Kontak Kami

Dunia Kampus

Garda Terakhir

30 Jul 2026

SEVIMA.COM – Sembilan cerita sudah kita lewati bersama. Cerita kesepuluh ini sengaja kami simpan untuk yang terakhir, karena ia tidak benar-benar milik satu orang. Ia milik setiap operator.

Adi Sodikin dari Institut Agama Islam Pangeran Dharma Kusuma Indramayu menuliskannya dengan jujur dan tenang. Banyak orang, katanya, mengira tugas operator hanya duduk di depan komputer lalu menginput data. Padahal di balik layar ada perjuangan panjang, terutama menjelang tenggat pelaporan. Saat itu suasana kampus berubah: telepon kantor tak pernah sepi, grup dosen ramai tanpa henti, email datang silih berganti. Dan di tengah semua itu, satu orang harus memastikan data mahasiswa, dosen, nilai, jadwal, hingga aktivitas perkuliahan benar-benar sinkron dan valid — karena kesalahan sekecil apa pun bisa berdampak panjang.

Adi pernah lembur sampai dini hari karena satu data yang belum sinkron. Mata lelah, kopi sudah habis beberapa gelas, dan ada saat ketika ia ingin menyerah. Tetapi ketika teringat bahwa data itu menentukan status, beasiswa, bahkan kelulusan mahasiswa, semangatnya kembali. Itulah, menurutnya, alasan operator sering disebut “garda terakhir” sebelum data resmi terkirim ke pusat. Orang kerap hanya melihat hasil akhirnya, jarang yang melihat perjuangan di baliknya.

Baca juga: Pelajaran dari Sebuah Update

Dan kalau kita dengarkan baik-baik, suara Adi sebenarnya bergema dengan suara sembilan operator sebelumnya. Di kalimatnya tentang lembur dini hari, ada tempat tidur lipat Andinus di Wamena. Di pertanyaannya “sudah benar semua belum ya”, ada jalan berlubang Yeni dan kopi jam dua pagi Husnul. Di ketakutannya akan satu data yang tertinggal, ada empat huruf yang membuat sistem Jesica menolak sinkron.

Di rasa lelahnya yang sepuluh tahun, ada Nursenta yang merajut data sejak 2014, dan Yudhilelahnya yang sepuluh tahun, ada Nursenta yang merajut data sejak 2014, dan Yudhi yang masih ingat zaman input manual sebelum sistem datang. Di rasa leganya saat status berubah berhasil, ada Wahyu dan Andika. Dan di kebiasaannya bertanya dulu sebelum bertindak, ada Abdul Rohman yang belajar dari satu pembaruan yang nyaris berantakan.

Sepuluh cerita, satu suara. Mereka berbeda kampus, berbeda pulau, berbeda tahun mulai bekerja — tetapi memikul beban yang sama dan bangga dengan cara yang sama.

Adi menutup ceritanya dengan kalimat yang menurut kami pantas menutup seluruh seri ini: menjelang tenggat memang melelahkan, tetapi dari situlah lahir cerita, pengalaman, dan kebersamaan yang tidak akan terlupakan.

Untuk para garda terakhir di seluruh negeri — terima kasih sudah berjaga sampai data yang terakhir.

#10TahunGoFeeder #CeritaOperator #RevolutionizeEducation

Diposting Oleh:

Sabella SEVIMA

Tags:

#10TahunGoFeeder #CeritaOperator #revolutionizeEducation

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Video Terbaru

[LIVE] Webinar Kolaborasi X Kopertais VII - Publikasi Ilmiah Dosen PTKIS Menuju SINTA & Scopus