Dunia Kampus | Kampus Merdeka

Mekanisme Pertukaran Pelajar antar Program Studi pada Perguruan Tinggi yang Berbeda di MBKM

SEVIMA.COM – Sejak diperkenalkan-nya program merdeka belajar kelas merdeka (MBKM), berbagai program dikenalkan untuk membentuk generasi lulusan terbaik di perguruan tinggi. Terlebih dalam meningkatkan skill para calon generasi emas bangsa. Nah, salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan proses pertukaran pelajar. 

Seperti yang diketahui, proses pertukaran pelajar tak hanya dilakukan di perguruan tinggi luar negeri saja. Namun program pertukaran pelajar ini bisa dilakukan antar perguruan tinggi di Indonesia lho. Untuk melakukan pertukaran pelajar ini, mahasiswa jangan bingung dulu ya. Kamu memiliki beberapa langkah yang bisa kamu pelajari sebelum mengikuti program pertukaran mahasiswa ini. Untuk lebih lengkapnya, simak dan perhatikan dengan baik ulasan di bawah ini ya.

 Baca juga: Bagaimana Pelaporan MBKM dari Sisi Operator PDDIKTI

Bagaimana mekanisme pemilihan program studi wajib?

Ketika mengikuti proses pertukaran program studi, mahasiswa wajib memenuhi beberapa langkah yang harus dilakukan. Beberapa langkah tersebut antara lain berikut ini. 

1. Langkah pertama

Mahasiswa harus membuat kesepakatan dengan perguruan tinggi mitra antara lain sebagai proses pembelajaran, pengakuan kredit semester dan penilaian dan skema pembiayaan.

2. Langkah kedua

Mahasiswa harus mengatur kuota peserta yang mengambil mata kuliah yang sudah ditawarkan. Terlebih dalam proses bentuk pembelajaran dalam program studi yang sama pada perguruan tinggi lain. 

Setelah itu, mahasiswa harus mengatur jumlah mata kuliah yang dapat diambil dari program studi Buku panduan merdeka belajar-kampus merdeka 8 yang sama pada perguruan tinggi lain. 

Untu cara terakhir, mahasiswa harus melakukan proses pelaporan kegiatan ke PDDIKTI. 

Apa yang harus dilakukan mahasiswa?

Ada beberapa cara nih yang bisa dilakukan mahasiswa untuk melakukan pertukaran pelajar. Beberapa cara yang bisa kamu lakukan antara lain. 

1. Cara Pertama

Kamu harus mendapatkan persetujuan Dosen Pembimbing Akademik (DPA). jadi, sebelum kamu meluncur untuk mendaftarkan diri sebagai peserta pertukaran pelajar, mahasiswa bisa mengkonsultasikan kepada DPA. Nah tugas DPA ini sangat penting untuk memberi rekomendasi persetujuan mengikuti pertukaran pelajar. 

2. Cara Kedua

Mahasiswa bisa mengikuti program kegiatan di program studi sebuah perguruan tinggi lain. Jadi mahasiswa harus mengikuti dan menyesuaikan dengan ketentuan pedoman akademik yang dimiliki sebuah perguruan tinggi. 

Ketiga, mahasiswa harus memastikan jika dirinya telah terdaftar sebagai peserta mata kuliah di program studi yang sama pada perguruan tinggi lain.

Bagaimana alur & proses yang bisa dilakukan ?

  1. Langkah awal, perguruan tinggi penyelenggara membuat pengumuman bahwa menyelenggarakan pendaftaran kelas merdeka. 
  2. Setelah pengumuman itu tersebar, mahasiswa siap melakukan persiapan yang matang untuk mengikutinya. 
  3. Mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi lain bisa mendaftaranya kepada Dosen pembimbing Akademik (DPA). 
  4. Setelah itu dosen bisa mengumpulkan data-data dan status mahasiswa menjadi mahasiswa kampus merdeka melalui admin Perguruan Tinggi. 
  5. Apabila data mahasiswa berubah, barulah mahasiswa mendaftar ke pendaftaran kelas merdeka. 

Baca juga: siAkad Cloud Terintegrasi Kampus Merdeka (MBKM)

Di akhir perkuliahan, mahasiswa yang mengikuti pertukaran pelajar ini nilainya akan dikonversikan oleh perguruan tinggi asal. 

Itulah langkah dan alur yang tepat untuk mengikuti program pertukaran antar program studi. Seluruh langkah tersebut merupakan langkah paling mudah untuk diikuti jika mahasiswa kampus Anda mengikuti pertukaran pelajar. Selamat mencoba!

Bagikan artikel ini
TAGS :

Komentar