Lomba Artikel

Memasyarakatkan Digitalisasi Teknologi di Lingkungan Perguruan Tinggi

Penulis : Bayu Andika Prasatyo
Kampus: STBA Technocrat

Pendahuluan

Dunia telah memasuki babak baru, segala hal bertransformasi menuju sebuah peradaban yang mengedepankan teknologi. Perkembangan teknologi dewasa ini telah banyak mengubah wajah organisasi atau institusi besar demi keberlangsungan bisnis mereka. Zaman dimana perubahan perubahan yang terjadi di seluruh sektor kehidupan yang mengubah sistem, aturan, cara pandang, perilaku serta tatanan kehidupan masyarakat luas, keadaan inilah yang kemudian dikenal dengan Era Disrupsi. Sebuah zaman dimana perkembangan teknologi digital telah memicu berbagai inovasi, kebaharuan dan perubahan secara massive di segala aspek kehidupan, tak terlepas di dunia pendidikan tinggi. 

Pidato Presiden Joko Widodo dalam paparannya pada pertemuan forum rektor seluruh Indonesia pada tahun 2021 menyatakan bahwa akibat revolusi industri 4.0 terdapat banyak sekali perubahan, yakni perubahan baik dibidang sosial budaya, ekonomi, politik sampai pendidikan. Perdagangan telah bergeser menjadi e-commerce. Dunia perbankan telah terdisrupsi oleh hadirnya fintech dan berbagai macam e-payment. Dunia pendidikan kita telah terdisrupsi besar-besaran oleh edutech. Lembaga pendidikan tinggi mau tidak mau harus memperkuat posisinya sebagai edutech institutions

Teknologi paling mendasar adalah pembelajaran yang memanfaatkan teknologi digital. Era baru ini sangat erat kaitannya dengan teknologi yang canggih ditambah dengan mahasiswa baru saat ini yang dikenal dengan generasi milenial yang begitu akrab dengan kemajuan teknologi, budaya ini tidak ditemukan pada generasi terdahulu. Mahasiswa yang hidup di era ini dihadapkan pada akses informasi yang semakin mudah, real-time,serta jaringan yang lebih luas. Oleh sebab itu bagi perguruan tinggi, era disrupsi ini tidak dapat dielakkan, lembaga perguruan tinggi mau tidak mau harus melakukan perubahan dan bertransformasi ke sistem digital agar tidak ketinggalan zaman. 

Tentunya digitalisasi perguruan tinggi akan memberikan kemudahan bagi segenap civitas dalam banyak hal, mulai dari sistem pelayanan satu atap hingga pada proses kegiatan belajar mengajar baik secara luar jaringan ataupun dalam jaringan. Disinilah peran civitas akademika memegang andil dalam keberlangsungan sukses tidaknya kegiatan belajar mengajar yang berkarakteristik pada perkembangan zaman mahasiswa kini.

Sehingga perguruan tinggi yang menerapkan aspek teknologi digital secara tidak langsung dapat menjadi pertimbangan utama bagi calon mahasiswa dalam menentukan atau memilih kampus tujuan ketika studi lanjut. Oleh sebab itu, digitalisasi kampus dengan mengedepankan kemajuan teknologi harus dipersiapkan sejak dini demi memenuhi kebutuhan mahasiswa dalam belajar dan lingkungan kampus yang bersifat smart-technology. Oleh sebab itu disini penulis akan memaparkan hal hal mendasar apa saja yang dapat diterapkan dengan pemanfaatan teknologi digital tersebut;

Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Berbasis Online

Lain dulu lain sekarang, dahulu mahasiswa berbondong bondong dari penjuru daerah mendatangi kampus tujuan hanya untuk mendaftar kuliah. Kita banyak menjumpai mahasiswa mengisi formulir pendaftaran kuliah yang berisi biodata diri berikut berkas kelengkapan administrasinya. Kegiatan pendaftaran seperti ini masih banyak kita jumpai pada beberapa perguruan tinggi yang belum memanfaatkan teknologi digital. Sebenarnya, jika sebuah perguruan tinggi ingin menerapkan sistem penerimaan mahasiswa baru berbasis online, peluang untuk mendapatkan mahasiswa baru jauh lebih besar jumlahnya. Karena mahasiswa baru dapat mengakses kampus tujuanya hanya dari rumah dan mendaftarkan diri melalui perangkat mereka masing masing tanpa harus mendatangi kampus tujuan.

