Flash News

Menuju Hybrid Learning, Kuliah Offline Tetap Penting Untuk Pembelajaran Vokasional di Polimedia

SEVIMA.COM – Suasana asri menyelimuti saat memasuki Kampus Politeknik Negeri Media Kratif (Polimedia) yang terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Pohon rindang tampak di sudut-sudut kampus memberi kesan teduh.

Sejumlah mahasiswa pun terlihat lalu lalang di area kampus. Belum banyak memang, namun suasana kampus sudah terasa hidup dengan kehadiran mahasiswa yang mulai menjalani pembelajaran tatap muka.

Salah satu dosen di Polimedia, Anggun Gunawan mengatakan mulai semester ganjil ini telah dilakukan pembelajaran tatap muka. Namun pelaksanannya masih menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Mulai September 2021, sudah mulai tatap muka. Tapi tetap disesuaikan dengan keadaan, itu semua otonomi dari dosen,” kata Anggun kepada Sevima akhir pekan lalu.

Baca juga: Cara Optimalkan Blended Learning Untuk Pembelajaran di Era New Normal

Ia menambahkan di Polimedia tidak menerapkan sistem kuliah dengan hybrid, karena keterbatasan alat. Hanya ada dua cara yang dilakukan untuk perkuliahan, yakni online dan offline.

“Kalau hybrid belum ya, kalau memungkinkan malah offline karena banyak yang membutuhkan praktik,” ucapnya.

Lulusan Oxford Brookes University, ini mengatakan dalam menjalankan kuliah offline pihak kampus menerapkan protokol kesehatan ketat. Mahasiswa harus sudah divaksin minimal dua kali dan menggunakan masker.

Menurutnya di Polimedia cukup banyak mata kuliah yang memerlukan bimbingan intensif dari dosen. Sehingga justru diperlukan untuk tatap muka antara dosen dengan mahasiswa.

Kepala Bidang Kerjasama, Komunikasi & Media LSP Polimedia, Rabernir mengatakan untuk sistem perkuliahan tetap mengikuti kebijakan pemerintah. Namun semua disesuaikan dengan kebutuhan dosen dan mahasiwa.

Sementara untuk pelaksanaan perkuliahann dan ujian, baik ujian tengah semenster, ujian akhir semester, hingga ujian komprehensif (kompre) juga dilakukan dengan sistem blended yakni offline & online. Tujuannya agar para dosen bisa mengamati mahsiswa dalam menjalankan ujian dan meminimalisir kecurangan.

“Ujian itu butuh interaksi yang cukup intens, kalau langsung di kampus kita bisa amati, tidak ada faktor kecurangan. Skenario  dibagi kelasnya, kami jagajin ujian sampai malam,” ucapnya.

Baca juga: SPMB Online Memudahkan Mahasiswa Mendaftar

Terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, Polimedia cukup bersaing. Bahkan di masa pandemi seperti saat ini, jumlah mahasiswa baru justru terus meningkat seiring dengan pembukaan program studi baru di Polimedia.

Ada enam program studi untuk sarjana terapan (D4) yakni Desain Mode, Animasi, Teknologi Permainan, Teknologi Rakayasa Multimedia, Pengelolaan Perhotelan, serta Film dan Televisi.

Sementara untuk diploma 3 (D3) ada sembilan program strudi, yakni Teknik Grafika, Teknik Kemasan, Teknik Pemeliharaan Mesin, Desain Grafis, Penerbitan, Fotografi, Periklanan, Penyiaran, serta Seni Kuliner.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar