Berita | Liputan Media

Tips Bagi Kampus Terapkan Program Merdeka Belajar

Surabaya (30/03/2021) – Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diharapkan bisa dioptimalkan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Program ini diharapkan mampu menjawab tantangan perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang sesuai perkembangan zaman.

 Saat ini, banyak perguruan tinggi yang sedang mempersiapkan implementasi kurikulum Kampus Merdeka dalam proses pembelajarannya. Namun beberapa perguruan tinggi masih bingung terkait penerapannya di kurikulum kampus masing-masing. Untuk itu, Event Webinar rutin SEVIMA mengangkat tema terkait “Tips Membangun Kurikulum Kampus Merdeka serta Ekuivalensinya” yang dihadiri 4000 peserta dari penyusunan kurikulum pendidikan tinggi.

 Dalam sambutanya, Sugianto Halim selaku Direktur Sentra Vidya Utama (SEVIMA) mengungkapkan harapan manfaat Webinar “kami semua berharap melalui forum ini dapat menjawab semua keraguan dan pemahaman terkait implementasi Kampus Merdeka di Perguruan Tinggi untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten”. Ujar Halim dalam Webinar melalui Live Zoom dan Youtube pada Selasa (30/03/2021).

 Strategi Penerapan Kurikulum MBKM

Menurut Dr. Eng. Siti Machmudah, S.T.,M.Eng. Direktur Pendidikan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) sekaligus pembicara dalam Webinar ini menjelaskan bahwa dalam penyesuaian program MBKM, perguruan tinggi harus bisa menyesuaikan kurikulum dengan tepat.

 “Pihak kampus harus bisa menyesuaikan kurikulum dengan tepat. Tak semua mata kuliah harus dikonversikan dengan program ini. Misalnya saja di prodi teknik. Tak semua mata kuliah di prodi teknik bisa dikonversikan menjadi kurikulum baru.” Terang dia

 Namun, beberapa mata kuliah yang merupakan bagian dari proyek kemanusiaan sangat bisa untuk diekuivalenkan dengan program tersebut.

 “Beberapa proyek kemanusiaan bisa dikonversikan di dalam kurikulum baru. Misalnya saja seperti mata kuliah wirausaha. Mata kuliah ini bisa diekuivalenkan dalam program MBKM. Sehingga, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut setara dengan menempuh 20-50 SKS,” tambahnya.

 Siti Machmudah juga menjelaskan, bahwa dalam mensinergikan MBKM-Kurikulum ini terdapat tiga strategi, antara lain:

  1. Menambah mata kuliah pilihan
  2. Menambah mata kuliah pilihan terutama untuk kegiatan magang
  3. Melakukan mapping mata kuliah terkait transfer kredit.

Sinergi antar Perguruan Tinggi untuk Program Kampus Merdeka

Bagus Jati Santoso, S.Kom., Ph.D. Ketua Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Mahasiswa (PKKM) ITS sebagai pembicara kedua juga mengungkapkan untuk mendukung program MBKM ini, seluruh PTN BH di wilayah Indonesia membuat program terbaik agar lebih sinergi. Kegiatan tersebut dikenal dengan sistem pertukaran pelajaran Sasrabahu.

 “Agar mendukung penuh program MBKM, PTN BH di seluruh Indonesia meluncurkan program pertukaran pelajar ‘Sasrabahu’ (sasrabahu.id). Program ini dinilai akan memudahkan antar kampus bisa bersinergi dengan baik,” tuturnya.

 Adanya platform Sasrabahu ini, dibuat karena angka pertukaran antar PTN yang masih berjumlah sedikit. Maka Kemendikbud akhirnya memprakarsai program ini agar tujuan dari pertukaran pelajar bisa tercapai.

 “Selain mendukung program MBKM, platform Sasrabahu ini dibuat agar minat mahasiswa melakukan pertukaran pelajar antara PTN BH bisa meningkat. Sehingga mahasiswa tak hanya mengikuti kegiatan pertukaran pelajar di luar negeri saja, namun juga di dalam negeri,” ungkapnya.

 Langkah Membangun Kurikulum MBKM di PTKI

Pembicara ketiga Bapak H. Kurniawan, S.Ag., M.Pd. menambahkan, bahwa ada 4 langkah tepat untuk membangun kurikulum MBKM di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI), yaitu:

  1. Menyesuaikan program MBKM dengan Kurikulum Eksisting
  2. Menerima pendaftaran mahasiswa yang ingin mengambil MBKM
  3. Menyusun persyaratan bagi mahasiswa luar yang mengambil MBKM
  4. Menetapkan dosen pendamping selama program MBKM berlangsung.

Artikel ini dimuat di kumparan.com pada 1 April 2021.

Bagikan artikel ini
TAGS :

Komentar