Flash News

Serunya Bootcamp Lailatul Coding di UNU Yogyakarta

SEVIMA.COM – Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta menggelar Bootcamp Lailatul Coding. Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa di bulan suci Ramadhan, sehingga tidak ada alasan bermalas-malasan meski sedang berpuasa.

Dekan Faktultas Teknologi Informasi UNU Yogyakarta Suhada mengatakan ide awal bootcamp diadakan karena selama dua tahun terakhir perkuliahan dilakukan secara online. Hal itu dianggap kurang efektif dibandingkan dengan pembelajaran secara offline atau langsung.

“Ide awal acara ini karena selama dua tahun pandemi perkuliahan secara langsung tatap muka tidak ada. Sehingga ada gap kompetensi yang tidak terpenuhi,” kata Suhada kepada SEVIMA, Selasa (26/4/2022).

Baca juga : Bingung Cari Jurusan Kuliah? 5 Fakultas di UNU Yogyakarta Bisa Jadi Pilihan

Bootcamp Lailatul Coding ini diadakan bagi mahasiswa di Fakultas Teknologi Informasi program studi Informatika selama 23 hari mulai 30 Maret hingga 28 April 2022. Setiap hari para mahasiswa mengikuti bootcamp selama 8 jam mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan waktu istirahat 1 jam.

Full day, setiap hari kita lakukan bootcamp. Mereka belajar pemprograman, mulai dari front end hingga back end, kemudian meraka memantapkan dalam membuat serta mempelajari data base dengan case-case yang ada di pesantren,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Dekan Fakultas Teknologi Informasi UNU Yogyakarta Anis Susila Abadi berharap mahasiswa yang mengikuti bootcamp bisa membuat aplikasi yang bermanfaat bagi pesantren. Mengingat bootcamp yang diadakan langsung menangai permasalahan dan mencari solusi yang ada di pesantren.

“Dalam bootcamp ini kita langsung mencari permasalahan yang ada di pesantren, harapannya langsung bisa kita carikan solusinya. Banyak masalah yang kita temukan dan carikan solusinya untuk sebuah aplikasi,” ucapnya.

Baca juga : Transformasi Digital, Mengubah Sistem Informasi Manajemen Kampus yang Lebih Kompeten

Ia menambahkan dalam 10 hari terakhir Ramadhan biasanya umat Islam mengejar malam Lailatul Qadar. Namun pada Ramadhan kali ini para mahasiswa tidak hanya mengejar malam Lailatul Qadar, tetapi juga mendapatkan ilmu yang bermanfaat melalui Bootcamp Lailatul Coding yang diikuti.

“Harapannya tidak hanya meraih Lailatul Qadar tetapi juga Lailatul Coding,” katanya.

Salah satu mahasiswa yang mengikuti Bootcamp Lailatul Coding Isti mengaku banyak ilmu yang didapat selama mengikuti bootcamp. Menurutnya banyak dari peserta yang awalnya tidak memiliki basic IT, namun setelah mengikuti bootcmap ilmunya semakin bertambah.

“Alhamdulillah selama mengikuti Bootcamp Lailatul Coding saya pribadi dan teman-teman banyak sukanya. Jadi lebih PD mengakui bahwa kami Jurusan Informatika karena memang beberapa dari kami tidak memiliki basic IT,” ucapnya.

Isti mengakui kurang maksimal selama perkuliahan online, khususnya untuk praktik langsung. Dengan adanya Bootcamp Lailatul Coding para mahasiswa mendapatkan bimbingan penuh dari para mentor.

“Alhamdulillah dengan waktu yang singkat ini kami bisa lebih PD dan bisa membuat website serta aplikasi kecil-kecilan walau belum sempurna,” ucapnya.

Salah satu aplikasi yang dikembangkan selama bootcamp yakni terkait monitoring tahfiz. Hal itu menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan oleh mahasiswa di pesantren. Karena selama ini para pengasuh masih menggunakan cara manual sementara santri yang harus menyetorkan cukup banyak.

“Kami berharap agar lebih mempermudah penyampaian ke wali santri, mempermudah penyimak atau pengasuh mengurus data-data karena ada ratusan santri dalam program tahfiz ini jadi mempermudah untuk koordinasinya,” tandasnya.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud


Komentar