Berita | Liputan Media

Untuk Mahasiswa, Inilah 4 Kesempatan Unik yang Bisa Kalian Coba di Kampus Merdeka

zonamahasiswa.id – Kemendikbud meluncurkan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), yang kegiatannya belajar sekaligus praktek di luar kelas selama tiga semester.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari perkuliahan dan diberi nilai sebesar 60 SKS. Kemudian, program-program pada Kampus Merdeka juga bisa menjawab tantangan perguruan tinggi untuk menghasilkan lulusan yang bisa menjawan dan mengikuti perkembangan zaman.

Bisa Pertukaran Pelajar

Kesempatan unik yang satu ini tidak hanya berlaku untuk luar negeri saja, lho. Melainkan, bisa antarprodi atau antarkampus, menurut Ketua Program Kompetisi Kampus Merdeka Bagus Jati Santoso. Bagus juga menjelaskan, bahwa kualitas kampus sendiri juga tidak kalah dengan kampus di luar negeri.

“Pak Dirjen Dikti juga menyatakan bahwa pertukaran pelajar dalam negeri, masih sangat sedikit,” ujar Bagus.

Kamudian, dalam praktek pertukaran pelajar mahasiswa bisa mengambil mata kuliah apa pun di jurusan lain maupun kampus lain. Caranya sangat mudah, mereka hanya harus mengakses website Sasrabahu.ID lalu pilih mata kuliah dan kampus yang diinginkan.

Selain itu, kampus telah memberikan fasilitas dengan cara menambah mata kuliah pilihan dan melakukan pemetaan atas kemungkinan transfer kredit (pengakuan kegiatan sebagai nilai).

“Jadi bisa saja, anak kuliah di Teknik Informatika ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember). Lalu ambil pertukaran pelajar di ITB (Institut Teknologi Bandung). Tidak ada masalah, sekarang eranya kolaborasi,” ujar Bagus.

Magang Sekaligus Kuliah Online

Kesempatan unik kedua yang bisa kalian coba di kampus merdeka, yaitu magang sekaligus mengikuti perkuliahan untuk menambah nilai.  

Apalagi didukung oleh kondisi pandemi yang mengharuskan para pelajar termasuk mahasiswa menggunakan sistem pembelajaran asynchronous (tidak langsung) dan blended (campuran online dan offline).

“Mahasiswa mau ikut kuliah di kelas pada jam tertentu silakan. Mau ikut kuliah lain waktu, juga bisa karena kuliah di kelas itu direkam dan bisa disimak lain waktu. Jadi kuliah bisa diakses secara online dari mana saja dan kapan saja. Sore hari pulang kerja setelah magang di Jakarta, buka laptop, lalu ikut kuliahnya ITS, itu bisa banget,” ujar Bagus.

Hal ini sehubungan dengan Direktur Pendidikan ITS, Siti Machmudah, yang mengatakan, dalam program Kampus Merdeka, magang bisa diakui hingga 20 SKS.

“Di ITS, kita mengakui magang hingga 6 SKS,” kata Siti.

Menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Kesempatan emas yang selanjutnya, kalian juga bisa melakukan penelitian, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dan yang lebih menguntungkannya lagi, penelitian tersebut akan diakui sebagai pengganti nilai kuliah.

“Jadi mahasiswa mau meneliti, mengajar lewat program Kampus Mengajar, dan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di desa dan pelosok Indonesia. Itu diakui dan dinilai seperti kuliah,” kata Siti.

Apabila kalian tertarik dengan program ini, caranya sangat mudah. Kalian hanya tinggal mengusulkan keinginannya untuk meneliti, mengajar, atau mengabdi, melalui dosen pembimbing masing-masing. Siti juga menegaskan bahwa apa yang mahasiswa terapkan, sesuai dengan ilmu yang mereka pelajari di bangku kuliah.

“Misal kuliah di Teknik Kimia, maka bisa saja meneliti di pabrik pupuk, mengajarkan pemakaian pupuk ke petani, melakukan donasi ke petani hingga membangun sistem pertanian di desa. Nanti dosen pembimbing yang akan mengarahkan dan memberi lampu hijau,” ujar Siti.

Kuliah Sambil Wirausaha

Kesempatan unik yang terakhir dan bisa didapatkan, yakni kuliah sambil wirausaha. Ketua Program Studi IAIN Curup Kurniawan MPD menjelaskan, kesempatan ini adalah yang paling menarik secara finansial. Karena, mahasiswa bisa mendapat profit dari hasil usahanya, sekaligus dapat nilai.

“Jadi sambil kuliah, sambil berwirausaha dan bikin startup, dan itu diakui oleh negara. Bahkan, bisa juga dapat fasilitas Pendanaan dari Program Kewirausahaan Ditjen Dikti dan Platform Kedaireka. Artinya uang dapat, nilai dapat,” ujar Kurniawan.

Lalu, ada mahasiswa IAIN Curup berhasil membuka bimbingan belajar dan startup seputar Pendidikan. Kegiatan ini kemudian bisa dikonversi menjadi SKS sekaligus kesempatan menerapkan ilmu mahasiswa.

Hal ini berhasil ia lakukan dengan cara menyesuaikan kurikulum, menerima pendaftaran mahasiswa, menyusun syarat pendaftaran yang rinci, dan memberdayakan dosen pendamping sebagai pamong bagi para mahasiswa.

“Kebetulan karena program studi kami adalah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, maka mahasiswa membuka bimbel untuk anak sekolah. Ilmu mengajar mereka praktikkan, uang mereka dapat, nilai mereka dapat juga,” kata Kurniawan.

Dalam webinar ini, selain dihadiri ribuan anggota Komunitas Sentra Vidya Utama (Sevima), sebanyak 33 Rektor dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Indonesia juga turut hadir.

 

Artikel ini telah tayang di Zonamahasiswa.id pada  April 8, 2021

Bagikan artikel ini

Komentar