Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Implementasi OBE di 33 Prodi IAIN Parepare: Dari Dokumen Kurikulum ke Pembelajaran yang Diukur
19 Oct 2026
SEVIMA.COM – Optimasi pelaporan Beban Kerja Dosen (BKD) pada Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi (SISTER) memiliki peran krusial di perguruan tinggi. Pelaporan ini ternyata tidak hanya membantu meningkatkan kualitas data dosen, namun juga berperan sebagai pengawal akreditasi perguruan tinggi.
Meski penting, ternyata pada proses pengisian BKD kerap kali masih memiliki kendala seperti dokumen yang tidak lengkap, karya yang tidak diakui publikasinya, hingga kesulitan memperbarui data karena masih menggunakan sistem manual. Lalu, seperti langkah apa yang tepat untuk menyukseskan pelaporan SISTER guna menunjang kualitas dosen dan akreditasi?
Baca juga: RPL Bukan Cara Mudah Peroleh Gelar, Ini Manfaat RPL untuk Perguruan Tinggi
SISTER merupakan aplikasi besutan Kemenristekdikti yang digunakan untuk menyimpan data administrasi layanan dosen. Pada lama SISTER akan menampilkan akses terkait data portofolio dosen, data formal seperti riwayat pengajaran, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.
Data BKD ini digunakan untuk memudahkan asesor dalam melakukan evaluasi terkait laporan BKD secara tepat dan bertanggung jawab serta sebagai penunjang akreditasi. Data ini juga menjadi dasar pertimbangan pemberian tunjangan profesi dosen, tunjangan kehormatan, dan berbagai tunjangan lainnya. Tak heran, bila data ini penting bagi dosen untuk melengkapi data tersebut melalui akun masing-masing dosen.
Pelaporan SISTER Cloud kini sudah terintegrasi dengan Feeder PDDIKTI, sehingga data yang dilaporkan melalui Feeder PDDIKTI akan otomatis disinkronisasikan dua arah dengan aplikasi SISTER. Data yang dikirim dosen ini nantinya dapat diklaim dalam proses penilaian angka kredit, sertifikasi dosen, dan proses lainnya. Data inilah yang menjadi penilaian terkait aktivitas dosen.
Perlindungan data BKD yang sukses berperan penting dalam mendukung beragam kebutuhan bagi sivitas akademika hingga perguruan tinggi, yakni sebagai penyelidikan akreditasi kampus dan mendapatkan Penomoran Ijazah Nasional (PIN) untuk mahasiswa.
Sebagai penunjang akreditasi, pelaporan BKD ini merupakan hal krusial dan membutuhkan data yang lengkap, mulai dari riwayat pengajaran hingga, bukti pelaksanaan Tridharma, dan dokumen pendukung lainnya. Kadang kala perguruan tinggi menemukan masalah karena data yang tidak lengkap sehingga berdampak pada krusial pada pelaporan BKD ke PDDIKTI.
Melalui kelemahan ini, perguruan tinggi memiliki kontribusi untuk memberikan sistem manajemen informasi yang memudahkan dan menyimpan seluruh civitas kampus. Lalu, seperti sistem manajemen informasi yang tepat untuk membantu perguruan tinggi menyimpan semua aktivitas kampus?
Baca juga: Lakukan Uji Coba Integrasi SISTER Cloud, 100% Pengguna SEVIMA Platform Berhasil Terintegrasi
Perguruan tinggi terkadang masih kesulitan dalam melaporkan data BKD ke SISTER, seperti data yang kurang lengkap, tidak valid, dan kendala lainnya. Melalui permasalahan ini, perguruan tinggi memerlukan sebuah sistem yang dapat mengumpulkan jejak sejarah aktivitas kampus agar data-data tersusun dengan cepat dan lebih mudah dikumpulkan saat dibutuhkan.
Salah satu sistem yang dapat membantu perguruan tinggi melaporkan BKD ke SISTER dengan mudah adalah SEVIMA Platform. Dalam platform ini, perguruan tinggi dapat menggunakan modul kepegawaian yang telah terintegrasi dengan SISTER, kini perguruan tinggi dapat melakukan pelaporan lebih cepat tanpa terkendala data yang hilang ataupun tidak lengkap. Lalu, seperti apa SEVIMA Platform yang mempermudah perguruan tinggi sukseskan pelaporan BKD ke SISTER hingga tunjang akreditasi?
Pengisian Beban Kerja Dosen (BKD) terkadang masih memerlukan waktu lama karena dosen masih harus mencari berbagai informasi terkait aktivitas seperti riwayat mengajar dan hingga bukti pelaksanaan Tridharma. Melalui permasalahan ini, modul kepegawaian SEVIMA hadir dengan solusi penyimpanan semua riwayat dosen dan terintegrasi dengan berbagai sistem lainnya sehingga dosen dapat lebih mudah melihat jejak aktivitas dosen secara keseluruhan.
Modul kepegawaian dapat menjadi solusi untuk mempermudah kolaborasi antar civitas akademika ketika pengisian BKD. Dosen, admin program tinggi dan program studi dapat berkolaborasi dalam mengunggah dokumen internal yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi.
Pada implementasi modul ini, dosen yang sudah memenuhi persyaratan BKD wajib dapat langsung menyerahkan pada tim kepegawaian untuk diperiksa dan divalidasi. Setelah proses ini selesai, data secara otomatis masuk ke SISTER.
Selain sebagai alat pelaporan BKD, informasi mengenai dosen akan secara otomatis dicatat dalam data repositori. Tentu saja, ini akan memudahkan penyimpanan informasi yang diperlukan untuk keperluan pengajuan akreditasi. Dengan demikian, program studi tidak perlu lagi mencari informasi secara berulang-ulang dalam sistem pusat perguruan tinggi.
Terkadang, pengisian BKD secara manual masih sering mengalami kegagalan. Permasalahan ini biasanya seperti data yang belum lengkap, server sedang sibuk, sehingga data yang kurang valid. Oleh karena itu, SEVIMA merekomendasikan agar semua dosen memiliki akun SISTER Cloud DIKTI.
Tidak hanya dosen, administrator juga harus memeriksa dan memastikan bahwa pengaturan API telah diperbarui untuk menggunakan SISTER Cloud, bukan lagi menggunakan SISTER Perguruan Tinggi.
Diperkirakan bahwa integrasi antara SEVIMA Platform dan SISTER Cloud DIKTI akan mempermudah manajemen data kepegawaian di perguruan tinggi. Dengan demikian, proses pengumpulan data untuk keperluan Beban Kerja Dosen (BKD) dapat berjalan dengan lancar.
Tertarik merasakan kesuksesan pelaporan SISTER dan kemudahannya melalui SEVIMA Platform? Yuk segera konsultasi dengan TIM SEVIMA di sini atau kunjungi SEVIMA.COM . untuk informasi terkait sistem informasi akademik lainnya.
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi