Mahasiswa & Calon Mahasiswa | Sekolah
NISN Siswa Pindahan Tidak Terbaca di Sekolah Baru, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?
19 Oct 2026
19 Nov 2021
SEVIMA.COM – Perempuan rendahan yang baru saja mengukir prestasi itu bernama Murniasih, A.Md. Peternakan. Usai meraih nilai tertinggi nasional dalam Uji Kompetensi Tenaga Teknis Kefarmasian (TTK), pegawai Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kota Yogyakarta itu menuturkan, “Awalnya berpikir yang penting lulus ujian saja, tapi ternyata Allah memberikan hadiah lebih jauh dari yang diminta.”
Dikutip dari rilis pers RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta, Ahad (28/10), Murniasih menerima pengumuman bahwa ia menjadi peraih nilai tertinggi nasional dengan total nilai 91,76. Uji Kompetensi TTK diikuti 8.000 lulusan D3 dari 127 kampus se-Indonesia. Ujian digelar serempak pada lima regional.
Baca juga : Mahasiswi Asal Aceh ini Sabet Nilai Terbaik UKOM Kesehatan se-Indonesia
Sekitar 1.580 peserta, termasuk Murniasih, berada di regional Yogyakarta-Jawa Tengah. Perempuan yang tinggal di Gamping, Sleman, itu melaksanakan Uji Kompetensi TTK pada Sabtu-Ahad (9-10/10) di kampus Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
“Saya tidak menyangka, sempat gemetar. Luar biasa alhamdulillah, langsung sujud syukur,” katanya.
Menurut Murniasih, Uji Kompetensi TTK dilakukan untuk lulusan baru jenjang D3 Farmasi. Dulunya, TTK lebih akrab disebut Asisten Apoteker. Mereka perlu lulus dari ujian ini agar memperoleh sertifikat kompetensi (serkom).
“Seperti itulah kalau tenaga kesehatan seperti TTK, apoteker, dokter. Habis lulus, dapat ijazah, tidak bisa terus langsung bekerja. Kami harus ujian lagi, mendapat serkom, dan mengurus surat izin praktik. Setelah dapat surat izin praktik, baru bisa bekerja,” terangnya. Itupun, masih harus terus diperbarui setiap lima tahun.
Lulusan Akademi Kampus Farmasi Indonesia ini mengaku sempat tegang menghadapi ujian tersebut. Pasalnya, kebijakan tahun ini lebih sulit dari sebelumnya. Sekarang, jika tidak mencapai nilai minimal, peserta harus remidi atau mengulang ujian lagi tahun depan.
Baca juga : Lulus 100% UKOM, Rektor Universitas Mandala Waluya Bagikan Tips Suksesnya
Meski meraih prestasi nilai tertinggi nasional, Murniasih mengaku dirinya bukanlah pribadi yang rajin belajar menyiapkan ujian. Ketika teman-teman lain mempunyai kesempatan menyusun catatan materi, ia hanya mencatat di kertas seadanya yang ditemui.
Sebagai pribadi yang sudah berumah tangga, perempuan yang telah memiliki dua momongan ini menyadari tidak mempunyai banyak waktu luang untuk belajar. Oleh karena itu, ia benar-benar mengoptimalkan kesempatan belajar pada jam kuliahnya.
“Saya benar-benar berusaha mengikuti, memahami apa yang disampaikan dosen. Jadi ketika nanti saya tidak ada waktu lagi untuk belajar, setidaknya saya sudah paham,” jelasnya. Selain itu, ketika mempersiapkan uji kompetensi, ia tak lupa memohon doa suami, anak-anak, orang tua, termasuk kerabat-kerabat di PKU.
Tips LULUS UJI KOMPETENSI (UKOM) bagi mahasiswa, bisa tonton disini:
Diposting Oleh:
Fadhol SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi