Strategi Generate RPS OBE dalam AI Hanya Hitungan Menit
23 Feb 2026

SEVIMA.COM- Setiap program studi di perguruan tinggi pasti memiliki punya dokumen Capaian Pembelajaran Lampau (CPL). Ini seperti janji kepada calon mahasiswa, akan menjadi apa mereka ketika memilih program tersebut.
Dokumen didistribusikan, rapat kurikulum sudah dilaksanakan, dan di atas kertas, kurikulum OBE sudah “berjalan.” Tapi coba lakukan satu hal sederhana tanyakan kepada sepuluh dosen di prodi mana pun, bagaimana CPMK di mata kuliahnya tersambung ke CPL prodi. Berapa yang bisa menjawab dengan jelas?
Permendiktisaintek No. 39/2025 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang menggantikan Permendikbudristek No. 53/2023 menegaskan OBE bukan sekadar kepatuhan administratif. Ini soal kualitas lulusan yang terukur.
Pertanyaannya bukan lagi apakah kampus Anda sudah “mengadopsi” OBE. Pertanyaannya adalah apakah OBE itu benar-benar berjalan dari kurikulum sampai ke kelas?
Ini pola yang kami temukan dari data ratusan perguruan tinggi.
Pak Andi adalah Wakil Rektor Akademik di sebuah PTS menengah. Dua tahun lalu, kampusnya mendeklarasikan adopsi OBE. Dokumen CPL disusun. Template RPS baru didistribusikan ke seluruh prodi. Di rapat pimpinan, slide-nya meyakinkan: semua prodi punya dokumen CPL, semua dosen sudah menerima template.
Pak Andi yakin kampusnya siap.
Lalu asesor akreditasi datang. Dan mereka tidak membaca dokumen mereka bertanya ke dosen.
Satu pertanyaan. Ke satu dosen yang dipilih acak. “Bagaimana CPMK di mata kuliah Anda tersambung ke CPL prodi?”
Diam.
Bukan karena dosennya tidak kompeten. Tapi karena tidak pernah ada mekanisme yang memastikan sambungan itu nyata di kelas. RPS terisi tapi asesmen masih UTS/UAS konvensional tanpa rubrik berbasis CPMK. Dokumen lengkap. Orkestrasi kosong.
Nilai akreditasi turun di komponen yang kampus pikir paling aman. Dua tahun kerja “implementasi OBE” habis oleh satu pertanyaan yang tidak bisa dijawab.
Karena yang dilakukan selama ini bukan implementasi. Itu administrasi.
Cerita Pak Andi bukan outlier. Berdasarkan analisis SEVIMA terhadap data ratusan perguruan tinggi pada platform SiAkadCloud, pola yang identik muncul berulang.
Di dokumen kurikulum, CPL tersusun rapi. Tapi di level mata kuliah? CPMK ditulis sebagai formalitas. Tidak ada pemetaan yang bisa di-trace balik dari asesmen ke CPMK ke CPL. Yang ada hanya ilusi keterkaitan.
RPS disusun manual. Seratus dosen mengisi template yang sama dengan seratus interpretasi berbeda tentang bagaimana CPMK seharusnya diukur. Tidak ada alignment. Tidak ada standar. Yang ada hanya keberagaman yang tidak terkoordinasi dan itu bukan kekayaan, itu kekacauan.
Nilai mahasiswa ada. Tapi data ketercapaian CPMK per mata kuliah? Tidak ada. Evaluasi kurikulum menjadi ritual tahunan yang hasilnya sudah bisa ditebak: kumpul, diskusi, sepakat berubah, lalu tidak berubah. Bukan karena tidak ada niat. Tapi karena tidak ada data yang memaksa perubahan.
Dan sekarang Permendiktisaintek 39/2025 menaikkan standar. Bukan sekadar compliance tapi pelampauan. Perguruan tinggi memaksa program studi merancang kurikulum fleksibel dan terukur. Artinya digitalisasi bukan pilihan, menjadi bagian integral penjaminan mutu.
Kampus yang masih mengandalkan dokumen tanpa orkestrasi sedang membangun rumah di atas pasir. Dan deadline-nya sudah terlihat.
Lupakan kelengkapan dokumen. Ini tiga tes yang membedakan kampus yang benar-benar OBE-ready dari yang sekadar OBE-di-kertas.
Ambil satu mata kuliah. Random. Dari prodi mana saja. Telusuri: apakah CPMK-nya bisa di-trace balik ke CPL prodi? Apakah rubrik asesmennya bukan soal UTS/UAS, tapi rubrik — benar-benar mengukur CPMK?
Kalau tidak bisa, yang Anda punya bukan OBE. Itu ornamen.
Pertanyaan brutal bagi pimpinan “apakah dosen di kampus Anda punya alat untuk menyusun RPS yang secara otomatis aligned dengan CPMK? Atau mereka masih copy-paste template Excel yang hasilnya bergantung pada mood dan pemahaman masing-masing?”
OBE yang bergantung pada kompetensi individu dosen tanpa sistem yang mengorkestrasi bukan strategi. Itu taruhan. Dan taruhannya tidak scalable.
Ini indikator paling adalah data bukti bahwa pembelajaran menuju menghasilkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Apakah kampus Anda punya data bukan opini, bukan laporan narasi, tapi data yang menunjukkan sejauh mana mahasiswa mencapai CPMK di setiap mata kuliah? Dan apakah data itu digunakan untuk memperbaiki kurikulum?
Tanpa data, evaluasi kurikulum adalah sandiwara. Tidak ada iterasi. Tidak ada perbaikan bermakna. Hanya pengulangan yang dikemas dalam template berbeda.
Kampus yang OBE-ready punya alignment dari visi institusi sampai nilai mahasiswa. End-to-end. Bukan parsial. Bukan tambal sulam.
| Indikator | Penanggung Jawab | Aksi Minggu Depan |
| Alignment CPL → CPMK → Asesmen | Wakil Rektor Akademik + Kaprodi | Audit satu prodi pilot. Trace satu MK dari CPL ke rubrik asesmen. |
| Tools eksekusi dosen | LPM/SPMI + Kaprodi | Petakan: berapa persen RPS disusun dengan sistem vs. manual? |
| Data loop evaluasi | Biro Akademik + IT | Jawab satu pertanyaan: apakah data CPMK per MK tersedia hari ini? |
Anda tidak perlu konsultan untuk audit semua pembelajaran. Anda tidak perlu tim khusus. Anda hanya perlu satu pertanyaan.
Minggu depan, ambil satu prodi. Pilih satu mata kuliah secara random. Tanyakan ke dosen pengampunya: bagaimana CPMK di mata kuliah ini tersambung ke CPL prodi, dan bagaimana Anda mengukurnya?
Jawaban atas pertanyaan itu atau ketiadaan jawaban adalah potret kesiapan OBE kampus Anda yang paling jujur.
OBE bukan proyek satu unit. Ini keputusan pimpinan untuk mengorkestrasi seluruh institusi dari kurikulum ke kelas ke penilaian. Dan keputusan itu tidak bisa ditunda lebih lama.
Platform akademik terpadu seperti SiAkadCloud sudah menyediakan orkestrasi siklus OBE end-to-end dari perancangan kurikulum, penyusunan RPS berbasis AI, pelaksanaan, hingga evaluasi CPL. SEVIMA mendampingi 1.200+ perguruan tinggi dalam perjalanan ini
Diposting Oleh:

Liza SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami