Info Sentra Vidya Utama | Lawan Covid-19

Pesan Komandan RSDC Wisma Atlet untuk Dunia Pendidikan di Masa Pandemi

SEVIMA.COM- Tahun boleh berganti, namun bukan berarti kita meninggalkan kebiasaan semasa pandemi. Memasuki tahun 2021 memang menjadi tantangan baru bagi kita untuk tetap waspada. Jangan sampai abai hingga berpikir jika pandemi sudah usai.

Komandan Lapangan RSDC Wisma Atlet, Letkol Laut drg. Arifin, Sp.Ort, M.Tr.Opsla, mengungkapkan jika kondisi pasien Covid-19 sudah memasuki 80% kuota. Tak hanya itu saja, pada tahun ini merupakan angka pasien tertinggi sejak RSDC Wisma Atlet itu berdiri.

“ Masyarakat harus tetap waspada, saat ini sudah memasuki kondisi wabah dengan angka tertinggi selama RSDC Wisma Atlet ini berdiri,” ujar Arifin.

Baca juga: Pandemi Jadi Cambuk Percepatan Transformasi Digital di Perguruan Tinggi 2021

Menekan kondisi Covid-19

Agar kondisi ini tak berlarut-larut terjadi, Arifin mengungkapkan jika sebaiknya masyarakat harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan pemerintah. Adapun protokol kesehatan itu yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak (3M). Dengan demikian, akan membantu menekan lonjakan angka pasien Covid-19 di Indonesia.

“Agar menekan lonjakan angka Covid-19 di Indonesia, masyarakat harus benar-benar menyadari situasi dan kondisi saat ini. Untuk itu, masyarakat harus tetap awas dan siaga dengan mematuhi protokol kesehatan dengan benar,” tambahnya.

Baca juga: Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah di Tengah Pandemi

Solusi dunia pendidikan selama pandemi

Lonjakan kasus Covid-19 ini juga mempengaruhi situasi kondisi pembelajaran di dunia pendidikan. Dampaknya sangat terasa karena peserta didik tidak bisa melakukan sistem tatap muka.

Bagaimana pun, tidak melakukan tatap muka merupakan jalan terbaik agar pandemi ini tidak terus mewabah. Arifin mengungkapkan, ada dua hal yang bisa diterapkan di dunia pendidikan, yaitu mengadakan virtual class selama pandemi ini dan kegiatan offline class dilakukan jika seluruh masyarakat sudah divaksin.

“Sebelum pandemi usai, dunia pendidikan seharusnya mengadakan kegiatan belajar mengajar secara online. Sementara itu, kegiatan belajar mengajar bisa dilakukan secara offline jika seluruh masyarakat di Indonesia sudah melakukan vaksin,” ungkapnya.

Pemerintah sendiri juga akan tetap meninjau jika kondisi pandemi ini sudah landai, pasti kegiatan belajar mengajar akan kembali seperti sedia kala. Untuk itu, diharapkan seluruh masyarakat tetap waspada dan hati-hati ketika menjalankan kegiatan sehari-hari.

Bagikan artikel ini

Komentar