Kontak Kami

Dunia Kampus

10 Tahun GoFeeder: Cerita yang Lahir dari Para #pejuangPDDIKTI

25 Jun 2026

Ditulis oleh Sugianto Halim, M.MT.
CEO PT Sentra Vidya Utama (SEVIMA)

 

Sebuah catatan untuk operator, dosen, dan pimpinan perguruan tinggi kecil dan menengah di seluruh penjuru Indonesia.

SEVIMA.COM- Di sebuah ruang kerja sempit di kampus kecil — entah di pelosok Sumatera, di lereng gunung Jawa, atau di seberang pulau yang sinyalnya datang dan pergi — ada satu lampu yang sering menyala paling akhir. Di bawahnya, seorang operator menatap layar yang menampilkan data ribuan mahasiswa. Bukan untuk dirinya sendiri. Ia berjuang agar laporan kampusnya bisa masuk ke PDDIKTI tepat waktu, agar status mahasiswa tetap aktif, agar seorang anak petani yang menabung untuk kuliah tidak terhenti langkahnya hanya karena administrasi yang tersendat.

Banyak dari mereka tidak punya gelar yang berkilau, tidak punya tim besar, tidak punya anggaran yang longgar. Yang mereka punya hanya satu: rasa tanggung jawab. Cerita GoFeeder, pada akhirnya, adalah cerita tentang orang-orang seperti ini.

Berawal dari sebuah amanah besar

SEVIMA bukan perusahaan kemarin sore. Sejak 2004 — lebih dari dua dekade — kami berkomitmen menyelesaikan kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi Indonesia.

Antara tahun 2014 hingga 2022, SEVIMA mendapat amanah untuk turut berkolaborasi dalam mengembangkan sistem pendataan pendidikan tinggi nasional: PDDIKTI Forlap dan Feeder, sistem yang mengolah data jutaan mahasiswa dan terintegrasi secara nasional untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Masa itu adalah masa transisi besar: dari EPSBED menuju PDDIKTI Feeder, sebuah cara baru pelaporan yang mau tidak mau harus diikuti semua kampus.

Bagi perguruan tinggi yang sudah punya sistem akademik, perubahan ini tidak terlalu berat. Tapi bagi kampus yang belum memilikinya — dan jumlahnya banyak — menyiapkan data pelaporan menjadi pekerjaan yang melelahkan dan memakan waktu. Di titik inilah benih GoFeeder mulai tumbuh.

Asal yang tak pernah direncanakan

Untuk memastikan Web Service Feeder yang dibangun benar-benar bekerja sesuai spesifikasi desain, tim SEVIMA membuat satu aplikasi internal sederhana: alat untuk automated testing — memastikan setiap fungsi Web Service merespons dengan benar.

Tidak ada yang membayangkan alat uji ini akan tumbuh menjadi sesuatu yang lain.

Suatu hari muncul satu pertanyaan kecil di antara tim: “Kalau alat uji ini sudah bisa membaca dan menulis data ke Feeder, kenapa tidak kita modifikasi sedikit menjadi mini-SIAKAD, lalu kita pinjamkan ke beberapa kampus? Sekalian meringankan beban pengujian kami, sekaligus membantu mereka melapor.”

Dari pertanyaan sederhana itulah, pada 2016, lahir SEVIMA GoFeeder. Sebuah aplikasi yang setup-nya cukup lima menit, lalu dikoneksikan ke Web Service Feeder masing-masing kampus, dan langsung bisa dipakai. Setiap data yang masuk ke GoFeeder otomatis tersambung ke Feeder PDDIKTI, dan sebaliknya — operator tidak perlu lagi mengetik dua kali.

Ketika beberapa pertanyaan menjadi ribuan

Awalnya hanya segelintir kampus yang memakainya — sekadar untuk membantu pelaporan. Tapi kabar baik selalu menyebar lebih cepat dari yang diperkirakan. Satu operator bercerita ke operator lain. Pertanyaan mulai berdatangan: bagaimana cara install, bagaimana sinkronisasi, kenapa data saya begini.

Lama-lama tim SEVIMA kewalahan menjawab satu per satu. Maka dibuatlah satu wadah agar semuanya terpusat: Grup Facebook SEVIMA GoFeeder.

Lalu sesuatu yang indah terjadi.

