Kontak Kami

Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi

Mata Kuliah Startup Digital Bagian Dari Kampus Merdeka Namun Bersifat Pilihan

02 Jun 2021

SEVIMA.COM – Dalam sejumlah pemberitaan yang beredar di masyarakat, muncul informasi tentang startup digital yang akan menjadi mata kuliah wajib pada tahun 2022.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) menyebarkan informasi tersebut dan menegaskan bahwa startup digital bukan merupakan mata kuliah wajib kurikulum (MKWK).

Hanya ada empat dikti MKWK secara nasional, yakni Bahasa Indonesia, Kewarganegaraan, Agama, dan Pancasila.

“Kami akan dorong hadirnya mata kuliah startup digital pada tahun 2022, namun perlu kami luruskan bahwa sifat Opsional seperti program kewirausahaan yang selalu jadi opsi sebagai bagian dari Kampus Merdeka ,” ujar Sekretaris Ditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani.

Baca juga :  Penguatan Mata Kuliah Wajib pada Kurikulum Pendidikan Tinggi (MKWK)

Jika otoritas perguruan tinggi ingin menyempurnakan kurikulum yg relevan dengan era digital, dengan menambahkan mata kuliah startup digital menjadi mata kuliah tambahan atau pilihan, maka dapat berubah secara otonom.

Paristiyanti menegaskan bahwa mata kuliah startup digital menjadi bagian dari program Merdeka Belajar: Kampus Merdeka (MBKM), khususnya kegiatan kewirausahaan startup digital. Mahasiswa yang berminat dapat mengambil program tersebut.

Secara nasional, Ditjen Dikti dan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan menyediakan modul berstandar nasional serta narasumber nasional dalam pendidikan dan pelatihan (diklat) startup digital.

Baca juga :  Kolaborasi Vokasi dan DUDI Lahirkan SDM Unggul

Mata kuliah startup digital juga merupakan bagian dari kolaborasi antara Kemendikbudristek dengan Kemenkominfo pada Gerakan 1000 Startup Nasional. Mata kuliah yang direncanakan hadir pada tahun 2022 ini akan tetap dipersiapkan mulai tahun ini untuk memberikan pelatihan startup kepada dosen yang nantinya akan mengampu mata kuliah tersebut.

Melalui mata kuliah startup digital maka mahasiswa dapat semakin menikmati pilihan dalam menjalankan program MBKM. Fleksibilitas tersebut bertujuan untuk memudahkan siswa dalam mengembangkan diri sesuai dengan minat dan kompetensinya masing-masing, agar dapat bersaing di dunia kerja.

Kemendikbudristek melalui Ditjen Dikti bekerja sama dengan Kemenkominfo melalui Badan Riset dan SDM telah melakukan Nota Kesepahaman tentang Talenta Digital. Pada tahun 2021, Dikti menargetkan adanya implementasi kerja sama dengan Kemenkominfo melalui pengembangan Kurikulum Startup, Diklat Online untuk dosen dan mahasiswa secara masif. Target kedua seminar tersebut adalah sebanyak 100.000 peserta dosen dan mahasiswa.

Baca juga :  Kabar Baik! Kemendikbud dan BNSP Tandatangani 149 Skema Sertifikasi bagi Mahasiswa Vokasi

Hal tersebut sesuai dengan Arah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Rapat Terbatas tahun lalu (3/8/2020) untuk mempercepat transformasi digital dengan mengutamakan sumber daya manusia (SDM). Di Indonesia, ujar Jokowi, setidaknya membutuhkan sembilan juta talenta digital untuk lima belas tahun ke depan. “Ini penting sekali untuk melakukan transformasi digital, negara kita membutuhkan talenta digital sebanyak kurang lebih sembilan juta orang untuk lima belas tahun ke depan,” tutur Jokowi.

Sumber informasi: kemdikbud.go.id

Diposting Oleh:

Fadhol SEVIMA

Tags:

kampus merdeka kurikulum mbkm

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Standar Mutu Kampus Sudah Tercapai, Apa Langkah Selanjutnya?