5 Rekomendasi Jurusan Kuliah dengan Prospek Karir Cerah di Masa Depan
27 Mar 2025
16 Mar 2026

SEVIMA.COM– Di sebuah dapur praktikum, seorang mahasiswa kuliner berdiri fokus di depan meja kerja. Ia harus cekatan menyelesaikan plating hidangan yang rumit: saus harus jatuh di tempat yang tepat, potongan garnish simetris, dan aroma masakan harus menggugah selera.
Bagi banyak orang, ini mungkin hanya latihan memasak. Namun bagi mahasiswa di institusi yang kini dikenal sebagai Universitas ASA Indonesia, pengalaman seperti ini adalah bagian dari proses panjang untuk memasuki industri hospitality profesional.
Beberapa tahun kemudian, banyak dari mereka sudah tidak lagi berada di ruang praktikum. Mereka bekerja di dapur hotel berbintang, mengelola restoran, atau memimpin tim operasional di industri pariwisata.
Cerita seperti ini bukan hal baru. Selama lebih dari 57 tahun, kampus ini telah melahirkan profesional yang bekerja di berbagai hotel bintang lima, jaringan hospitality internasional, hingga kompetisi kuliner dunia.
Kini, dengan identitas baru sebagai Universitas ASA Indonesia (ASINDO), kampus ini memasuki fase baru: memperkuat branding sebagai kampus hospitality modern yang tetap berakar pada pengalaman panjang yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Universitas ASAINDO lahir dari penggabungan dua institusi yang telah lama dikenal di dunia pendidikan pariwisata: Akademi Pariwisata Indonesia (Akpindo) yang berdiri sejak 1967 dan Sekolah Tinggi Pariwisata Internasional (STEIN) yang sudah ada sejak tahun 2000.
Keduanya berada di bawah Yayasan Lembaga Bina Pendidikan Pariwisata (YLBPP) dan secara resmi bergabung pada Oktober 2022 melalui program akselerasi transformasi pendidikan tinggi dari Kementerian Pendidikan.
Dari penggabungan tersebut lahirlah sebuah nama baru: ASA.
Menurut Dr. Bonifasius Mula Horas Nainggolan, M.Si., M.M., Rektor Universitas ASA Indonesia, nama tersebut bukan sekadar identitas baru, tetapi juga membawa makna yang merepresentasikan perjalanan kampus.
“ASA itu bisa dikatakan harapan. Tapi sebenarnya dia adalah akronim dari Akpindo, STEIN, dan Adaptive. Memberikan harapan untuk menjadi institusi yang lebih besar,” jelasnya.
Nama ini mencerminkan dua hal sekaligus: fondasi kuat dari pengalaman panjang serta semangat untuk terus beradaptasi dengan perkembangan industri.
Pendekatan pembelajaran di Universitas ASA Indonesia dirancang sangat dekat dengan kebutuhan industri hospitality. Di program D3 Kulineri Grand Chef School, mahasiswa tidak hanya belajar teknik dasar memasak. Selama masa studi, mereka diwajibkan menguasai lebih dari 200 resep.
“Bayangkan, tiga tahun belajar dengan lebih dari 200 resep yang harus dikuasai. Itulah kalau sekolah kuliner kami,” ujar Rektor.
Selain itu, Universitas ASA Indonesia juga memiliki spesialisasi Chocolate Art, sebuah keahlian yang menjadi pembeda dalam kurikulum kuliner kampus ini.
Pendekatan ini memastikan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga siap bekerja di dapur profesional setelah lulus.
Untuk menjaga kualitas lulusan yang memiliki daya saing, untuk mahasiswa lulusan Diploma 3, S1 dan S2 diwajibkan membuat tugas akhir dalam bentuk Karya Tulis Akhi (KTA) untuk Diploma 3, Skripsi untuk S1 dan Tesis untuk S2. Agar kualitas lulusan selalu terjaga, maka setiap mahasiswa S1 yang akan lulus diwajibkan mempublikasikan artikelnya di jurnal terindeks Sinta 4 atau 5, sementara mahasiswa S2 diwajibkan mempublikasikan artikelnya di jurnal terindeks Sinta 3. Dengan adanya kewajiban ini, maka target untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing bisa dicapai.
Industri hospitality memiliki ritme kerja yang berbeda dari sektor lain, terutama karena sistem shift kerja yang umum diterapkan di hotel dan restoran. Untuk menyesuaikan realitas tersebut, Universitas ASA Indonesia merancang sistem perkuliahan yang fleksibel.
Ini yang menjadi keunggulan Universitas ASA Indonesia, mahasiswa program S1 Manajemen dapat memilih kuliah pagi atau malam tanpa perbedaan biaya.
“Kalau dia shift pagi di hotel atau tempat kerja, kuliahnya malam. Kalau shift malam, kuliahnya pagi,” jelas Rektor.
Pendekatan ini membuat pendidikan berjalan selaras dengan dunia kerja. Tidak sedikit mahasiswa yang sudah bekerja di industri hospitality bahkan sebelum menyelesaikan studi mereka.
Seiring perkembangan zaman, Universitas ASA Indonesia juga membuka program studi baru seperti Sistem Informasi dan Teknologi Informasi.
Namun identitas pariwisata tetap menjadi bagian penting dari seluruh program studi.
Setiap mahasiswa, termasuk di program teknologi, tetap mempelajari Pengantar Pariwisata sebagai mata kuliah dasar.
“Semua mata kuliah di sini pasti ada nuansa pariwisatanya, termasuk TI dan SI. Roh kita di situ,” tegas Rektor.
Pendekatan ini membuat lulusan teknologi tidak hanya memahami sistem digital, tetapi juga memahami kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.
Mahasiswa TI dan SI bahkan pernah mendapatkan hibah dari Dikti untuk mengembangkan software bagi instansi pemerintah di Jakarta.
Dengan pengalaman panjang mengelola pendidikan tinggi bidang pariwisata, alumni Universitas ASA Indonesia telah tersebar di berbagai penjuru dunia. Untuk mempererat jaringan ini, ASAINDO membentuk Ikatan Alumni yang kini aktif di berbagai wilayah dan negara.
Kepengurusan pusat dipimpin oleh Heru Wibowo, M.M., sebagai Ketua Umum, yang juga menjabat General Manager Swiss-Belhotel Bogor. Posisi Wakil Ketua dipegang oleh Lalu Aswadi Djaya, M.M., yang saat ini menjabat GM Hotel Grand Mercure Kemayoran.
Di tingkat daerah dan luar negeri, jaringan DPD Ikatan Alumni ASAINDO mencakup:
Di luar kepengurusan Ikatan Alumni, jejak profesional alumni ASAINDO juga terbentang luas di berbagai sektor industri:
Dengan pengalaman lebih dari setengah abad, Universitas ASA Indonesia (ASAINDO) kini memperkuat identitasnya sebagai kampus hospitality yang adaptif terhadap perkembangan industri global.
Warisan pengalaman yang panjang menjadi fondasi, sementara inovasi pendidikan terus dikembangkan untuk menjawab kebutuhan masa depan.
“Kami sudah berjalan sejak 1967. Sekarang kami melanjutkan perjalanan itu dengan identitas baru. Mudah-mudahan bisa menjadi lebih besar,” ujar Rektor.
Bagi Universitas ASA Indonesia, identitas baru ini bukan sekadar perubahan nama. Ini adalah langkah untuk membawa pengalaman panjang menuju masa depan pendidikan hospitality yang lebih luas dan relevan dengan perkembangan industri.
Diposting Oleh:

Liza SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform, segera jadwalkan konsultasi di: Kontak Kami