Kontak Kami

Artikel

SEVIMA Dukung Komdigi Susun Panduan Keamanan AI Nasional

01 Jul 2026

Sektor edutech menjadi salah satu mitra diskusi dalam forum penyusunan panduan teknis keamanan AI yang diinisiasi oleh Kementerian Komunikasi dan Digital. SEVIMA turut hadir dalam pengembangan AI di tanah air.

SEVIMA.COM– Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), melalui Direktorat Kecerdasan Artifisial dan Ekosistem Teknologi Baru, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital, menggelar rapat pembahasan penyusunan Rekomendasi Kebijakan Standar Layanan Minimal dan Keamanan Ekosistem Infrastruktur Kecerdasan Artifisial pada 24 Juni 2026 di Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama. Forum ini mengundang pelaku industri lintas sektor sebagai mitra diskusi dan narasumber, dengan tujuan menyusun Modul Assessment terkait Keamanan Ekosistem Infrastruktur Kecerdasan Artifisial yang bisa menjadi acuan praktis bagi pelaku industri di Indonesia.

Pemerintah sebelumnya telah menyusun regulasi etika AI berisi sembilan poin. Forum ini hadir dengan fokus yang berbeda, yaitu merumuskan rekomendasi kebijakan dan standar teknis yang lebih konkret, sebagai pelengkap, bukan pengganti, bagi regulasi yang sudah ada.

Salah satu mitra diskusi dalam forum ini adalah SEVIMA, perusahaan teknologi pendidikan (edutech) yang telah dipercaya oleh lebih dari 1.300 perguruan tinggi di Indonesia. SEVIMA diwakili oleh Tirta Untario, Chief Information Officer (CIO) SEVIMA, sebagai tamu diskusi dari sektor pendidikan tinggi.

Panduan Praktis, Bukan Regulasi yang Mengikat

Hasil akhir dari proses ini bukan regulasi yang mengikat secara hukum, melainkan rekomendasi kebijakan dan modul assessment teknis yang bisa menjadi acuan praktis bagi pelaku industri AI di Indonesia. Sifatnya tidak memaksa, namun dirancang cukup konkret agar benar-benar bisa diterapkan, sehingga bukan sekadar dokumen normatif yang berhenti di atas kertas.

Pendekatan ini dipilih dengan satu tujuan, yaitu aspek keamanan tetap terjaga tanpa menghambat laju inovasi. Dengan format yang lebih fleksibel dibanding regulasi formal, pelaku industri tetap punya ruang untuk bereksperimen dan berkembang, sembari secara bertahap mengadopsi standar keamanan yang relevan dengan produk masing-masing.

Membahas Perkuatan Industri AI di Tanah Air

Forum ini juga menyoroti satu area yang masih terus diperkuat di industri AI secara luas, yaitu pemahaman terhadap risiko keamanan dasar seperti prompt injection, yaitu teknik manipulasi instruksi yang bisa membuat sistem AI bertindak di luar kendali penggunanya. Dari titik ini, forum mendiskusikan hal-hal yang perlu diperhatikan saat membangun produk AI, dengan kerangka acuan seperti OWASP Top 10 sebagai salah satu referensi yang dapat diadaptasi, agar aspek keamanan sudah dipertimbangkan sejak tahap perancangan, bukan ditambahkan setelah produk dirilis ke publik.

Indonesia Belum Punya Model AI Sendiri

Ada satu hal baru yang disadari tim Komdigi dari masukan industri,yaitu Indonesia hingga kini sepenuhnya bergantung pada model AI dari luar negeri. Kondisi ini akibat belum memiliki model AI (foundation model) buatan sendiri. Tim Komdigi menyebut ini sebagai temuan baru yang relevan untuk turut dipertimbangkan dalam penyusunan rekomendasi kebijakan.

Pelajaran dari Kasus Anthropic

Risiko ini bukan sekadar wacana. Pada 12 Juni 2026, pemerintah Amerika Serikat mengeluarkan direktif kontrol ekspor atas dasar kekhawatiran keamanan siber yang memerintahkan Anthropic, pengembang model AI Claude. Untuk menghentikan akses dua model terbarunya, Claude Fable 5 dan Claude Mythos 5, bagi seluruh warga negara asing di mana pun berada. Karena tidak punya cara memfilter pengguna berdasarkan kewarganegaraan secara realtime, Anthropic terpaksa menonaktifkan kedua model itu secara global bagi seluruh pengguna, termasuk yang sama sekali bukan menjadi sasaran kebijakan tersebut. Model Claude lain tetap berjalan normal.

Hingga akhir Juni 2026, Claude Fable 5 masih belum bisa diakses publik secara umum, sementara Claude Mythos 5 baru dipulihkan secara terbatas bagi sejumlah organisasi tertentu di Amerika Serikat.

Kasus ini menjadi ilustrasi nyata di mana produk yang bergantung penuh pada satu model AI asing bisa langsung berhenti berfungsi begitu model itu diblokir, terlepas dari apakah negaranya menjadi sasaran kebijakan atau tidak. Tanpa kemampuan AI sendiri, ketahanan digital Indonesia akan terus bergantung pada keputusan yang dibuat di luar negeri dan di luar kendali nasional.

Rapat pembahasan ini akan berlangsung berkesinambungan dengan rangkaian sesi berikutnya yang melibatkan pelaku industri lintas sektor, termasuk sektor pendidikan.

Dukungan Nyata Lewat SEVIMA AI

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap upaya membangun ekosistem AI yang aman di sektor pendidikan tinggi, SEVIMA turut menginformasikan bahwa pihaknya telah menghadirkan SEVIMA AI, solusi kecerdasan buatan yang sudah terintegrasi dalam ekosistem SEVIMA Platform tanpa perlu instalasi atau infrastruktur tambahan. SEVIMA AI menerapkan sistem keamanan berbasis AI dan enkripsi berlapis di setiap prosesnya.

“Diskusi bersama Komdigi ini menegaskan satu hal mengenai keamanan AI bukan sekadar urusan satu negara atau satu vendor, melainkan fondasi yang harus dibangun bersama oleh pemerintah dan industri. Pendekatan ini sejalan dengan apa yang sudah kami terapkan pada SEVIMA AI, di mana keamanan dirancang sejak awal, bukan ditambahkan setelah insiden terjadi,” Tirta Untario, Chief Information Officer SEVIMA. 

Saat ini, rangkaian fitur AI SEVIMA telah mencakup AI Kurikulum OBE, AI Prediksi Kelulusan, AI Computer-Based Test, AI Content Generator, hingga sistem presensi berbasis AI DeepFace, sebuah ekosistem teknologi yang dirancang untuk mendampingi perguruan tinggi dari desain kurikulum hingga evaluasi dan tata kelola.

Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA

Tags:

-

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Video Terbaru

[LIVE] Webinar Nasional: Pengelolaan Dana BOS dari Peraih BOS Terbaik