Liputan Media

Cek Keaslian Ijazah dan Beasiswa Di PPDikti Feeder

JAKARTA (Waspada): Ternyata, ada cara mudah untuk mendapat informasi atau mengecek keaslian ijazah seseorang. Masyarakat sekarang bisa cukup mudah mengetikkan nama orang tersebut di Google, untuk kemudian mendapatkan riwayat studi sosok yang dicari di website Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (forlap.kemdikbud.go.id).

Website pengecekan tersebut bisa berjalan karena adanya sistem aplikasi bernama PDDikti Feeder. PPDikti adalah kepanjangan dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi.

Pada sistem tersebut, kampus harus melakukan pelaporan secara berkala tentang semua aktivitas perkuliahan sehingga dapat diakses masyarakat.

Baca juga : Cara Instalasi Feeder PDDikti Lengkap Dari Awal [Terbaru]

“Namun sayangnya, masih banyak civitas kampus belum memahami seputar sistem ini. Sehingga tak jarang ada mahasiswa atau aktivitas perkuliahan yang tak tercatat, dan berimbas pada ijazah tidak bisa terbit maupun kegagalan para alumninya ketika melamar kerja dan CPNS,”Kepala Bagian Riset SEVIMA, Apriliyani saat menjadi pembicara pada seminar daring bertema ‘Belajar Bareng PDDIKTI Feeder Mulai dari Nol’ yang digelar SEVIMA.

Acara ini diikuti 500 Operator dan Dosen se-Indonesia yang tergabung dalam Komunitas SEVIMA secara daring.

“PDDIKTI Feeder merupakan hal yang sangat penting bagi perguruan tinggi. Dengan menggunakan PDDIKTI Feeder ini perguruan tinggi bisa melakukan pengolahan data penting, antara lain melakukan validasi nasional ijazah, PIN dan SIVIL, data SISTER dan SIM TENDIK, persyaratan beasiswa dan KIP, proses akreditasi BAN PT/LAMP, penjaminan mutu, penelitian dan jurnal, hingga proses UJIKOM untuk prodi kesehatan dan kebutuhan verifikasi lain para alumni seperti mengikuti CPNS dan mencari pekerjaan,”ujar Apriliyani.

Mau kuliah Gratis di kampus favorit, digaji tiap bulan, silakan daftar disiniBeasiswa SEMESTA 2021

Ini Cara Operator Masukkan Data ke PDDIKTI Feeder

Selain Apriliyani, dua pembicara lainnya dihadirkan SEVIMA untuk mengupas tuntas diskusi ini. Mereka adalah Firin Handayani dan Sasna Salsabila selaku Tim Teknis SEVIMA.

Dalam penjelasannya, Firin mengungkapkan tiga tahap sederhana mengisi data. Pertama-tama, mengunduh aplikasi PDDIKTI di Website Kemdikbud, hubungkan sistem akademik dengan internet, lalu lakukan sikronisasi secara berkala.

“Agar proses pelaporan bisa berjalan dengan lancar, pastikan Anda sudah mengunduh seluruh aplikasi mulai dari versi 3.2 hingaa versi 4.0 melalui http://pddikti-admin.kemendikbud.go.id/. Setelah itu lakukan generate prefill untuk melakukan sinkronisasi data, “sebut Firin.

Poin kedua yaitu koneksi antara sistem akademik dengan internet, disebut oleh Sasna adalah yang paling sulit. Karena tidak jarang masih banyak dosen yang mengumpulkan datanya secara manual. Misalnya ditulis di kertas atau menggunakan excel.

Untuk mempermudah pelaporan, Sasna merekomendasikan penggunakan sistem akademik yang berbasis online. Jadi nilai sinkronisasi terkompilasi dalam sistem tersebut dan bisa dengan mudah disinkronisasi ke PDDIKTI Feeder.

“Ada banyak sistem akademik online yang sudah tersedia di kampus-kampus, maupun bisa didownload di internet. Misalnya Gofeeder Community yang bersifat gratis dan sudah dipakai kurang lebih 2.000 kampus se-Indonesia,” lanjut Sasna.

Jangan Menunda Pelaporan

Dalam melakukan tiga langkah tersebut, Apriliyani merekomendasikan pelaporan dilakukan mengikuti dua tahapan. Yaitu pada Checkpoint 1 (di awal perkuliahan hingga maksimal dilakukan 2 bulan sejak perkuliahan dimulai), dan Checkpoint 2 (di akhir perkuliahan hingga maksimal dua bulan setelah perkuliahan selesai).

Kenapa checkpoint ini penting? Menurut April, kegagalan mengisikan data sesuai dengan waktu tersebut akan berimbas pada pekerjaan administrasi tambahan berupa keharusan minta izin ke Kemdikbud untuk mengisikan data. Selain itu, bisa juga timbul kecurigaan bahwa data yang diisikan fiktif karena pelaporan tidak dilakukan di masa perkuliahan.

“Kegiatan pelaporan harus dilakukan terus menerus setiap semester. Jika pada semester ganjil, deadline nasionalnya jatuh pada tanggal 30 April. Sedangkan pada semester genap akan berakhir pada tanggal 30 Oktober. Semoga dengan cara-cara ini, pelaporan kampus lancar dan para alumni diberi kesuksesan dalam CPNS maupun proses administrasi apapun yang memerlukan legalitas ijazah dan transkrip nilai ,” pungkas April. (J02)

Bagikan artikel ini
TAGS :

Komentar