Yang menjawab pertanyaan di grup itu perlahan bukan lagi tim SEVIMA — melainkan para operator sendiri. Mereka yang baru kemarin bertanya, hari ini sudah membantu yang lain. Dokumentasi bermunculan. Video tutorial dibuat sukarela. Tips dan trik dibagikan tanpa diminta. Tidak ada yang menggaji mereka. Tidak ada hadiah. Yang ada hanya satu kepuasan sederhana: lega bisa membantu sesama yang sedang mengalami kesulitan yang dulu pernah mereka rasakan sendiri.

Dari semangat inilah lahir sebuah panggilan kehormatan: #pejuangPDDIKTI.

Pahlawan yang jarang disebut namanya

Mereka tidak muncul di berita. Nama mereka tidak terpampang di sertifikat akreditasi. Tapi merekalah yang datang ke kampus lain di kabupaten sebelah — naik motor berjam-jam — hanya untuk mengajari cara yang benar. Merekalah yang membalas chat tengah malam saat seorang operator panik mendekati tenggat pelaporan. Merekalah yang konsisten menjadi “kepala suku” di wilayahnya, menjaga agar tidak ada kampus yang tertinggal sendirian.

Mereka berkorban tanpa pamrih. Dan sering kali, apresiasi yang mereka terima tidak sebanding dengan apa yang mereka berikan.

Tapi mereka tetap berjuang. Karena mereka tahu, di ujung setiap laporan yang berhasil dikirim, ada mahasiswa nyata yang bisa melanjutkan studinya, lulus tepat waktu, melamar kerja, dan meniti karier tanpa terganjal urusan administrasi. Itulah upah yang sesungguhnya mereka cari.

Komunitas ini kemudian diwadahi secara resmi melalui SEVIMA Community, tempat para heroes dari berbagai daerah berkumpul, saling menguatkan, dan terus tumbuh menjadi ribuan anggota.

Lebih dari sekadar pelaporan

Yang membuat kami bangga bukan sekadar angkanya, melainkan perubahan cara pikirnya.

Banyak kampus yang dulu memandang sistem ini hanya sebagai “alat lapor ke DIKTI”, perlahan mulai melihatnya sebagai sistem informasi akademik yang utuh. GoFeeder ternyata membawa fitur-fitur layaknya SIAKAD: KRS online untuk mahasiswa, manajemen kelas dan jadwal, pengelolaan nilai dan IPK otomatis, hingga cetak KHS, KRS, RHS, dan transkrip. Dipakai mahasiswa, dipakai dosen, dipakai manajemen untuk mengambil keputusan.

Dari sekadar kewajiban pelaporan, menjadi tata kelola yang lebih rapi. Inilah misi yang sejak awal kami pegang: mendorong good governance di dunia pendidikan tinggi.

Perlu kami sampaikan dengan jujur: GoFeeder adalah sumbangan murni dari SEVIMA (PT Sentra Vidya Utama) sebagai kontribusi bagi pendidikan Indonesia. Ia tidak berafiliasi resmi dengan DIKTI, melainkan memanfaatkan Web Service yang memang disediakan DIKTI, sesuai ketentuan yang berlaku.

Tangga yang membawa kampus naik kelas

Seiring waktu, semakin banyak kampus yang merasakan manfaatnya. Sepanjang perjalanan sepuluh tahun ini, GoFeeder menyentuh kurang lebih seribu perguruan tinggi di seluruh Indonesia — sebagian besar kampus kecil dan menengah yang paling membutuhkan uluran tangan.

Namun saat dipakai sehari-hari, banyak kampus menengah ke bawah menemui kendala yang serupa: aplikasi hanya terpasang di laptop operator sehingga tidak maksimal, kesulitan mengonlinekan agar bisa diakses seluruh civitas, internet kampus yang sering putus, SDM IT yang terbatas, server yang kurang bertenaga, hingga kebutuhan integrasi pembayaran dan format laporan yang berbeda-beda.

Untuk menjawab itu, SEVIMA menghadirkan GoFeeder Cloud — GoFeeder yang sama, namun server, jaringan, dan keamanannya ditangani oleh tim profesional SEVIMA, dengan akses 24 jam, custom laporan, integrasi aplikasi mobile EdLink dan pembayaran kuliah SevimaPay, serta pelatihan dan dukungan penuh. Dan bagi kampus yang ingin tumbuh lebih jauh lagi, tersedia SEVIMA Platform — ekosistem lengkap mulai dari sistem akademik, keuangan, akreditasi, hingga karier alumni.

