Kontak Kami

Dunia Kampus

Politeknik Negeri Ketapang: Berawal dari Wilayah 3T Menuju Kampus Digital Terintegrasi

03 Aug 2026

SEVIMA.COM- Ketapang, ujung barat Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Sarawak, sebuah kampus vokasi, membuktikan bahwa status wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) bukan penghalang untuk bertransformasi. Politeknik Negeri Ketapang (Politap) memulai perjalanan digitalisasinya justru dari tantangan itu. Ketika infrastruktur terbatas dan kampus masih berstatus 3T. Dan perjalanan tersebut terus berlanjut hingga kini, ketika Kabupaten Ketapang telah berkembang melampaui status 3T.

Sejak beroperasi pada tahun 2008 dengan tiga program studi, Politap kini telah berkembang menjadi perguruan tinggi dengan sembilan program studi yang mengelola ratusan mahasiswa aktif. Pertumbuhan pesat ini membawa tantangan klasik, yaitu lonjakan data akademik, keterbatasan sistem manual, hingga tuntutan pelaporan yang cepat dan akurat untuk memenuhi standar akreditasi.

“Visi Politap adalah menjadi politeknik vokasi unggul dalam pengelolaan sumber daya alam daerah, khususnya pertanian dan pertambangan berkelanjutan,” ujar Dr. Anto Susanto, Wakil Direktur I Akademik Politap. Namun, untuk mewujudkan visi tersebut, Politap memahami bahwa digitalisasi telah menjadi keharusan.

Dari Manual ke Digital

Tahun 2019, saat Kabupaten Ketapang masih berstatus wilayah 3T, Politap menghadapi tantangan yang tidak sederhana. Pengelolaan data masih tersebar di berbagai file, proses administrasi memakan waktu berhari-hari, dan pelaporan akademik ke sistem nasional kerap terhambat.

Lokasi geografis kampus di wilayah 3T membuat akses teknologi dan infrastruktur internet tidak semudah kampus di kota besar, namun tuntutan untuk berkembang tetap sama.

Kebutuhan akan informasi cepat untuk pengambilan keputusan menjadi mendesak. Dari laporan penerimaan mahasiswa baru, keuangan, manajemen perkuliahan, hingga evaluasi pembelajaran semuanya krusial untuk memenuhi standar BAN-PT dan LAM. Target Politap jelas: mengangkat tujuh program studi dari akreditasi “Baik” menuju “Baik Sekali”, bahkan “Unggul”.

“Digitalisasi kampus merupakan proses pengintegrasian teknologi digital dalam semua aspek pendidikan di lingkungan Politap,” jelas Dr. Anto. “Digitalisasi sangat penting karena meningkatkan efisiensi, daya saing, dan kualitas layanan melalui otomatisasi proses, pengelolaan data yang lebih baik, dan akses informasi yang lebih luas.”

Transformasi Nyata: Dari Data Tercecer ke Sistem Terintegrasi

Enam tahun berlalu sejak Politap memulai transformasi digitalnya. Kini, dengan Kabupaten Ketapang yang telah berkembang dan tidak lagi berstatus 3T sejak 2020, dampak digitalisasi semakin terasa signifikan. Berbagai sistem manajemen, mulai dari penerimaan mahasiswa baru, manajemen perkuliahan, evaluasi pembelajaran, hingga pelaporan akreditasi, kini terintegrasi. Proses yang dulunya memerlukan koordinasi berkepanjangan kini dapat diakses dalam satu sistem terpadu.

“Dengan adanya sistem yang terintegrasi, Politap dapat menargetkan layanan akademik yang lebih cepat, akurat, dan mudah diakses oleh seluruh civitas akademika,” tambah Dr. Anto.

Sistem digital juga memastikan bahwa pelaporan ke PDDIKTI berjalan lancar dan sesuai dengan regulasi terbaru.

Bagi mahasiswa, digitalisasi membuka akses pembelajaran yang lebih fleksibel. Mereka dapat mengakses materi dari mana saja, belajar sesuai kecepatan masing-masing, dan berkolaborasi melalui platform digital. Hal ini tentu menjadi hal yang sangat berharga untuk meningkatkan aksesibilitas pendidikan.

Digitalisasi Sebagai Fondasi Menuju Akreditasi Unggul

Politap kini fokus pada tiga pilar pembelajaran: Project-Based Learning (PjBL), Teaching Factory (TEFA), dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sesuai Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025. Ketiga pilar ini memerlukan data yang terstruktur dan sistem yang mendukung—di sinilah digitalisasi menjadi krusial.

“Digitalisasi menjadi kunci untuk menjawab kebutuhan kampus menuju terwujudnya Politap sebagai PTN Vokasi unggul,” tegas Dr. Anto.

Dari sembilan program studi, Politap menargetkan semua program studi minimal terakreditasi baik sekali, dan digitalisasi sistem menjadi salah satu pendorong utama untuk mencapainya.

Harapan dan Komitmen Berkelanjutan

Transformasi digital Politap adalah bagian dari visi jangka menengah dan panjang. Perjalanan ini bukan tanpa tantangan, butuh komitmen, investasi, dan pendampingan yang tepat untuk memastikan sistem berjalan efektif dan sesuai standar.

“Kami berharap transformasi digital ini berjalan berkelanjutan,” ujar Dr. Anto. “Dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pendampingan dalam implementasi teknologi. Politap optimis dapat mencetak lulusan yang siap kerja dan siap usaha.”

Kini, proses yang dulu memakan waktu berhari-hari dapat diselesaikan dalam hitungan jam. Data yang dulu tercecer kini terintegrasi, dan mahasiswa dari berbagai pelosok Ketapang dapat mengakses layanan akademik dengan lebih mudah. Dalam perjalanan transformasi ini, Politap mendapat pendampingan teknologi dari berbagai pihak, termasuk SEVIMA, yang membantu menghadirkan sistem terintegrasi sesuai kebutuhan kampus vokasi.

Dengan semangat “Disiplin, Unggul, Mandiri”, Politap membuktikan bahwa transformasi digital adalah perjalanan berkelanjutan. Dari awal yang penuh tantangan di wilayah 3T hingga kini ketika Kabupaten Ketapang telah berkembang, digitalisasi tetap menjadi pendorong perubahan tata kelola, peningkatan mutu, dan pada akhirnya mewujudkan pendidikan vokasi berkualitas di mana pun kampus itu berada.

Diposting Oleh:

Sabella SEVIMA

Tags:

3T Kampus vokasi politeknik

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Video Terbaru

Kenalan dengan SEVIMA Platform Lite | Solusi Sistem Akademik untuk Kampus Baru dan Berkembang