Dunia Dosen | Dunia Kampus | Tips & Trik

Berhasil Mengantarkan Mahasiswa Lulus Ukom, Mahasiswa Baru STIKes Alifah Padang Melonjak 50%

SEVIMA.COM – Proses pelaksanaan uji kompetensi atau biasa disingkat dengan UKOM tak hanya isapan jempol belaka. Setiap perguruan tinggi dengan program studi kesehatan wajib melaksanakannya dengan baik.

Memasuki 2021 ini, perguruan tinggi dengan program studi kesehatan wajib mengikutkan mahasiswanya pada UKOM. Yang mana UKOM kali ini sebagai salah satu sarana exit exam mahasiswa setelah berakhir masa studinya.

Ternyata, hasil UKOM tersebut memiliki dampak yang signifikan terhadap pendaftaran mahasiswa baru di STIKes Alifah Padang.  Jumlah pendaftar sangat melonjak drastis ketika mendapati angka kelulusan mencapai 90% di tahun 2020.

“Jumlah calon mahasiswa baru melonjak 50%, setelah hasil UKOM pada tahun 2019 dan 2020 mencapai target yang maksimal,” terang Dr. Ns. Asmawati,S.Kep, M.Kep. selaku ketua STIKes Alifah Padang pada webinar SEVIMA (15/11) lalu.

Dalam Webinar yang bertajuk Strategi Sukses Kampus Kesehatan Menyiapkan Uji Kompetensi Exit Exam, Asmawati juga membeberkan tips dan persiapan yang dilakukan STIKes Alifah Padang dalam mengantarkan mahasiswa menuju kelulusan exit exam ini. 

“Melalui kesempatan ini, kami hanya ingin berbagi saja tentang apa saja tips dan persiapan intern kampus kami yang biasa dilakukan sebelum UKOM. Dengan adanya tips ini diharapkan perguruan tinggi lain bisa lebih siap dalam menyiapkan UKOM,” terangnya. 

Baca juga: Mahasiswi Asal Aceh ini Sabet Nilai Terbaik UKOM Kesehatan se-Indonesia

Persiapkan UKOM dengan maksimal

Fakta menarik didapati dari kampus ini, Asmawati mengungkapkan bahwa persiapan UKOM di kampus ini dilakukan sejak penjaringan mahasiswa baru.

“Kami sudah mencari para mahasiswa berprestasi sejak awal proses pendaftaran. Kami masuk ke pelosok-pelosok untuk menjaring mahasiswa terbaik tersebut. Inilah yang menjadi bekal kami untuk bisa lancar mengikutkan mahasiswa pada UKOM di kemudian hari,” ceritanya sembari bersemangat.

 Proses strategi UKOM ini dibagi menjadi beberapa tahapan, antara lain:

1. Tahapan Input

Pada tahapan input ini, pihak perguruan tinggi memulainya sejak proses penjaringan mahasiswa. Prosesnya dilakukan mulai penjaringan mahasiswa melalui nilai raport. Selain itu, proses penjaminan mutu juga sangat diperlukan untuk menjamin hasil UKOM yang lebih baik.

“Pada tahapan input ini, ada dua hal yang harus disiapkan oleh kampus kami, yaitu penjaringan mahasiswa dan perbaikan penjaminan mutu di kampus. Dua tersebut sangat kami perhatikan dengan baik,” tegasnya. 

2. Tahapan proses

Nah, pada tahapan kedua ini STIKes Alifah Padang tak mau kehilangan momen. Kampus yang diketuai oleh  Asmawati ini rupanya telah mempersiapkannya dengan baik dan prosedural.

“Persiapan tersebut dimulai dari keselarasan PBM, membentuk panitia UKOM, hingga menyediakan bank soal. Tak hanya itu, kampus kami juga memberikan sarana Tryout rutin kepada para mahasiswa. Begitu mahasiswa kami bisa lebih siap dalam menyiapkan UKOM sebagai exit exam,” tuturnya.

Selain menyiapkan hal yang rumit, Asmawati juga memberikan reward kepada para dosen yang siaga membimbing mahasiswanya. Tak hanya itu, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk belajar UKOM melalui jalur media sosial, seperti Tik Tok dan Instagram.

“Reward terbaik juga kami berikan kepada pada para dosen yang telah berhasil membimbing. Selain itu, kegiatan belajar mahasiswa juga lebih fun dengan media Tik Tok dan Instagram,” tambahnya. 

Baca juga: Lulus 100% UKOM, Rektor Universitas Mandala Waluya Bagikan Tips Suksesnya

Untuk mendapatkan hasil UKOM yang memuaskan, Asmawati juga mengajak para mahasiswa untuk berdoa bersama. Doa bersama ini dimaksudkan agar mahasiswa lebih siap secara lain batin dalam mengikuti UKOM sebagai exit exam.

Keberhasilan tersebut tak hanya untuk mahasiswa saja, namun keberhasilan tersebut juga dirasakan oleh para keluarga dan orang-orang tercinta di sekelilingnya.

Tak kalah penting lagi adalah data, agak miris juga saat kita menyiapkan sedemikian rupa, tapi akhirnya saat masuk pada uji kompetensi nasional menjadi tidak eligible. Menjadi tidak memenuhi syarat, karena data bermasalah di PDDikti sehingga data ini harus kita datang dengan baik.

Untuk itu, perguruan tinggi harus siakad yang mampu mempermudah pelaporan data ke PDDikti agar data mahasiswa menjadi eligible saat didaftarkan mengikuti uji kompetensi. SEVIMA telah menyediakan siAkad Cloud yang mudahkan pelaporan ke PDDikti, terutama terkait data mahasiswa UKOM dan pengajuan penomoran ijazah (PIN).

Bagikan artikel ini
TAGS :

Komentar