Maka, dari sekitar seribu kampus yang pernah menapaki perjalanan ini:

  • Sebagian naik kelas ke SEVIMA Platform, ketika kebutuhan tata kelola mereka tumbuh lebih besar dan kompleks.
  • Sebagian beralih ke GoFeeder Cloud, ketika mereka butuh kestabilan, keamanan, dan dukungan penuh tanpa repot mengurus server sendiri.
  • Dan lebih dari 500 kampus tetap menjadi pengguna aktif GoFeeder Community yang terdaftar hingga hari ini — terus dirawat, terus didampingi, tanpa dikenai biaya.

GoFeeder, dengan kata lain, bukan sekadar aplikasi gratis. Ia adalah anak tangga pertama — tempat sebuah kampus kecil mulai merapikan dirinya, lalu memutuskan sendiri seberapa jauh ingin melangkah.

Konsistensi yang tidak berhenti

Ini bagian yang ingin kami sampaikan secara terbuka, terutama kepada para pimpinan perguruan tinggi kecil dan menengah serta operator yang baru bergabung:

GoFeeder Community tetap gratis, dan akan terus kami dukung. Bahkan setelah banyak kampus tumbuh dan beralih ke layanan berbayar, kami tidak menutup pintu Community. Karena dari awal niatnya memang bukan jualan, melainkan kontribusi — memastikan tidak ada kampus yang tertinggal hanya karena keterbatasan sumber daya.

Bagi yang bertanya “apa sebenarnya yang dilakukan SEVIMA?” — inilah jawabannya secara ringkas: kami adalah perusahaan edutech yang sejak 2004 fokus membantu pendidikan tinggi Indonesia, pernah dipercaya turut membangun PDDIKTI Feeder yang dipakai seluruh kampus nasional, dan secara sukarela mengembangkan serta merawat GoFeeder selama satu dekade agar kampus mana pun bisa melapor dengan benar dan mengelola akademiknya dengan rapi.

Kami tidak mengklaim ini sebagai pencapaian kami semata. Justru sebaliknya — ini adalah pencapaian para #pejuangPDDIKTI yang telah menjadikannya hidup.

Kisah-kisah yang menguatkan

Yang membuat semua ini terasa nyata bukan angka, tapi cerita orang-orangnya.

Ada operator yang dulu lembur sampai dini hari demi laporan PDDIKTI, kini cukup beberapa klik. Ada kampus yang sempat berstatus pembinaan, lalu bangkit hingga akreditasinya membaik. Ada program studi yang berhasil meraih predikat unggul setelah administrasinya tertata. Ada kampus yang tak perlu lagi melakukan rekonsiliasi data berulang setiap hari.

Cerita-cerita seperti ini tersebar di banyak daerah, dengan nama dan wajah yang berbeda-beda — tapi benang merahnya sama: ketika tata kelola dibereskan, energi kampus bisa kembali ke hal yang paling penting, yaitu mendidik mahasiswa.

Untuk para pejuang, terima kasih

Banyak anggota komunitas yang kini telah naik jabatan dan pangkat ke jenjang yang lebih baik. Banyak kampus yang berhasil meningkatkan akreditasinya. Ada yang berpindah ke homebase yang lebih mapan. Ada pula yang tetap setia menjadi penjaga di wilayahnya masing-masing.

Apa pun jalan yang kalian tempuh sekarang, kami ingin mengatakan satu hal:

Kerja keras kalian tidak pernah sia-sia. Setiap data yang kalian rapikan, setiap pertanyaan yang kalian jawab di grup, setiap perjalanan ke kampus tetangga — semuanya bermuara pada satu hal sederhana namun mulia: memastikan pendidikan tinggi tetap berjalan, dan tidak ada mahasiswa yang langkahnya terhenti hanya karena administrasi.

Kami bangga menjadi bagian kecil dari perjalanan besar ini. Dan kami akan terus berdiri di samping kalian.

Salam,
#pejuangPDDIKTI — #revolutionizeEducation

Diposting Oleh:

Liza SEVIMA

Tags:

-

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Video Terbaru

Kampus Sudah Jalankan SPMI, Tapi Siapkah Saat AMI Minta Bukti?