Berita | Liputan Media

Ikatan Alumni ITS Bagi Ratusan HP dan Kuota untuk Anak Tidak Mampu

Pandemi COVID-19 masih berlangsung. Walaupun demikian, terobosan dan inovasi di bidang pendidikan tak boleh terhenti. Inilah yang terus dilakukan kampus-kampus mitra Sevima di seluruh Indonesia.

Sevima merangkum kisah-kisah pencapaian minggu ini, pada Senin (04/01) hingga Minggu (10/01) dalam “Flash News” yang secara rutin akan kami bagikan kepada rekan-rekan media.

Tak ada yang menyangka bahwa kehidupan kita sejak Covid-19 menyerang,  banyak berubah . Tidak terkecuali di bidang pendidikan. Guru dan muridnya terpaksa menjalani belajar-mengajar secara jarak jauh (PJJ).

Dalam pelaksanaan, sudah banyak diwartakan, belajar-mengajar melalui jaringan internet (daring/online), tidak selalu berjalan mulus. Beberapa sekolah, dan banyak  keluarga mengalami kendala. Tak semua guru, orang tua dan murid memilliki gawai dan akses internet.

Inilah yang menggerakkan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) menginisiasi gerakan pengumpulan donasi “Gotong Royong Dukung Pembelajaran Jarak Jauh”. Gerakan tersebut berhasil mengumpulkan 530 gawai yang dilengkapi dengan kartu perdana internet. Gawai ini dilengkapi 530 set perlengkapan school covid kit yang berisi masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan guna mendukung penerapan protokol kesehatan oleh murid-murid dan guru-guru.

Kondisi yang memprihatinkan ini menggerakkan Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) untuk menginisiasi gerakan pengumpulan donasi “Gotong Royong Dukung Pembelajaran Jarak Jauh”. Gerakan tersebut berhasil mengumpulkan 530 gawai yang dilengkapi dengan kartu perdana internet. Disamping itu IKA ITS juga menyerahkan sejumlah 530 set perlengkapan school covid kit yang berisi masker, hand sanitizer, dan sabun cuci tangan guna mendukung penerapan protokol kesehatan oleh murid-murid dan guru-guru.

@ikatanalumniits  telah menyerahkan donasi gawai secara simbolis kepada Menko PMK Republik Indonesia, Prof Dr. @muhadjir_effendy , MAP pada Selasa (26/1). Menteri Muhadjir langsung memberikan gawai kepada perwakilan sekolah yang hadir. Perangkat gawai disalurkan ke 7 Sekolah Dasar, 1 SLB swasta dan 1 SMK swasta yang tersebar di beberapa provinsi, diantaranya: Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur.

Bertempat di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta, IKA ITS telah menyerahkan donasi gawai secara simbolis kepada Menko PMK Republik Indonesia, Prof Dr. Muhadjir Effendy, MAP. Dalam kesempatan tersebut, Muhadjir langsung memberikan gawai kepada perwakilan sekolah yang hadir. Perangkat gawai disalurkan ke 7 Sekolah Dasar, 1 SLB swasta dan 1 SMK swasta yang tersebar di beberapa provinsi, diantaranya: Banten, Jawa Barat dan Jawa Timur. Acara tersebut dihadiri oleh 40 orang pejabat dari Kemenko PMK, ITS, IKA-ITS dan perwakilan sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan, serta diikuti secara virtual oleh 160 orang peserta dari berbagai daerah.

Sutopo Kristanto, Ketua Umum IKA ITS, dalam kesempatan tersebut mengungkapkan,“Kami menyadari jumlah perangkat gawai yang kami donasikan ini masih sangat kecil bila dibandingkan jumlah kebutuhan yang diperlukan. Namun demikian kami memberanikan diri untuk menggalang donasi secara bergotong royong dengan semangat meringankan beban dan kesulitan para guru dan murid di tengah pandemi. Betapa pun kecilnya bantuan yang dapat kami berikan, itu lah simbol kepedulian kami.”

Sutopo juga menjelaskan,“Kami menyadari jumlah perangkat gawai yang kami donasikan ini masih sangat kecil bila dibandingkan jumlah kebutuhan yang diperlukan. Namun demikian kami memberanikan diri untuk menggalang donasi secara bergotong royong dengan semangat meringankan beban dan kesulitan para guru dan murid di tengah pandemi. Betapa pun kecilnya bantuan yang dapat kami berikan, itu lah simbol kepedulian kami.”

“Sekolah-sekolah kita prioritaskan yang masih sangat kekurangan di dalam murid miliki gawai itu. Makanya kita berikan tablet, bukan handphone, sehingga mereka bisa sharing satu untuk tiga dalam kelompok yang disebutkan. Kelompok-kelompok penting, kelompok belajar yang secara bersama-sama agar tidak mengurangi mutu pendidikan tapi malah memberikan masalah untuk hadapi suatu yang sulit,” ujarnya.

Mochamad Ashari, Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, juga memberikan sambutannya: “Keluarga Besar Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), yang dipelopori oleh Ikatan Alumninya, baik yang berdomisili di Indonesia maupun luar negeri, memiliki komitmen dan kepedulian yang kuat mendukung pembelajaran daring akibat pandemi yang telah berjalan hampir 1 tahun ini.  Alumni ITS telah membantu dalam penyediaan gawai beserta koneksi internet, sebagai langkah nyata turut menyelesaikan kendala utama dalam sistem pembelajaran daring saat ini.” Ashari menambahkan bahwa ITS juga berinovasi menciptakan peralatan yang dapat membantu tenaga medis dalam penanganan pandemi ini. ITS bersama alumni akan terus menerus berinovasi serta berkontribusi untuk kemakmuran masyarakat dan kemandirian bangsa.

Yayasan Nurani Dunia turut membantu dalam identifikasi sekolah-sekolah yang membutuhkan gawai. Imam B. Prasodjo, Ketua Yayasan Nurani Dunia, menyatakan sangat menghargai inisiatif IKA ITS dalam aksi kepedulian ini. “Setiap kali Indonesia menghadapi situasi sulit karena berbagai bencana, seluruh elemen masyarakat turun tangan bergotong royong. Inilah mengapa Indonesia selalu berhasil dalam mengatasi masa-masa suit. Gerakan seperti yang dilakukan IKA ITS ini merupakan wujud kepedulian yang selalu menjadi ruh kehidupan bangsa Indonesia. Inilah modal sosial yang kita miliki yang harus kita tumbuhkan dan perkuat sampai kapanpun.”

Menko PMK, Muhadjir Effendy, mengutarakan bahwa pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berlangsung sejak pandemi COVID-19 masih memiliki kendala. PJJ cukup sulit untuk dilakukan di daerah yang mengalami kendala akses internet dan ketiadaan gawai karena rendahnya tingkat ekonomi masyarakat.

Karena itu, Muhadjir menyampaikan apresiasi kepada IKA-ITS yang telah menggalang aksi donasi gawai.

“Sumbangan dari IKA-ITS ini diharapkan membantu sejumlah siswa dan guru dalam melanjutkan pembelajaran yang berkualitas dan memanfaatkan kemajuan Iptek Revolusi Industri 4.0. Jangan sampai pandemi ini juga menjadikan generasi penerus kita tertinggal dalam pendidikannya,” kata mantan Mendikbud ini.

Muhadjir mengharapkan agar inisiatif IKA-ITS ini diikuti oleh pihak-pihak lainnya.

Bagikan artikel ini

Komentar