Lomba Artikel

siAkad Cloud: Kusebut Ia Kemudahan Dalam Genggaman

Penulis : Suhartina, S.Pd., M.Pd.
Dosen Kampus : IAIN Parepare

Siapa yang tidak suka teknologi? Teknologi membuat semuanya serba mudah dan praktis. Hal inilah yang menyebabkan teknologi diperlukan di berbagai lini kehidupan, tidak terkecuali di dunia pendidikan. Dosen tidak hanya memiliki tugas sebagai pengajar, tetapi harus menjalankan tridharma perguruan tinggi.

Dalam menjalankan tugas pendidikan, dosen tidak hanya mengajar tetapi juga melakukan proses pembimbingan akademik dan pembimbingan skripsi. Belum lagi, pada akhir semester dosen akan disibukkan untuk mengumpulkan Beban Kerja Dosen (administrasi).  Oleh karena itu diperlukan platform khusus untuk mewadahi segala macam kebutuhan dosen. Kehadiran Platform SEVIMA menjadi jawaban dari setiap keluhan yang hadir di sepanjang  semester.

Dengan sistem informasi akademik siAkad Cloud, dosen bisa melakukan  pembelajaran di mana saja dan kapan saja melalui aplikasi elearning manajemen sistem (LMS) SEVIMA EdLink (yang terintegrasi dengan zoom).  Aplikasi ini tentu patut diacungi jempol. Bagaimana tidak? Dosen tidak perlu lagi mengecek kehadiran mahasiswa satu persatu, data mahasiswa yang mengikuti perkuliahan akan otomatis terekam. Belum lagi, dosen dapat membagikan tugas dan membuat soal di platform ini, cukup mendukung paperless, bukan? Tugas yang dikerjakan mahasiswa pun tinggal diunggah ke menu tugas yang diberikan dosen. 

Selanjutnya, dosen tinggal menilai dan memberi masukan pada aplikasi  yang sudah terintegrasi sistem informasi akademik siAkad Cloud tersebut. Jadi ketika dosen ingin menginput nilai mahasiswa, dosen tidak perlu lagi menghitung secara manual tetapi tinggal menarik data dan menyesuaikan komposisinya di sistem informasi akademik siAkad Cloud. Tidak hanya itu, pada saat penyusunan LBKD, dosen tidak akan kebingungan lagi mencari berkas penilaian, tetapi tinggal mengunduh nilai tersebut di sisfo kampus. Begitu pun dengan RPS. RPS yang telah dibuat (dengan form yang telah disiapkan) tinggal diunduh untuk dijadikan penunjang LBKD.

Tidak hanya itu, aplikasi siakad  menawarkan menu bimbingan. Menu bimbingan ini menurut saya yang paling handal. Meskipun dosen tetap melakukan tatap muka (untuk membangun hubungan emosional dengan mahasiswa bimbingan) menu ini memudahkan dosen pembimbing akademik untuk mengecek progres perkuliahan mahasiswa, mulai dari KHS, hingga transkrip nilai mahasiswa secara keseluruhan.

Pada menu ini, dosen juga bisa memberikan pembimbingan secara daring, baik bimbingan akademik atau pun bimbingan skripsi (datanya terekam). Begitu pun pada saat akan memprogram mata kuliah, mahasiswa bimbingan dapat melakukan konsultasi di menu tersebut. Validasi ataupun masukan dilakukan dosen pada menu tersebut, dan lagi-lagi itu terekam.

Selain untuk mengajar via online, pengecekan jadwal mengajar dosen, pemberian tugas, penilaian, penyusunan RPS, dan pembimbingan, sistem informasi akademik siAkad Cloud memudahkan dosen dalam perekaman kehadiran. Kalau beberapa tahun yang lalu di IAIN Parepare, dosen harus merekam kehadiran dengan fingerprint, kehadiran sistem informasi akademik siAkad Cloud membuat dosen tidak perlu lagi antri untuk perekaman kehadiran, selain praktis juga memenuhi protokol kesehatan.

Tidak ada lagi keluhan pembayaran lauk pauk yang tertunda, akibat admin belum selesai merekap absensi dari perangkat fingerprint yang tiba-tiba error. Kepegawaian bisa menarik data aktivitas kehadiran dosen selama 1 bulan melalui siAkad Cloud dalam hitungan detik.

Kerennya lagi Sistem informasi akademik siAkad Cloud tidak hanya dapat diakses menggunakan windows tetapi dapat juga diakses menggunakan smartphone. Ya, sistem informasi akademik siAkad Cloud adalah kemudahan dalam genggaman. Tidak hanya itu, menu-menu di sistem tersebut mudah untuk dipahami dan mudah diakses.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar