Dunia Kampus | Info Sentra Vidya Utama | Seputar Pendidikan

Menjawab Tantangan Penerimaan Mahasiswa Baru PTS di Tengah Hantaman Omicron

SEVIMA.COM – Berbagai perguruan tinggi di Indonesia, khususnya perguruan tinggi swasta (PTS) mengalami kesulitan saat melakukan penerimaan mahasiswa baru (PMB). Kondisi seperti ini sudah dirasakan sejak tahun 2020 silam. Khususnya ketika pandemi Covid-19 di Indonesia terus menerus menerjang tiada henti. 

Pandemi seperti ini bisa dibilang sebagai sebuah cambuk yang luar biasa bagi sebuah PTS. Terutama dalam proses penerimaan mahasiswa baru. PTS harus sigap dan mencari alternatif lain untuk membuka pendaftaran mahasiswa baru agar bisa berjalan sesuai dengan sasaran. 

Proses penerimaan mahasiswa baru ini sangat penting bagi sebuah perguruan tinggi, terlebih bagi PTS. Mengingat di kampus PTS, mahasiswa juga menjadi salah satu sumber untuk membuat perguruan tinggi semakin maju dan berkembang. 

Jika penerimaan mahasiswa baru ini mengalami hambatan, maka akan sedikit mempersulit perguruan tinggi tersebut berkembang lebih baik. Oleh karena itu, adanya hantaman gelombang ketiga Covid-19 seperti ini sedikit membahayakan bagi proses penerimaan mahasiswa baru.  

Masalah terbesar PMB di tengah badai Omicron

Pada tahun-tahun sebelumnya, proses pelaksanaan pendaftaran mahasiswa baru di sebuah perguruan tinggi swasta biasanya dibuka lebih awal dibanding seleksi mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri. Nah, kondisi adanya badai pandemi seperti ini biasanya sedikit mempersulit perguruan tinggi swasta melakukan branding dan promosi. 

Menurut Qausya Faviandhani, Dosen Universitas Narotama Surabaya, bahwa saat ini terdapat 3 kendala besar yang biasa dihadapi PTS saat melakukan PMB di tengan pandemi. 

“Terdapat 3 kendala besar saat menjalankan PMB di masa pandemi, mulai dari kendala menentukan target market, kesulitan melakukan branding secara digital, dan calon mahasiswa berupaya menunda perkuliahan di tahun berikutnya,” jelasnya saat Talk Show SEVIMA (11/02) minggu lalu. 

Melihat kendala tersebut, sekarang bisa kita jabarkan bagaimana langkah terbaik perguruan tinggi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.  

1. Kendala menentukan target market

Sebelum melakukan sebuah promosi kampus kepada calon mahasiswa, sebuah perguruan tinggi harusnya terlebih dahulu menentukan target market yang akan dituju. Kondisi seperti ini sangat penting untuk mengetahui target mahasiswa yang akan didapat oleh perguruan tinggi tersebut. 

Sayangnya, tak semua perguruan tinggi bisa menentukan target promosi yang tepat. Masih banyak PTS yang belum fasih menentukan alur promosi kampusnya. 

Alih-alih mendapatkan mahasiswa baru, justru target mahasiswa yang didapatkan tidak sesuai kriteria. Sehingga kampus pun merasa rugi, karena besar biaya yang dikeluarkan untuk promosi tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang didapatkan. 

Apakah kampus Anda salah satu kampus yang tidak melakukan pemetaan target market sebelum melakukan promosi kampus?

Gambar 1 Traffic pengunjung laman universitas

Agar kendala ini bisa terselesaikan, banyak sekali layanan yang bisa dimanfaatkan kampus untuk melihat market research. Penggunaan market research ini sangat membantu kampus untuk mendapatkan target mahasiswanya. 