Perkembangan teknologi membawa mahasiswa lebih mudah mencari akses kampus seluas luasnya melalui gawai mereka. Oleh sebab itu , hal ini harus dibarengi dengan perguruan tinggi yang menyediakan sistem pendaftaran mahasiswa baru secara online 1 x 24 jam.  Sistem pendaftaran online ini sudah seharusnya menjadi gerbang utama yang perlu diberikan sentuhan inovasi dalam menjaring mahasiswa baru mengingat kegiatan ini adalah awal dari sebuah perguruan tinggi melakukan kegiatan proses akademik lainnya. Dengan adanya sistem penerimaan mahasiswa baru secara online, mahasiswa pun akan semakin yakin dengan pilihan kampus yang akan dituju, karena kampus pilihannya mengedepankan kemudahan serta penerapan teknologi.

LMS (Learning Management System)

Dalam proses kegiatan belajar mengajar antara mahasiswa dan dosen, perguruan tinggi sudah selayaknya memberikan fasilitas penunjang agar kegiatan pembelajaran tersebut semakin mudah, mutakhir, dan terkendali. Sistem manajemen pembelajaran pada perguruan tinggi dengan aplikasi berbasis digital seperti LMS ini perlu diterapkan, mengingat teknologi sudah menjadi bagian dari kehidupan mahasiswa zaman sekarang. Oleh sebab itu, kegiatan pembelajaran dengan menggunakan LMS seyogyanya adalah menjadi konsumsi harian bagi kalangan kehidupan civitas akademika.

LMS dapat mengakomodir banyak hal seperti pengisian kartu rencana studi, absensi kehadiran mahasiswa dan dosen secara online, tempat berbagi modul atau e-book, informasi jadwal perkuliahan, pengendalian tugas, melihat nilai atau mata kuliah yang telah ditempuh dan termasuk sampai pada perhitungan honorarium dosen dalam tiap sesi mengajar. 

Singkat kata, Learning Management System menjadi perangkat yang bersinergi dalam membantu proses perkuliahan mulai dari membuat, mendistribusikan sampai melakukan pembelajaran secara tatap muka baik daring maupun luring . Karena LMS ini berbasis aplikasi, jelas ini dapat memudahkan para dosen dalam merencanakan proses belajar mengajar online, serta menjadikan mahasiswa lebih mudah dalam mengakses materi yang dosen atau tenaga kependidikan telah bagikan di dalam aplikasi tersebut kapan saja dan dimana saja. 

Sistem Keuangan Online

Satu hal yang harus menjadi perhatian bersama pihak civitas akademika dalam hal digitalisasi teknologi di perguruan tinggi adalah terkait pembayaran uang kuliah tunggal. Perguruan tinggi sudah harus mulai berbenah dalam tata kelola sistem keuangan dan pembayaran kuliah dari manual menuju digital. Terdapat banyak sekali platform pembayaran digital berbasis online yang sangat familiar di kalangan mahasiswa, seperti transfer antar bank atau top up e money yang dapat mereka lakukan.

Ini seyogyanya menjadi peluang bagi perguruan tinggi dalam memfasilitasi kemudahan dalam bertransaksi. Sehingga mahasiswa tidak perlu mengantri berlama lama di bank kampus atau di bagian biro keuangan hanya untuk melakukan pembayaran kuliah atau pun pembayaran lainnya. Sistem tata kelola keuangan secara digital tentu dapat meminimalisir kesalahan dalam perhitungan dan kehilangan. 

Itulah beberapa hal mendasar yang perlu perguruan tinggi benahi dalam hal penyelenggaraan kegiatan akademik di zaman yang semakin canggih ini. Jika perguruan tinggi enggan bertransformasi dalam hal pemutakhiran teknologi berbasis digital, maka perlahan perguruan tinggi tersebut akan tergerus oleh kemajuan teknologi dan mahasiswa yang notabene melek teknologi akan pintar dalam memilih kampus tujuan yang mengedepankan mutu kampus melalui smart- technology.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar