Dunia Kampus | Featured

6 Alasan Lulus 2020 adalah ‘Angkatan Emas Indonesia’ Menurut Najwa Shihab

02 Juni 2020

SEVIMA.COM – Tidak bisa dipungkiri, menghadapi perubahan yang cukup besar dan mendadak karena Covid-19 dinilai sangat sulit untuk dijalani. Namun perlu diingat, perubahan-perubahan tersebut tidak boleh menyurutkan niat kita untuk maju menjadi insan yang lebih kreatif dan inovatif.

Sebagai kaum millennial yang berpikiran maju, situasi seperti ini hendaknya tidak membuat kamu semakin mundur. Bukan saatnya kamu merasa terbelenggu oleh situasi, bukan waktunya lagi kamu merasa paling merana karena pandemi ini. Peristiwa ini harusnya kamu jadikan acuan untuk menjadi lebih baik.

Dilansir dari channel Youtube Najwa Shihab, Ia mengutarakan  bahwa sebenarnya angkatan dan lulusan 2020 adalah generasi emas. Kenapa bisa dibilang sebagai generasi emas? Yuk simak 6 ulasan berikut.

1. Perubahan pendidikan di tahun 2020

Situasi yang tidak memungkinkan, mengharuskan semua kegiatan harus dilakukan secara online. segala hal yang menyangkut sistem belajar mengajar harus dilakukan dengan sistem online.

Tidak hanya itu, penghapusan ujian nasional dan pembatalan wisuda membuat semua yang lulus di tahun ini merasakan perbedaan yang teramat sangat. Jangan khawatir dulu ya, harusnya kamu bersyukur ada di situasi seperti ini. Kamu adalah orang yang beruntung, karena kamu adalah orang-orang terpilih yang adaptif terhadap keadaan.

Baca juga: Penting! Ini 7 Tips Mengajar Dari Mendikbud Di Masa Pandemi Covid-19

2. Tahan banting dengan keadaan

Belajar banyak dari situasi dan kondisi masa kini, membuat kamu yang lulus pada tahun 2020 adalah orang-orang yang sangat tahan banting. Keadaan yang tidak menentu dan situasi yang sangat fluktuatif membuat kamu menjadi generasi lebih sabar untuk menata ulang semua yang sudah kamu rencanakan.

Tidak hanya itu, sarana prasarana yang belum memadai terkadang juga membuat beberapa kegiatanmu sedikit terhambat. Jadi, bisa dibilang bahwa angkatan 2020 akan menjadi seseorang yang sudah terlatih lebih tegar dan kuat dalam menghadapi keadaan.

3. Angkatan yang percaya terhadap science

Keadaan terkepung oleh pandemi Covid-19, membuat angkatan 2020 kebelakang dinilai menjadi angkatan yang akan melek terhadap science.

Situasi seperti ini juga membuat kamu sadar dan lebih rasional dalam berpikir, utamanya dalam pengolahan data dan segala hal tentang science. Semua yang akan dilakukan pasti dilakukan dengan penuh hati-hati. Tidak hanya berdasarkan teori saja, namun berdasarkan fakta dan data yang sudah ada.

Baca juga: Anti Boros Kuota! Ini Rekomendasi Perkuliahan Online yang Hemat

4. Angkatan yang semakin sadar krisis iklim

Wabah Covid-19 yang dinilai memberikan dampak yang carut marut terhadap semua sektor. Belum lagi adanya krisis iklim yang mungkin akan terjadi pasca menghilangnya wabah Covid-19. Semua tatanan yang sudah ada, terpaksa harus dirubah karena kondisi yang tidak menentu.

Jika dilihat dari keadaan sekarang, pasti akan ada banyak yang perlu diperbaiki. Jadi, bisa dikatakan bahwa situasi ini akan membuat pola pikir generasi ini pun perlahan berubah. Sehingga pola pikir mereka pun bisa dipastikan akan berorientasi pada masa depan.

5. Ujian sebenarnya setelah lulus

Mungkin sebagian orang berpikir, jika ujian pada situasi seperti ini benar-benar sulit untuk dijalani. Beberapa dari mereka merasa sedih karena tidak bisa melaksanakan ujian, wisuda, dan kegiatan kelulusan lainnya. Sebenarnya, ujian yang sesungguhnya adalah ketika kamu sudah lulus, terutama bagi kamu yang lulus dari perguruan tinggi.

Banyaknya perusahaan dan beberapa instansi yang menutup proses open recruitment, hal ini sesungguhnya akan membuat kamu sedikit teruji dalam mencari pekerjaan. Dari sini kamu harusnya banyak belajar, untuk bisa melawan keadaan. Secara tidak langsung, kamu akan terlatih menjadi generasi yang lebih kreatif dan inovatif. Tidaklah ada yang tahu, mungkin dengan situasi seperti ini kamu bisa mendirikan peluang kerja baru untuk lainnya.

6. Tabah terhadap rindu

Saling menjaga dari jauh sejak merebaknya wabah Covid-19, membuat kita belajar lebih banyak belajar dengan makna rindu. Yang biasanya kamu bisa bersua setiap saat dengan orang-orang disekitarmu, saat ini kamu hanya bisa melakukannya dengan via video call atau hanya melalui sepenggal pesan.

Situasi ini membuat kita harus menetap dan melakukan semua kegiatan  di rumah saja. Jadi tidak bisa dipungkiri, kalau kita harus berjauh-jauhan dari keluarga, sahabat, dan orang-orang terkasih. Situasi inilah yang membuat kita menjadi generasi yang tabah dengan rindu.

Keadaan yang belum membaik dan cukup genting, tidak bisa menjadikan kamu menjadi seseorang yang hanya diam dan pasrah dalam keadaan. Harusnya kamu bisa menjadi seseorang yang solutif dan inovatif terhadap kondisi sekarang ini.

Banggalah terhadap dirimu sendiri, bahwa keadaan ini membuat kamu banyak belajar. Kelak di masa yang akan datang kamu akan mendapatkan masa depan yang gemilang. Tetap semangat dan jangan berkecil hati ya!

Bagikan artikel ini

Komentar