Berita | Dunia Kampus | Liputan Media

Cerita Operator Data Perguruan Tinggi, Pantang Pulang Sebelum Valid

CERITA OPERATOR DATA PERGURUAN TINGGI, PANTANG PULANG SEBELUM VALID – Siapa yang punya peran penting dalam data perguruan tinggi ke pemerintah (laman PDDikti). Ya yang mempunyai peran penting yakni peran operator. Namun selama ini perhatian peran operator di perguruan tinggi sering terlupakan. Yang jadi perhatian pemerintah hanyalah dosen.

Laman PDDikti merupakan kumpulan data penyelenggaraan pendidikan tinggi seluruh perguruan tinggi yang terintegrasi secara nasional. Pangkalan data ini menjadi salah satu instrumen pelaksanaan penjaminan mutu perguruan tinggi.

“Untuk memberikan apresiasi bagi para operator PDDikti maka dibuat lomba sharing kisah inspiratif para operator. Tujuannya mengangkat peran seorang operator atau admin PDDikti agar tidak dipandang sebelah mata di kalangan akademisi perguruan tinggi . Serta menjadi ajang ekspresi bagi mereka yang sudah berjuang menuju pelaporan PDDikti yang optimal,” tutur Public Relation Manager SEVIMA, Chika dalam sharing dan ngopi bareng operator PDDikti secara virtual, Jumat (5/12/2020).

Seperti yang dialami Ahmad Ade Irwanda, operator data Universitas Lancang Kuning , Pekanbaru, Raiu. Ade menjadi pemenang favorit via voting Instagram.

Ade mengaku lebih senang memakai istilah admin daripada operator. “Alasannya sederhana saja, operator itu orang yang sering mengangkat telepon konsumen kalau ada pengaduan atau layanan informasi. Atau bisa juga operator alat berat,” kata dia.

Ade menceritakan, setiap periode wisuda, biasanya kampus bersurat ke Lembaga Layanan Pendidikan tinggi (LLDikti) untuk melakukan pembukaan periode pelaporan semester lampau. Ada nilai lupa di-input, SKS yang tidak cukup, SKS berlebih sampai 30 SKS, data ganda, dan lainnya.

Perjuangan operator, kata Ade, tidaklah mudah, walaupun saat itu adminnya 13 orang. Dengan waktu pembukaan periode pelaporan yang relatif singkat, yakni hanya 1 bulan, Ade dan kawan-kawannya dituntut ekstra keras untuk memperbaiki banyak data yang tidak valid, dari terbit fajar sampai terbit fajar di esok hari. “Kami punya slogan dalam bekerja yakni pantang pulang sebelum valid,” cetusnya.

Kerja keras Ade dan kawan-kawan selama ini tidak sia-sia. Hasilnya mereka mendapatkan apresiasi dari LLDIKTI X sebagai perguruan Tinggi pertama terbanyak di LLDIKTI X yang menggunakan aplikasi PIN (Penomoran Ijazah).

Walaupun Ade baru 3 tahun mengelola data PDDikti di kampus, SIAKAD CLOUD menjadi salah satu pendukung yang mengantarkannya ke posisi sebagai kepala bagian akademik di awal tahun 2020 hingga saat ini.

“Baru-baru ini kami mendapatkan apresiasi dari SEVIMA sebagai kampus pelaporan 20192 terbaik dengan 100% AKM terkirim dengan 10.806 mahasiswa,” sebutnya.

Hal ini juga dialami Muslihin Manshur operator di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Pemalang, Jawa Tengah. Menurut Muslihin, kerja operator tidak pernah ada habisnya. Ketika yang lain sudah bisa istirahat, operator masih harus bekerja meng-input data ke PDDikti. “Kalau tidak, data mahasiswa tidak masuk dalam pangkalan data,” kata dia.

Saat ini beban kerjanya makin bertambah setelah pemerintah berencana untuk membuka rekrutmen 1 juta guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Para alumni tidak bisa ikut tes PPPK bila namanya tidak ada di PDDikti. “Bayangkan saya harus kerja dari pagi sampai jam 12 malam,” katanya.

Namun tugas mulia ini, kata dia, kalau alumni STIT Pemalang banyak yang lulus tes, itu jadi kebanggaan kampus juga.

Muslihin menceritakan saat rekrutmen CPNS 2018. Para alumni juga mengejarnya agar datanya masuk ke PDDikti. Akhirnya 16 alumni kampus lulus CPNS. “Satu per satu para alumni itu mendatanginya dan mengucapkan terima kasih. “Bangga dan bahagia karena kerja kami sebagai operator tidak sia-sia,” ucapnya.

Dia menambahkan, tidak sekali dua kali anak dan istrinya diboyong ke kampus sekiranya memang harus menginap. Dia pilih meng-input data di kampus karena kendala sinyal.

Sebagai reward atas prestasi dapat meningkatkan nilai akreditasi, Muslihin ditunjuk menggantikan pimpinan kampus untuk lawatan ke luar negeri bersama pimpinan kampus se-Jawa Tengah ke kampus-kampus di Malaysia, Singapura, dan Thailand.

“Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan bagi saya. Di sana kami belajar bagaimana mengelola kampus dengan management yang baik,” terang Muslihin.

Artikel ini diproduksi oleh Sindo News, pada 

Bagikan artikel ini

Komentar