Perubahan Batas Waktu Pengumpulan Data Penilaian Maturitas Pengelolaan PDDIKTI
26 Mar 2025
14 Hari Lagi - Sebelum Event Webinar: Best Practice Pelaporan PDDIKTI dan Indikator Kinerja Utama (IKU): Praktek Langsung Neofeeder untuk Penutupan Periode Ganjil 2024-1 Dimulai.
25 Mar 2025
SEVIMA.COM – Teknologi kecerdasan buatan generatif (GenAI) kini semakin berkembang dan membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan tinggi. Kemampuannya untuk menghasilkan teks, gambar, suara, hingga video secara otomatis menjadikannya alat yang sangat bermanfaat bagi mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Dalam dunia akademik, GenAI dapat membantu mempercepat proses pembelajaran dengan menyediakan materi yang lebih sesuai dengan kebutuhan setiap mahasiswa. Dengan teknologi ini, mahasiswa memiliki akses yang lebih luas terhadap sumber belajar, memungkinkan mereka untuk mendapatkan informasi dari berbagai perspektif. Hal ini berkontribusi dalam memperkaya wawasan dan memperluas cakupan pembelajaran.
Selain itu, GenAI memungkinkan mahasiswa untuk mengukur hasil belajar mereka secara lebih akurat. Dengan analisis berbasis kecerdasan buatan, setiap individu dapat memahami capaian kompetensi mereka dan menyesuaikan metode belajar sesuai dengan kecepatan serta kemampuan masing-masing. Di sisi lain, teknologi ini juga mendukung kolaborasi antar mahasiswa dalam mengerjakan proyek atau tugas akademik secara lebih efisien.
Bagi dosen, kecerdasan buatan dapat membantu mengotomasi tugas administratif yang bersifat berulang. Dengan demikian, dosen memiliki lebih banyak waktu untuk fokus pada pengembangan kurikulum dan peningkatan kualitas pengajaran. Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan pendekatan yang lebih inovatif dalam menciptakan metode pembelajaran yang efektif.
Baca juga: Mengadopsi Artificial Intelligence (AI) untuk Masa Depan Pendidikan Tinggi
Meski membawa banyak manfaat, penggunaan GenAI juga memiliki tantangan tersendiri. Jika tidak digunakan dengan bijak, mahasiswa bisa mengalami ketergantungan pada teknologi ini, yang berisiko menurunkan daya kreativitas serta kemampuan berpikir kritis mereka. Selain itu, munculnya risiko plagiarisme menjadi perhatian utama dalam dunia akademik, mengingat GenAI dapat menghasilkan konten yang menyerupai karya orisinal.
Sebagai langkah antisipasi, Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemdikbud meluncurkan Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence (GenAI) pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi. Panduan ini bertujuan untuk memberikan pedoman dalam memanfaatkan GenAI secara bertanggung jawab dan etis di lingkungan akademik.
Panduan yang dirilis pada 11 Oktober 2024 ini merujuk pada rekomendasi dari UNESCO terkait etika dalam penggunaan AI. Buku digital setebal 134 halaman ini berisi berbagai informasi mengenai pemanfaatan GenAI dalam dunia pendidikan, termasuk peluang dan tantangan yang ditawarkan oleh teknologi ini. Di dalamnya juga dijelaskan ragam aplikasi GenAI yang telah tersedia, serta strategi untuk mencegah penyalahgunaannya dalam pembelajaran.
Selain memberikan arahan teknis, panduan ini juga menekankan pentingnya prinsip etika, keamanan data, transparansi, dan inklusivitas dalam penggunaan AI. Dengan adanya pedoman ini, diharapkan mahasiswa dan dosen dapat mengoptimalkan manfaat GenAI tanpa mengorbankan nilai akademik dan integritas dalam pembelajaran.
Panduan ini dapat diunduh secara gratis melalui laman resmi Kemdikbud di s.id/PanduanGenAI. Dengan memahami dan menerapkan pedoman yang diberikan, pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan tinggi dapat dilakukan secara lebih bijaksana dan memberikan dampak positif bagi perkembangan akademik di Indonesia.
Sumber gambar: Canva
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami