Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Ekuivalensi Kurikulum: yang Disetarakan Progres Studi Mahasiswa, Bukan Mata Kuliahnya
13 Oct 2026
25 Nov 2021
SEVIMA.COM – Proses pelaksanaan uji kompetensi atau biasa disingkat dengan UKOM tak hanya isapan jempol belaka. Setiap perguruan tinggi dengan program studi kesehatan wajib melaksanakannya dengan baik.
Memasuki 2021 ini, perguruan tinggi dengan program studi kesehatan wajib mengikutkan mahasiswanya di UKOM. Yang mana UKOM kali ini sebagai salah satu sarana ujian keluar mahasiswa setelah berakhirnya masa studinya.
Ternyata, hasil UKOM tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap penerimaan mahasiswa baru di STIKes Alifah Padang. Jumlah pendaftaran sangat melonjak ketika mendapati angka kelulusan mencapai 90% pada tahun 2020.
“Jumlah calon mahasiswa baru melonjak 50%, setelah hasil UKOM pada tahun 2019 dan 2020 mencapai target yang maksimal,” terang Dr. Ns. Asmawati,S.Kep, M.Kep. selaku ketua STIKes Alifah Padang pada webinar SEVIMA (15/11) lalu.
Dalam Webinar yang bertajuk Strategi Sukses Kampus Kesehatan Menyiapkan Uji Kompetensi Exit Exam, Asmawati juga membeberkan tips dan persiapan yang dilakukan STIKes Alifah Padang dalam mengantarkan mahasiswa menuju kelulusan exitex ini.
“Melalui kesempatan ini, kami hanya ingin berbagi saja tentang apa saja tips dan persiapan magang kampus yang biasa kami lakukan sebelum UKOM. Dengan adanya tips ini diharapkan perguruan tinggi lain bisa lebih siap dalam menyiapkan UKOM,” terangnya.
Baca juga: Mahasiswi Asal Aceh ini Sabet Nilai Terbaik UKOM Kesehatan se-Indonesia
Fakta menarik yang didapat dari kampus ini, Asmawati mengungkapkan bahwa persiapan UKOM di kampus ini dilakukan sejak penjaringan mahasiswa baru.
“Kami sudah mencari para mahasiswa berprestasi sejak awal proses pendaftaran. Kami masuk ke pelosok-pelosok untuk menjaring mahasiswa terbaik tersebut. Inilah yang menjadi bekal kami untuk bisa lancar mengikutkan mahasiswa pada UKOM di kemudian hari,” ceritanya sambil bersemangat.
Proses strategi UKOM ini dibagi menjadi beberapa tahapan, antara lain:
Pada tahapan input ini, pihak perguruan tinggi memulainya sejak proses penjaringan mahasiswa. Prosesnya dilakukan mulai menjaring siswa melalui nilai raport. Selain itu, proses penjaminan mutu juga sangat diperlukan untuk menjamin hasil UKOM yang lebih baik.
“Pada tahapan input ini, ada dua hal yang harus disiapkan oleh kampus kami, yaitu penjaringan mahasiswa dan perbaikan penjaminan mutu di kampus. Dua hal tersebut sangat kami perhatikan dengan baik,” tegasnya.
Nah, pada tahapan kedua ini STIKes Alifah Padang tak mau kehilangan momen. Kampus yang diketuai oleh Asmawati ini rupanya telah mempersiapkannya dengan baik dan prosedural.
“Persiapan tersebut dimulai dari keselarasan PBM, membentuk panitia UKOM, hingga menyediakan bank soal. Tak hanya itu, kampus kami juga memberikan sarana Tryout rutin kepada para mahasiswa. Jadi mahasiswa kami bisa lebih siap dalam menyiapkan UKOM sebagai ujian keluar ,” tuturnya.
Selain menyiapkan hal-hal yang rumit, Asmawati juga memberikan reward kepada para dosen yang siap membimbing mahasiswanya. Tak hanya itu, siswa juga diberikan kesempatan untuk belajar UKOM melalui jalur media sosial, seperti Tik Tok dan Instagram.
“Reward terbaik juga kami berikan kepada para dosen yang telah berhasil membimbing. Selain itu, kegiatan belajar siswa juga lebih menyenangkan dengan media Tik Tok dan Instagram,” tambahnya.
Baca juga: Lulus 100% UKOM, Rektor Universitas Mandala Waluya Bagikan Tips Suksesnya
Untuk mendapatkan hasil UKOM yang memuaskan, Asmawati pun mengajak para mahasiswanya untuk berdoa bersama. Doa bersama ini bermakna agar siswa lebih siap secara batin dalam mengikuti UKOM sebagai ujian keluar .
Keberhasilan tersebut tidak hanya dirasakan oleh pelajar saja, namun keberhasilan tersebut juga dirasakan oleh para keluarga dan orang-orang tercinta di sekitarnya.
Tak kalah pentingnya lagi adalah data, agak miris juga saat kita menyiapkan sedemikian rupa, namun akhirnya saat masuk pada uji kompetensi nasional menjadi tidak memenuhi syarat . Menjadi tidak memenuhi syarat, karena data bermasalah di PDDikti sehingga data ini harus kami datang dengan baik.
Untuk itu, perguruan tinggi harus siakad yang mampu mempermudah pelaporan data ke PDDikti agar data mahasiswa menjadi memenuhi syarat saat didaftarkan mengikuti uji kompetensi. SEVIMA telah menyediakan siAkad Cloud yang mudahkan pelaporan ke PDDikti, terutama terkait data mahasiswa UKOM dan pengajuan penomoran ijazah (PIN).
Diposting Oleh:
Seprila Mayang SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi