko Widodo (Jokowi) 2019-2024 ditandai dengan sejumlah kejutan positif di jajaran kabinetnya. Salah satu tokoh muda diangkat diangkat menduduki posisi menteri pendidikan dan kebudayaan (Mendikbud), yaitu Nadiem Makarim. Mas menteri, begitu Nadim disapa, merupakan sosok simbolis anak muda yang berhasil dibidang teknologi informasi. Melalui Go-Jek, nama Indonesia masuk sebagai salah satu icon digital dunia.  Gojek merupakan aplikasi “raide hailing” (L.A. Abdillah, 2020a) pertama yang mampu menembus status unicorn (pembiayaan senilai 1 miliar US$) di Indonesia.

Dengan keberhasilan tersebut diharapkan Nadiem mampu mengakselerasi pertumbuhan dan perkembangan dunia digital di Indonesia. Nadiem meluncurkan kebijakan yang dikenal dengan istilah MBKM (Merdeka Belajar – Kampus Merdeka). Pada Konsep MBKM, baik mahasiswa maupun kampus diberikan sejumlah kelonggaran dalam melakukan berbagai inovasi serta kolaborasi dengan stakeholders terkait. 

Kampus Merdeka (Mendikbud RI, 2020a) memiliki 8 (delapan) Indikator Kinerja Utama (IKU), yang diatur berdasarkan Kepmendikbud Nomor 754/P/2020 Tahun 2020 (Mendikbud RI, 2020b). Kedelapan IKU tersebut adalah sebagai berikut: 1) Kesiapan kerja lulusan, 2) Mahasiswa di luar kampus, 3) Dosen di luar kampus, 4) Kualifikasi dosen, 5) Penerapan riset dosen, 6) Kemitraan studi, 7) Pembelajaran kelas, dan 8) Akreditasi Internasional.

Dampak positif dari kebijakan MBKM adalah bertambahnya pengalaman mahasiswa diluar kampus terutama yang terkait dengan bidang digital. Dosen memiliki jam terbanga yang lebih luas lagi dengan aktif di berbagai platforms digital. Sejumlah platforms digital dilibatkan dalam mendukung program MBKM tersebut (salah satunya SEVIMA).

Penutup

Universitas Bina Darma ikut serta dalam mensukseskan program pemerintah terkait dengan MBKM. UBD menjalin berbagai kerjasama dengan sejumlah pihak guna terlaksananya program-program MBKM. Transformasi digital yang telah lama diterapkan di UBD semakin marak dengan berbagai dukungan dari segenap civitas akademikanya. UBD terus mendorong baik mahasiswa maupun dosen agar menghasilkan inovasi-inovasi berbasis TI, berstandar internasional, mendukung program MBKM dan berkelanjutan.

Pada era MBKB, UBD telah bertransformasi positif sebagai kampus yang melek digital. Para dosen secara aktif meningkatkan hard skill dan soft skill pengajaran. Para mahasiswa UBD banyak yang melakukan aktivitas akademik dengan sejumlah penyelia handal dibidangnya. 

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar