Dunia Dosen | Dunia Kampus | Seputar Pendidikan

Prof. Nasir: LMS Terintegrasi di Masa Pandemi Bantu Perguruan Tinggi Lebih Maju

SEVIMA.COM- Untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara daring di Indonesia, rupanya tak semudah bayangan. Banyak hal yang sangat mempengaruhi proses penyelenggaraan pembelajaran daring ini. Misalnya saja mulai dari ketidak-samaan materi pembelajaran antar PT hingga kualitas PT yang tidak merata. 

Disampaikan oleh Prof. Mohamad Nasir, untuk menghancurkan tembok penghalang kesulitan pembelajaran daring itu bisa dilakukan dengan melakukan integrasi pada university activities. Misalnya saja dengan mengintegrasikan informasi akademik, kemahasiswaan, sistem informasi, sarana prasarana, keuangan, kepegawaian, penerimaan mahasiswa baru (PMB), dan lainnya. 

“Ketika sudah bisa mengintegrasikan seluruh informasi perguruan tinggi melalui university activities ini, maka Anda sudah bisa menyelesaikan salah satu masalah untuk menyelenggarakan pembelajaran daring di sebuah perguruan tinggi,” jelas Prof. Nasir melalui Webinar SEVIMA yang bertajuk Strategi Kuliah Online dan Digitalisasi Kampus Pasca Pandemi Covid 19 (15/02) kemarin. 

Tantangan Perguruan Tinggi Menghadapi Masalah Pembelajaran Online

Ketika memasuki masa pandemi, semua proses belajar mengajar diwajibkan berjalan secara daring. Sayangnya, masih banyak kebingungan yang dirasakan oleh setiap perguruan tinggi ketika menghadapi situasi seperti ini. 

Beberapa kebingungan yang sering dihadapi seperti 1. Kesulitan mengadaptasi konsep E-Learning, 2. Masih menganggap E-learning sebagai distance learning, 3. Menggunakan tools yang kurang tepat, 4. Kesulitan dosen memindahkan konten pembelajaran offline ke pembelajaran online, 5. Masih menganggap E-learning hanya berlaku pada masa pandemi, 6. Teknologi yang tidak merata

Kesulitan seperti ini harus benar-benar dipahami dan harus diselesaikan untuk mensukseskan pembelajaran seperti ini. Kenyataannya, proses pembelajaran secara dari seperti ini merupakan sebuah keuntungan agar pendidikan di Indonesia tidak ketinggalan.

“Jika pembelajaran online masih dianggap sebagai beban, itu salah besar. Seharusnya, perguruan tinggi bersyukur dengan adanya pembelajaran online ini. Sebut saja proses ini sebagai blessed learning,” tegas Prof. Nasir. 

Baca juga: Prof. Mohamad Nasir Bahas Strategi Kuliah Tatap Muka dalam Webinar SEVIMA

Solusi untuk menghadapi permasalahan pembelajaran online

Banyaknya kendala yang kerap dikeluhkan dosen dan mahasiswa saat pembelajaran daring memerlukan sebuah sarana yang memadai. Salah satunya dengan menggunakan salah satu sarana yang mumpuni, yaitu Learning Management System (LMS). 

“LMS akan memberikan wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara efektif. Baik secara synchronous (real time) atau asynchronous (komunikasi terjadwal),” ungkap Prof. Nasir. 

Sementara itu, proses pembelajaran secara daring seperti ini juga bisa diantisipasi dengan menggunakan metode blended learning. Metode ini bisa dilakukan dengan mudah karena menggabungkan kegiatan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran secara daring. 

“Metode blended learning ini juga sangat fleksibel. Tak hanya pembelajarannya saja yang fleksibel, namun proses perekrutan mahasiswa hingga keterbatasan waktu, geografi, dan ruang juga sangat terpenuhi di sini,” bebernya. 

Untuk mewujudkan kegiatan belajar secara blended learning ini sangatlah mudah, karena bisa memudahkan pemantauan mahasiswa dengan baik, bisa melakukan interaksi dengan baik antara dosen dan mahasiswa, selain itu juga bisa melakukan evaluasi dengan baik. 

Baca juga: Ini Plus Minus Kuliah Online Menurut Prof. Nasir

Keuntungan menerapkan sistem E-Learning di perguruan tinggi

Menurut Prof. Nasir, banyak sekali keuntungan yang bisa didapatkan ketika menerapkan sistem pembelajaran e-learning ini. Keuntungan tersebut tak hanya berlaku pada dosen saja, namun juga mahasiswa dan seluruh civitas akademika. 

Pertama, E-learning sangat mudah memantau progress mahasiswa dan dosen. Melalui pembelajaran E-learning ini bisa membantu dosen bisa memberikan feedback kepada mahasiswa dengan evaluasi realtime

Kedua, mahasiswa bisa belajar lebih fleksibel. Tingkat fleksibilitas ini sangat mendukung program Kampus Merdeka Merdeka Belajar. 

Ketiga, bisa memenuhi kebutuhan stakeholder. Kondisi pembelajaran secara online learning ini bisa membantu perguruan tinggi bisa dipantau lebih jauh oleh pemerintah. 

Metode e-learning ini benar-benar sangat menguntungkan. Seluruh aspek pembelajaran bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sehingga bisa mempermudah pembelajaran di tanah air. 

“Sehingga kuliah bisa dilakukan di mana saja di seluruh Indonesia. Dengan begitu kualitas pendidikan bisa dilakukan secara merata di seluruh penjuru negeri,” tutup Prof. Nasir. 

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar