Dunia Dosen | Tips & Trik

Dosen, Ini Tips Lolos Sertifikasi Dosen dan Pengisian LKD-BKD 2021

SEVIMA.COM – Sertifikasi Dosen (Serdos) merupakan salah satu aspek utama untuk menjaga dan menentukan kualitas SDM di sebuah perguruan tinggi. Proses pelaksanaan Serdos sangat penting agar kinerja dosen bisa mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi. 

Nuryati, S.E., M.Eng, Ketua Panitia Sertifikasi Dosen 2021 di Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) mengungkapkan pentingnya sertifikasi dosen (serdos) merupakan suatu keharusan bagi dosen. 

“Serdos itu keharusan bagi dosen, karena pengakuan kompetensi dosen salah satu tolok ukurnya serdos. Begitu pentingnya serdos bagi dosen, sehingga banyak dosen yang memperjuangkannya.” Ungkap Nuryati dalam Webinar SEVIMA: Strategi Cerdas Serdos dan Penyusunan LKD-BKD pada Sister (Senin,15/09/2021).

Diungkapkan oleh Nuryati, ada beberapa tips dan hal penting yang harus diperhatikan dan dipenuhi para dosen agar sukses melakukan Serdos 2021. 

  1. Mengetahui Persyaratan Serdos 2021

Lulusan S2 Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini menyarankan kepada dosen agar benar-benar memahami persyaratan yang diberlakukan pada serdos kali ini. Pada periode genap 2021, proses pelaksanaan Serdos mengalami sedikit perubahan. Dosen tak lagi menggunakan nilai gabungan dalam menggunakan nilai Tes Potensi Dasar Akademik (TKDA) dan Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) sebagai syarat Serdos. Namun dosen dikenai passing grade atau nilai standar yang harus dipenuhi.

“Pada pelaksanaan proses Serdos periode genap kali ini memang lebih singkat, terutama dalam proses input data. Namun dalam Serdos kali ini menggunakan passing grade terutama pada fase TKDA. Maka dari itu, dosen harus siap dalam melaksanakan proses serdos 2021,” jelasnya.

Agar proses pelaksanaan Serdos 2021 bisa berjalan dengan lancar, dosen harus memperhatikan syarat yang ditentukan. Terdapat 8 syarat khusus yang harus dipenuhi dosen dalam proses pelaksanaan Serdos tersebut. 

“Terdapat persyaratan yang harus dipenuhi dosen untuk melakukan Serdos 2021. Dosen harus benar-benar memahami persyaratan tersebut. Jangan sampai persyaratan tersebut tidak dimengerti dan menjadi penghalang bagi dosen saat melaksanakan proses serdos,” jelasnya. 

Persyaratan sebagai peserta sertifikasi

  1. Memiliki NIDN untuk dosen tetap atau memiliki NIDK untuk dokter pendidik klinis (Dokdiknis) atau memiliki NIDK untuk dosen paruh waktu;
  2. Memiliki jabatan fungsional sekurang-kurangnya Asisten Ahli;
  3. Memiliki pangkat/golongan ruang atau inpassing bagi dosen non-ASN;
  4. Memiliki masa kerja sebagai Dosen sekurang-kurangnya 2 tahun secara berturut-turut terhitung mulai tanggal (tmt) pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional Dosen sampai dengan 1 Januari tahun pelaksaan Serdos; 
  5. Memenuhi Beban Kerja Dosen (BKD) 2 tahun secara berturut-turut;
  6. Memenuhi nilai ambang batas (passing grade) Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA) dari Lembaga yang diakui Kemendikbud Ristek;
  7. Memenuhi nilai ambang batas (passing grade) Tes Kemampuan Berbahasa Inggris (TKBI) dari Lembaga yang diakui Kemendikbud Ristek; dan 
  8. Memiliki Sertifikat program Peningkatan Keterampilan Dasar teknik Instruksional (PEKERTI) atau Applied Approach (AA) dari perguruan tinggi pelaksana Program PEKERTI/AA atau yang diakui Kemendikbud Ristek.

Baca juga: Dosen, Ini 4 Aplikasi Yang Dapat Membantu Fokus Pada Peningkatan Kinerja

  1. Mengetahui Tahapan Serdos SMART

Selain persyaratan, dosen juga harus memenuhi tahapan serdos SMART saat melakukan tahapan serdos 2021. Nuryati mengatakan, Serdos SMART dibagi menjadi tiga tahapan. 

Pada tahap pertama, dosen harus melakukan penyusunan awal portofolio dosen dan melakukan penetapan calon DYS sebagai DYS. Selanjutnya, pada tahapan kedua ini dosen akan dilakukan penilaian persepsional, penyusunan dokumen PDD-UKTPT, serta melakukan pengajuan penilaian eksternal. Dan pada tahapan terakhir, dosen mendapatkan penilaian PDD-UKTPT oleh Asesor, penentuan kelulusan, serta proses penerbitan sertifikat. 

“Terdapat tiga tahapan yang harus benar-benar dilakukan dan dilalui oleh dosen. Melalui tiga tahapan ini, dosen bisa mengencangkan ikat pinggang agar proses pelaksanaan sertifikasi dosen bisa berjalan dengan lancar,” tegas Nuryati. 

  1. Melakukan Pengisian LKD pada SISTER

Nuryati pun berbagi strategi yang bisa dilakukan untuk melakukan pengisian LKD pada SISTER. Menurutnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat melakukan pengisian. Dosen bisa memperhatikan Beban Kerja Dosen (BKD) yang menjadi sebuah gambaran beban SKS dosen selama melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi selama satu semester ke depan. 

“Tahapan pengisian BKD harus benar-benar dicermati. Proses pengisian BKD ini berhubungan dengan proses pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam satu semester ke depan,” ungkap dia. 

Selain itu dosen juga harus fokus dalam memperhatikan Laporan Kinerja Dosen (LKD) yang sudah dijalani selama satu semester. Pada tahapan ini total seluruh SKS yang diajar dosen akan dihitung. Dosen harus benar-benar memastikan bahkan jumlah SKS BKD-LKD yang diajarkan antara 12 SKS hingga 16 SKS per semester. 

“Selama satu semester, dosen akan melakukan Laporan Kinerja Dosen (LKD). Nah, disinilah gambaran kinerja dosen akan dinilai. Yang jelas penilaian tersebut disesuaikan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” jelasnya. 

Selain itu, Nuryati juga berbagi trik menarik yang bisa diaplikasikan oleh dosen. Jika terdapat beban kerja yang melebih, maka dosen bisa memberlakukan urutan beban dari pelaksanaan penunjang, pengabdian, pengajaran, dan terakhir dilengkapi dengan penelitian. 

“Harapannya, dengan diberlakukan serdos ini, dosen menjadi lebih proaktif dan bisa memenuhi SDM yang berlalu. Terlebih dalam peningkatan mutu belajar mengajar di sebuah perguruan tinggi,” tutupnya. 

  1. Mengetahui Poin Penting untuk Permudah Pengajuan Serdos melalui SISTER

Sejak pengajuan serdos tahun 2019, penggunaan SISTER sudah mulai diberlakukan. Menurut Nuryati, penggunaan SISTER ini menjadi sebuah kendala yang kerap ditemui. Terlebih tak semua bidang ilmu tidak sesuai dengan aplikasi SISTER. Inilah yang akan mempengaruhi kelulusan serdos. 

“Pada pengajuan serdos 2019 ini, penggunaan SISTER juga sudah mulai diberlakukan. Oleh karena itu, akan banyak kendala yang ditemui, terlebih dalam bidang ilmu yang tidak sesuai dengan aplikasi SISTER,” jelasnya. 

Agar dosen lebih mudah dalam mengisi aplikasi SISTER, Nuryati memiliki tips mudah untuk pengajuan serdos melalui SISTER. Beberapa poin yang ditekankan oleh untuk mempermudah lulus serdos, yaitu:

Pertama, baca buku panduan proses pelaksanaan sertifikasi dosen. Ketiga buku tersebut antara lain panduan serdos yang berisi pembaharuan dalam serdos, buku penilaian portofolio, dan buku tentang operasional baku. 

Poin kedua, proses pengisian CV (curriculum vitae) yang digunakan untuk proses jabatan fungsional dosen, termasuk publikasi tulisan alamat websitenya. 

Ketiga adalah proses pengisian dan penilaian persepsional diri yang harus dilakukan secara konsisten. 

Keempat merupakan proses pengisian deskripsi diri dan tulis secara jelas. Proses pengisian ini harus dilakukan dengan benar dan disertai dengan sertifikat-sertifikat deskripsi diri. Dengan begitu, bisa meminimalisir terjadinya plagiat.

Yang kelima adalah proses pengisian deskripsi yang menggunakan 24 komponen yang dinilai. Pada setiap komponen tersebut biasanya diisi dengan minimal 150 kata. Deskripsikan dengan hati-hati dan minta koreksi dengan teman-teman dosen. 

Baca juga: Cara Menginstal dan Mengonlinekan Aplikasi SISTER

Dengan menerapkan kelima poin tersebut, dosen diharapkan bisa mengajukan serdos dengan memperoleh nilai baik dan bisa sukses lulus serdos tanpa harus mengulang prosesnya. Selamat mencoba!

Bagikan artikel ini

Komentar