Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Ekuivalensi Kurikulum: yang Disetarakan Progres Studi Mahasiswa, Bukan Mata Kuliahnya
13 Oct 2026
Perguruan Tinggi | Teknologi, Data & AI
03 Jan 2022
SEVIMA.COM – Ismail Fahmi, Pendiri Drone Emprit dalam Webinar Ditjen Diktiristek menyebut bahwa pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial Intelligence/AI) menjadi sangat penting diterapkan saat ini, terutama di sektor pendidikan tinggi.
Ismail menyebut tiga jenis kecerdasan digital yang wajib dimiliki oleh perguruan tinggi supaya Indonesia tidak ketinggalan dari negara-negara lain di bidang teknologi. Jenis kecerdasan digital yang ketiga adalah kewarganegaraan digital, kreativitas digital, dan daya saing digital.
Baca juga : Cara Agar Perguruan Tinggi Siap Bertransformasi Digital
“Yang pertama digital citizen, di mana kita bisa menggunakan teknologi digital, handphone, internet, laptop, untuk mencari informasi informasi,” kata Ismail dalam webinar yang digelar Ditjen Diktiristek pada Senin, (3/2/2021).
“Yang kedua, kreativitas digital. Sudah jelas ya, kata kreativitas berarti menciptakan. Kita bisa menciptakan pengetahuan baru, membuat aplikasi, membuat tulisan, membuat karya apa pun di internet,” imbuh Ismail.
“Yang terakhir, daya saing digital. Setelah kita bisa menciptakan perusahaan, produk, peluang kerja yang baru juga,” kata Ismail.
Agar pemanfaatan AI bisa maksimal, jenis kecerdasan digital ketiga di atas, kata Ismail, harus terpenuhi. Terlebih lagi soal daya saing digital (daya saing digital) dengan negara-negara lain.
Ismail menyebut bahwa posisi daya saing digital Indonesia masih sangat rendah di antara negara-negara dengan jumlah populasi di atas 20 juta orang. Indonesia masih kalah dibandingkan negara tetangga, Filipina, per data Media Kernels Indonesia pada tahun 2019. “Kenapa? Karena kita belum siap ke arah sana, menciptakan produk yang baru berbasis teknologi digital,” kata Ismail.
Baca juga : 5 Aplikasi Ditjen Diktiristek Untuk Mendukung Transformasi Digital Pendidikan Tinggi
Sementara itu, di sisi lain, Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), meluncurkan lima aplikasi transformasi digital di awal tahun ini. Kelima aplikasi tersebut adalah Sistem Informasi Kelembagaan (SIAGA), Satu Dikti, Single Sign On (SSO), Neo Feeder, dan Dikti Artificial Intelligence (AI) Centre.
Dikti meluncurkan lima aplikasi tersebut dalam rangka mendukung akselerasi transformasi digital dan upaya meningkatkan kualitas layanan guna menciptakan proses belajar mengajar di dunia pendidikan tinggi yang lebih baik.
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi