Berita | Info Kuliah | Tips & Trik | Webinar

Prof. M. Nasir dan Rektor UMSurabaya Bagikan Skema Terbaik untuk Melaksanakan Kuliah Tatap Muka 

SEVIMA.COM – Seluruh perguruan tinggi saat ini mulai mempersiapkan skema terbaik untuk melaksanakan kuliah tatap muka terbatas. Hal ini dilakukan berkat dorongan pemerintah khususnya setelah terbit Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri belum lama ini. Pemerintah mengeluarkan aturan yang mewajibkan pembelajaran dengan dua opsi, yakni boleh belajar tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara online.  

Agar lebih mendalami kebijakan tersebut, SEVIMA bersama 325 pimpinan kampus dan lebih dari 4000 dosen dan civitas akademik dari seluruh kampus di Indonesia untuk berdiskusi bersama mengenai strategi perguruan tinggi dalam mempersiapkan kuliah tatap muka di masa pandemi Covid-19. 

Pada kesempatan ini, SEVIMA menghadirkan pembicara terbaik dan berpengalaman, yaitu Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak., Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi periode 2014-2019, yang kini juga menjabat sebagai staf khusus wakil presiden Republik Indonesia. Selain itu, hadir pula Dr. dr. H. Sukadiono, Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya yang turut memberikan insight baru dalam pembelajaran ini. 

Sugianto Halim, M.M.T. selaku CEO PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA), turut memberikan harapan dalam webinar kali ini, “Semoga dengan diskusi pada webinar kali ini, kita dapat terus mengembangkan kuliah tatap muka yang berkualitas pasca diadakannya pembelajaran tatap muka selama satu tahun belakang kemarin. Sehingga kita bisa secara bersama-sama mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya dalam Webinar melalui live Zoom dan Youtube pada Selasa (27/04) kemarin.

Baca juga: Prof. M. Nasir: Kampus Asia Cyber University Bisa Jadi Contoh Perkuliahan Online

E-learning dongkrak kemajuan pendidikan Indonesia

Pandemi membuat kegiatan belajar mengajar di dunia pendidikan sangat berubah. Namun, dengan adanya pandemi ini bukan berarti menjadi suatu penghalang lagi dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang cerdas dan terampil. 

Prof. H. Mohamad Nasir, Ph.D., Ak.,selaku pembicara pertama, mengutarakan bentuk dukungan dan apresiasi atas sistem pembelajaran yang sudah diterapkan selama masa pandemi ini. Kegiatan belajar mengajar selama satu tahun belakangan ini diketahui memang dilakukan secara daring. Namun, kegiatan tersebut bukan berarti harus mengurangi esensi dari kegiatan belajar mengajar. 

“Belajar secara daring bukan berarti mengurangi esensi dari proses belajar mengajar. Metode e-learning ini bukanlah sebuah pengganti kegiatan belajar mengajar karena adanya pandemi. Justru dengan adanya e-learning ini, dunia pendidikan harus menjadikan metode ini sebagai tools untuk mendongkrak pendidikan Indonesia yang lebih maju,” paparnya. 

Agar terciptanya outcome pendidikan Indonesia yang lebih unggul, Nasir berharap agar pemanfaatan e-learning ini masih terus ditingkatkan di seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Meskipun akan diberlakukannya kegiatan kuliah tatap muka terbatas. 

“Penerapan e-learning pada kegiatan tatap muka terbatas ini akan lebih sukses jika diimbangi dengan Learning Management System (LMS) yang baik. Untuk itu, pihak perguruan tinggi harus menyiapkannya dengan baik,” tambahnya. 

Nasir juga menambahkan, bahwa kegiatan kuliah yang baik adalah kegiatan belajar mengajar yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Maka, meskipun memasuki kegiatan kuliah tatap muka terbatas, penerapan e-learning ini harus terus digiatkan. 

“Belajar yang benar itu seharusnya anytime, anywhere, and any place. Oleh karena itu, meskipun mahasiswa akan menghadapi perkuliahan tatap muka terbatas, dengan menggunakan e-learning ini mereka masih terus bisa mendalami perkuliahan tersebut,” terangnya. 

Prosedur tepat menghadapi perkuliahan tatap muka terbatas

Kegiatan perkuliahan tatap muka terbatas, tidak semata-mata dilakukan seperti perkuliahan saat sebelum pandemi. Kegiatan perkuliahan tatap muka terbatas merupakan bentuk adaptasi dari pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan perkuliahan tatap muka pada umumnya. Namun, karena masih berada di era pandemi, kegiatan pembelajaran ini hanya diberlakukan dengan  jumlah mahasiswa yang terbatas. 

Ditambahkan oleh Apriliyani, Product Research Manager SEVIMA, bentuk perkuliahan tatap muka terbatas ini sama seperti mengaplikasikan kegiatan pembelajaran blended learning. Yang mana setiap kampus bisa mengkolaborasikan kegiatan belajar secara daring dan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka. 

Dalam menjalani perkuliahan tatap muka terbatas, seluruh perguruan tinggi diwajibkan untuk menyiapkannya semaksimal mungkin.  Dr. dr. H. Sukadiono mengatakan, bahwa perguruan tinggi harus memahami betul tentang protokol kesehatan yang berlaku. Jika sudah bisa dipahami dengan baik, maka perguruan tinggi tersebut bisa mengadakan kuliah tatap muka terbatas ini. 

“Salah satu syarat wajib jika ingin melakukan kegiatan perkuliahan tatap muka terbatas, kampus harus benar-benar memenuhi dan memahami protokol kesehatan yang sudah berlaku. Jika sudah bisa menerapkannya dengan baik, maka perguruan tinggi tersebut bisa mengadakan perkuliahan tatap muka terbatas,” ujarnya. 

Menurut Sukadiono, ada empat hal yang harus disiapkan jika kampus siap mengadakan kegiatan tatap muka terbatas ini. Antara lain, mengurangi kelas fisik dan menggantinya dengan ruang yang lain, mempersiapkan design efektif untuk mobilitas atau aktivitas fisik dalam institusi pendidikan, menyiapkan perangkat pembelajaran online yang mumpuni, dan wajib mengaplikasikan protokol kesehatan dengan ketat. 

“Kampus harus benar-benar memahami empat hal yang harus disiapkan antara lain, mengurangi kelas fisik dan menggantinya dengan ruang yang lain, mempersiapkan design efektif untuk mobilitas atau aktivitas fisik dalam institusi pendidikan, menyiapkan perangkat pembelajaran online yang mumpuni, dan wajib mengaplikasikan protokol kesehatan dengan ketat. Jika berhasil dilakukan, maka kampus sudah siap menjalankan kuliah tatap muka tersebut,” tutupnya. 

Bagikan artikel ini

Komentar