Dunia Kampus | Featured | Lawan Covid-19

7 Strategi Kampus Optimalkan Penerimaan Dana Mahasiswa Melalui Bantuan Dana Pendidikan saat Covid-19

04 Mei 2020

SEVIMA.COM – Beberapa bulan ini, kita telah menyaksikan betapa virus corona ini memberikan dampak buruk dan benar-benar merubah semua sistem yang telah direncanakan oleh semua pihak, tak terkecuali dari dunia pendidikan.  

Pandemi COVID-19 ini mengharuskan perguruan tinggi menyusun strategi yang berbeda untuk menghadapinya, berbagai solusi keuangan selama pandemi virus corona dilakukan untuk mengantisipasi hal buruk lainnya yang bisa saja terjadi ke depan.

Bantuan dana pendidikan yang biasanya disalurkan untuk kegiatan belajar mengajar serta sarana prasarana di lingkungan kampus, kini harus membanting setir ke rencana lain agar seluruh kegiatan operasional kampus tidak terganggu. Berikut 7 strategi kampus untuk mengoptimalkan penerimaan dana mahasiswa dari bantuan dana pendidikan.

1. Pengelolaan terhadap bantuan untuk mahasiswa bidik misi

Seperti yang kita ketahui, program bidik misi memang sudah direncanakan dengan baik dan detail oleh pemerintah kita. Program ini ditujukan kepada para mahasiswa yang kurang mampu dengan memberikan dana pendidikan dan uang saku setiap bulannya.

Dengan adanya Pandemi COVID-19 ini, banyak kampus yang sudah merencanakan untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa bidik misi saat mengikuti kelas online. Bantuan tersebut berupa bantuan pulsa saat menjalankan kelas online ini. Pemberian subsidi pulsa kepada mahasiswa bidik misi ini diterapkan di Universitas Hasanuddin Makassar.

2. Pengelolaan sarana prasarana untuk kelas online

Karena melakukan physical distancing, seluruh perguruan tinggi di Indonesia melakukan program kelas online. Dengan adanya kelas online ini, perguruan tinggi harus memperbaiki sarana prasarananya terutama di dalam jaringan dan aplikasi yang digunakan untuk proses belajar mengajar.

Maka dari itu, sebagian bantuan dana pendidikan disalurkan untuk memperbaiki sarana prasarana ini. Harapannya, meskipun menjalankan kegiatan kelas online, namun materi yang disampaikan kepada mahasiswa tetap optimal.  

3. Bantuan pengelolaan kuota jaringan internet untuk mahasiswa dan dosen

Kelas online membuat seluruh mahasiswa dan dosen harus menyisihkan keuangan ekstra untuk pembelian kuota internet. Karena menggunakan video konferensi dalam penyampaian perkuliahan, jadi kuota yang dibutuhkan juga tidaklah sedikit.

Kejadian ini membuat beberapa perguruan tinggi ikut serta memberikan subsidi pulsa atau paket data kepada mahasiswa dan dosennya. Seperti yang diterapkan di Universitas Gadjah Mada, kampus ini memberikan bantuan sebesar Rp50 ribu- Rp150 ribu kepada para mahasiswa dan dosen di seluruh fakultas.

4. Pengoptimalan terhadap kebersihan dan kesehatan kampus

Adanya pandemi yang sedang terjadi di Indonesia, mengharuskan perguruan tinggi untuk mengalihkan beberapa bantuan dana pendidikan untuk peningkatan kebersihan dan kesehatan kampus. Kampus menyediakan beberapa spot untuk cuci tangan, pembagian hand sanitizer, makanan bersih, dan tentunya perawatan ekstra kebersihan lingkungan kampus.

5. Bantuan evakuasi untuk mahasiswa yang berasal dari luar negeri

Karena ini pandemi, kita pun tidak tahu kapan pandemi ini akan segera berakhir. Maka dari itu, salah satu kebijakan kampus adalah memulangkan beberapa mahasiswanya yang berasal dari luar negeri. Hal ini bertujuan agar mahasiswa yang berada di perantauan agar bisa memutuskan rantai Covid-19 ini.

Seperti yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya Malang, sebanyak 48 mahasiswa dari Malaysia dipulangkan ke negeri asalnya. Selain itu, tujuan UB memulangkan mahasiswa dari Malaysia merupakan suatu bentuk persetujuan terhadap salah satu permohonan dari kedutaan Malaysia untuk memulangkan mahasiswa yang berasal dari negara tersebut.

6. Penyaluran dana bagi mahasiswa yang berdampak dari Covid-19

Pandemi Covid-19 ini memang benar-benar membawa dampak yang sangat besar terhadap semua sektor di Indonesia.  Banyak perusahaan dan usaha yang terpaksa harus gulung tikar karena pandemi ini. Nah, dengan demikian penyaluran dana pendidikan bisa diperuntukkan kepada mahasiswa yang perekonomiannya sangat berdampak dari pandemi ini.

7. Penyaluran dana kesehatan untuk mahasiswa, dosen dan tenaga ahli

Selain memberikan bantuan pulsa dan kuota kepada mahasiswa dan dosen, penyaluran dana juga bisa dialihkan untuk kepentingan kesehatan para mahasiswa, dosen dan tenaga ahli yang tidak bisa pulang ke kampung halamannya. Hal ini bertujuan agar seluruh bagian dari kampus bisa terpantau dan mendapatkan perhatian dari kampus saat menjalankan WFH dan kuliah online.

Dari tujuh strategi pengelolaan dana tersebut dapat diwujudkan apabila perguruan tinggi memiliki dana yang dapat dikelola dalam penanganan COVID-19.

COVID-19 bukan hanya menghantam sektor ekonomi, namun juga sektor pendidikan. Saat ini, banyak ditemui institusi pendidikan yang terhambat operasional dikarenakan pandemi COVID-19, hal itu tentunya berdampak terhadap pendapatan institusi tersebut.

Pintek, sebagai perusahaan financial technology yang memiliki fokus terhadap pendidikan, bersedia memberikan pendanaan kepada seluruh lembaga pendidikan dalam penanganan COVID-19 untuk melanjutkan operasional serta peningkatan kualitas belajar mengajar melalui fasilitas yang memadai. Sejak Oktober 2018, Pintek sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan) dan berkomitmen menjadi penggerak dalam transformasi pendidikan melalui inovasi keuangan.

Jika ingin berdiskusi dan mendapatkan informasi lebih lanjut bisa menghubungi Pintek di 021 – 30060799 atau whatsapp di bit.ly/081211833340

Bagikan artikel ini

Komentar