“Di laman maukuliah.id sendiri, kampus bisa menemukan laman market research untuk mengetahui sasaran calon mahasiswa. Ini tentunya sangat mempermudah kampus untuk mendapatkan proporsi mahasiswa baru yang diinginkan,” tutur Qausya yang juga menjabat sebagai Commercial Manager maukuliah.id ini. 

2. Kesulitan melakukan branding secara digital

Branding digital di masa yang serba modern ini harus dimanfaatkan dengan baik. Untuk mendapatkan jumlah mahasiswa yang sesuai target, kampus bisa memanfaatkan berbagai macam platform yang tersedia, mulai dari Instagram, Tiktok, website, hingga Facebook Ads. 

Namun, tak semua perguruan tinggi memiliki kemampuan yang baik dalam mengiklankan kampusnya secara digital. Belum lagi tak semua tenaga admin dan marketing kampus tersebut menguasai kemampuan ini. 

Gambar 2 Kemudahan menggunakan maukuliah.id

Branding secara digital bisa menjadi salah satu solusi jitu untuk membuat perguruan tinggi mendapatkan mahasiswa baru. Oleh karena itu, kampus harus memilih layanan yang tepat untuk membantu menjalankan branding  secara digital ini. 

“Kampus tak perlu menyiapkan tenaga khusus untuk bisa menjalankan branding secara digital. Ketika kampus sudah memilih layanan branding yang tepat, maka seluruh proses branding mulai dari  dashboard informasi kampus, promosi media sosial, dan media sosial pasti sudah bisa tersusun dengan baik,” imbuh Pranata yang juga menjabat sebagai Product Manager platform https://maukuliah.id/

3. Kampus kesulitan melakukan pendaftaran mahasiswa baru

Karena kondisi belum memungkinkan, banyak sekali calon mahasiswa yang belum ingin melanjutkan studinya. Ditambah lagi dengan pendaftaran mahasiswa baru yang relatif sulit karena terkendala tempat dan waktu. 

Kondisi seperti ini tak selamanya menjadi berita buruk. Justru inilah saatnya Anda menyiapkan inovasi dan persiapan yang matang ketika membuka pendaftaran mahasiswa baru. Salah satunya dengan menyiapkan form online untuk pendaftaran mahasiswa baru. 

Menurut beberapa sumber, pasca pandemi Omicron ini, akan banyak lulusan yang ingin melanjutkan perkuliahan. Jadi bisa dipastikan jumlah pendaftaran pasca kasus Omicron menurun akan sangat membludak. 

Peningkatan jumlah pendaftaran ini diperkirakan akan terus meningkat mulai dari 2 hingga 3 kali lipat. Terlebih buat calon mahasiswa yang berasal dari kelas karyawan, di tahun ini mereka akan menyiapkan diri mereka untuk kembali menempuh studi. 

Nah, melihat peluang seperti ini, Anda harus bersiap untuk menyiapkan pendaftaran mahasiswa dengan cara yang lebih mudah dan tepat. Salah satunya dengan menyiapkan pendaftaran secara online. 

Gambar 3 Pendaftaran mahasiswa baru dengan maukuliah.id

“Meskipun kondisi pandemi, pendaftaran mahasiswa baru bukan sebuah halangan. Cukup ajak kerjasama platform pendaftaran kampus online, seperti mauliah.id lalu lakukan sistem pendaftaran kampus secara online. Maka Anda sudah bisa menikmati kemudahan dalam melakukan PMB online,” imbuh Qausya. 

Senada dengan Qausya, Pranatha pun juga membeberkan bahwa pendaftaran online ini akan meringkas waktu dan tenaga menjadi lebih simple. Sehingga pendaftaran kampus bisa terlaksana meskipun kasus pandemi sedang meningkat. 

Jadi bagaimana? Apakah Anda cukup penasaran dengan kemudahan pendaftaran online dan branding secara digital? Untuk membantu perguruan tinggi mempromosikan kampusnya, langsung saja temukan di sini: Maukuliah.id 

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar