Perguruan Tinggi | Regulasi & Kepatuhan
Batas Pelaporan PDDikti 2025-2 Kian Dekat, Ini Urutan Kerja agar Data Kampus Tidak Tertahan
27 Oct 2026
Learning Management System (LMS) | Perguruan Tinggi
16 Feb 2022
SEVIMA.COM- Untuk menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar secara berani di Indonesia, rupanya tak menyerupai bayangan. Banyak hal yang sangat mempengaruhi proses penyelenggaraan pembelajaran yang berani ini. Misalnya saja mulai dari ketidak-samaan materi pembelajaran antar PT hingga kualitas PT yang tidak merata.
Disampaikan oleh Prof. Mohamad Nasir, untuk menghancurkan tembok penghalang kesulitan pembelajaran berani itu bisa dilakukan dengan melakukan integrasi pada kegiatan universitas . Misalnya saja dengan mengintegrasikan informasi akademik, kemahasiswaan, sistem informasi, sarana prasarana, keuangan, kepegawaian, penerimaan mahasiswa baru (PMB), dan lainnya.
“Ketika sudah bisa mengintegrasikan seluruh informasi perguruan tinggi melalui kegiatan universitas ini, maka Anda sudah bisa menyelesaikan salah satu masalah untuk menyelenggarakan pembelajaran berani di sebuah perguruan tinggi,” jelas Prof. Nasir melalui Webinar SEVIMA yang bertajuk Strategi Kuliah Online dan Digitalisasi Kampus Pasca Pandemi Covid 19 (15/02) kemarin.
Ketika memasuki masa pandemi, semua proses belajar mengajar diwajibkan berjalan secara berani. Sayangnya, masih banyak kebingungan yang dirasakan oleh setiap perguruan tinggi ketika menghadapi situasi seperti ini.
Beberapa kebingungan yang sering dihadapi seperti 1. tidak dapat mengadaptasi konsep E-Learning, 2. Masih menganggap E-learning sebagai pembelajaran jarak jauh, 3. Menggunakan tools yang kurang tepat, 4. membantu memindahkan konten pembelajaran offline ke pembelajaran online, 5. Masih menganggap E-learning hanya berlaku pada masa pandemi, 6. Teknologi yang tidak merata
penyelesaian seperti ini harus benar-benar dipahami dan harus diselesaikan untuk mensukseskan pembelajaran seperti ini. Kenyataannya, proses pembelajaran secara seperti ini merupakan sebuah keuntungan agar pendidikan di Indonesia tidak ketinggalan.
“Jika pembelajaran online masih dianggap sebagai beban, itu salah besar. Seharusnya perguruan tinggi bersyukur dengan adanya pembelajaran online ini. Sebut saja proses ini sebagai pembelajaran yang diberkati ,” tegas Prof. Nasir.
Baca juga: Prof. Mohamad Nasir Bahas Strategi Kuliah Tatap Muka dalam Webinar SEVIMA
Banyaknya kendala yang sering dihadapi dosen dan siswa saat pembelajaran berani memerlukan sebuah sarana yang memadai. Salah satunya dengan menggunakan salah satu sarana yang mumpuni, yaitu Learning Management System (LMS).
“LMS akan memberikan wadah bagi mahasiswa dan dosen untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara efektif, baik secara synchronous (real time) maupun asynchronous (komunikasi terjadwal),” ungkap Prof Nasir.
Sementara itu, proses pembelajaran secara berani seperti ini juga bisa diantisipasi dengan menggunakan metode blended learning . Metode ini bisa dilakukan dengan mudah karena menggabungkan kegiatan pembelajaran tatap muka dan pembelajaran secara berani.
“Metode blended learning ini juga sangat fleksibel. Tak hanya pembelajarannya saja yang fleksibel, namun proses pembelajaran siswa hingga batasan waktu, geografi, dan ruang juga sangat terpenuhi di sini,” bebernya.
Untuk mewujudkan kegiatan belajar secara blended learning ini sangatlah mudah, karena bisa memudahkan pemantauan siswa dengan baik, bisa melakukan interaksi dengan baik antara dosen dan siswa, selain itu juga bisa melakukan evaluasi dengan baik.
Baca juga: Ini Plus Minus Kuliah Online Menurut Prof. Nasir
Menurut Prof. Nasir, banyak sekali keuntungan yang bisa didapat ketika menerapkan sistem pembelajaran e-learning ini. Keuntungan tersebut tidak hanya berlaku pada dosen saja, namun juga mahasiswa dan seluruh civitas akademika.
Pertama, E-learning sangat mudah menyatukan kemajuan mahasiswa dan dosen. Melalui pembelajaran E-learning ini dapat membantu dosen dapat memberikan feedback kepada siswa dengan evaluasi realtime .
Kedua, siswa bisa belajar lebih fleksibel. Tingkat pendinginan ini sangat mendukung program Kampus Merdeka Merdeka Belajar.
Ketiga, bisa memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan. Kondisi pembelajaran secara online learning ini bisa membantu perguruan tinggi bisa memantau lebih jauh oleh pemerintah.
Metode e-learning ini benar-benar sangat menguntungkan. Seluruh aspek pembelajaran bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Sehingga bisa mempermudah pembelajaran di tanah air.
“Sehingga kuliah bisa dilakukan di mana saja di seluruh Indonesia. Dengan begitu kualitas pendidikan bisa dilakukan secara merata di seluruh penjuru negeri,” tutup Prof. Nasir.
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi