Kontak Kami

Dunia Kampus

Senior dari Era EPSBED

22 Jul 2026

SEVIMA.COM – Kalau ada yang ingin tahu seperti apa perubahan dunia pelaporan pendidikan tinggi dalam belasan tahun terakhir, Yudhi Alfian bisa menceritakannya dari pengalaman sendiri — karena ia melewatinya dari ujung ke ujung.

Hari ini Yudhi adalah Operator PDDikti di President University, posisi yang ia emban sejak pertengahan 2023. Tantangannya tidak kecil. Setiap tahun kampusnya menerima lebih dari dua ribu lima ratus mahasiswa baru, dan hampir sepertiga di antaranya mahasiswa asing. Di sinilah kerumitan dimulai: ada data tempat lahir yang tertulis dengan aksara asing, ada kolom tempat lahir yang malah terisi tanggal lahir, ada isian yang nyasar di data orang tua. Satu per satu harus diperiksa, karena mengejar angka seratus persen itu mudah; yang sulit adalah memastikan semuanya benar dan valid. Yudhi paham betul taruhannya — data yang keliru hari ini akan menjelma masalah saat mahasiswa lulus nanti, entah di penomoran ijazah nasional atau di IPK yang tidak sesuai.

Ada pula satu tekanan tambahan yang khas: kampusnya sedang dalam masa pantau akreditasi, periode ketika pelaporan harus benar-benar tuntas tanpa satu pun terlewat. Tidak ada ruang untuk lengah. Tetapi Yudhi bisa cepat menyesuaikan diri dengan beban sebesar itu karena satu hal: sistemnya sudah tersedia. Data yang hendak dilaporkan tinggal diunduh dan diunggah. Ia tidak menganggapnya ajaib — pengecekan manual untuk IPK, AKM, dan nilai yang terlambat tetap diperlukan — tetapi ia tahu persis betapa berbeda keadaan ini dibanding masa lalunya. Karena Yudhi memulai kariernya jauh sebelum kemudahan itu ada. Sejak 2008, ia mengelola biro akademik ketika hampir semuanya masih manual: menyusun KRS dan KHS, mencetak ijazah, merekap nilai dosen yang hanya mengandalkan Excel.

Baca juga: Sepuluh Tahun Merajut Data

Saat kampusnya tumbuh menjadi sekolah tinggi dengan empat program studi pun, laporannya masih diinput satu per satu dengan tangan. Dari mengelola sekitar dua ratus mahasiswa di masa itu, kini ia memegang data sepuluh ribuan mahasiswa di dua puluh tujuh program studi. Di akhir ceritanya, Yudhi menyapa sesama operator dengan hangat: bila ada yang pernah mengalami zaman EPSBED, atau bahkan sudah menjadi operator sebelum 2008, maka pantas disebut senior. Ada rasa hormat di kalimat itu — penghormatan kepada mereka yang memikul era manual sebelum sistem datang meringankan.

Cerita Yudhi adalah cermin perjalanan satu dekade ini, dan kami membacanya dengan rendah hati. Dari rekap Excel dan input manual menuju unduh-unggah yang ringkas — perjalanan itulah yang ingin kami temani sejak GoFeeder lahir sepuluh tahun lalu. Kami tidak mengklaim semua kemudahan itu, sebab banyak tangan yang ikut membangunnya. Yang kami tahu, selama masih ada operator yang dulu mengetik nilai satu per satu di tengah malam, mereka layak disebut dengan satu kata: senior.

Salam Satu Data, untuk para senior yang memikul era manual sebelum kita.

#10TahunGoFeeder #CeritaOperator #RevolutionizeEducation

Diposting Oleh:

Sabella SEVIMA

Tags:

#10TahunGoFeeder #CeritaOperator #revolutionizeEducation

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Video Terbaru

Evaluasi SPMI: Sudah Dilakukan tapi Kenapa Tidak Terasa Hasilnya?