Dunia Kampus | e-learning | Seputar Pendidikan

Perbedaan Komunikasi Daring Sinkron dan Asinkron Beserta Contohnya

SEVIMA.COM – Pembelajaran daring saat ini tentunya tersedia berbagai macam cara dan metode. Untuk mendalaminya, Anda harus mengetahui perbedaan komunikasi daring dengan tepat. Dengan tujuan agar materi yang Anda sampaikan bisa diterima dengan baik oleh para peserta didik. 

Untuk itu, setiap perguruan tinggi harus menyiapkannya dengan baik. Jika sebuah perguruan tinggi melakukan pembelajaran melalui komunikasi daring namun belum siap melakukannya, maka secara otomatis bisa mengganggu jalannya kegiatan belajar mengajar. 

Apa itu Komunikasi Daring? 

Komunikasi daring merupakan proses penyampaian materi di dalam suatu pembelajaran pada sebuah kelas. Umumnya penyampaian materi melalui komunikasi daring ini dilakukan dengan sistem daring atau online. 

Menurut Uwes Anis Chaeruman, dalam mendukung komunikasi daring ini, pembelajarannya sendiri bisa dibedakan menjadi beberapa kuadran pembelajaran. Nah, kuadran pembelajaran tersebut merupakan perluasan dari komunikasi daring sinkron dan asinkron. 

Baca juga: Sukses Memenuhi Capaian Pembelajaran Mata Kuliah di Tengah Pandemi

Apa itu komunikasi Sinkron dan contohnya?

Komunikasi sinkron sendiri adalah komunikasi pembelajaran yang dilakukan dengan sistem komunikasi real time. Jadi, dosen bisa menyampaikan materi di dalam kelas secara langsung kepada para mahasiswanya. Dengan demikian, meskipun dilakukan secara online, dosen masih tetap bisa melakukan pembelajaran secara virtual melalui media kelas online. 

Menurut Uwes, pembelajaran melalui komunikasi sinkron ini dibagi menjadi dua, yaitu: 

1. Ruang belajar tatap muka (live-synchronous learning

Pada ruang belajar ini merupakan proses pembelajaran yang terjadi secara bersamaan, atau biasa dibilang sebagai pembelajaran tatap muka. Seluruh kegiatan belajar mengajar diadakan dalam satu ruang yang sama. Namun, saat ini kegiatan belajar ini belum bisa diadakan. 

2. Ruang belajar tatap maya (virtual synchronous learning)

Ruang belajar tatap maya, merupakan pembelajaran yang dilakukan dalam waktu bersamaan namun berada dalam ruang yang berbeda. 

Apa itu komunikasi Asinkron dan contohnya?

Sedangkan komunikasi asinkron adalah komunikasi pembelajaran yang dilakukan dengan tidak serempak. Artinya, dosen memberikan materi yang bisa dijadikan referensi mahasiswanya. Materi tersebut bisa dipelajari ulang oleh mahasiswanya baik berupa file PPT, PDF, maupun video. 

Disampaikan oleh Uwes, bentuk pembelajaran melalui komunikasi sinkron ini dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Ruang belajar mandiri (self-directed Asynchronous Learning)

Sedangkan pembelajaran mandiri atau biasa dikenal dengan self-directed Asynchronous Learning merupakan belajar mandiri yang bisa dilakukan oleh mahasiswa di mana saja dan kapan saja sesuai dengan kondisi dan kecepatan belajar masing-masing. 

2. Ruang belajar kolaboratif (collaborative asynchronous learning)

Sedangkan ruang belajar 4 merupakan proses dan kegiatan belajar mengajar yang bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Yang mana bisa didapat dari narasumber lain. 

Baca juga: Cara Optimalkan Blended Learning Untuk Pembelajaran di Era New Normal

Apa perbedaan komunikasi Sinkron dan Asinkron

Komunikasi sinkron merupakan komunikasi pembelajaran yang dilakukan dengan sistem komunikasi real time. Sedangkan komunikasi asinkron adalah komunikasi pembelajaran yang dilakukan dengan tidak serempak, yaitu melalui media perantara. 

Uwes mengenalkan pola pembelajaran ini menjadi empat kuadran. Adapun aktivitas pembelajaran tersebut antara lain tatap ruang belajar tatap muka (live-synchronous learning), ruang belajar tatap maya (virtual synchronous learning), ruang belajar mandiri (self-directed Asynchronous Learning), dan ruang belajar kolaboratif (collaborative asynchronous learning).

Sehingga, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan komunikasi daring ini memang menjadi salah satu metode yang cocok untuk digunakan selama pandemi. Berbagai metode tersebut bisa Anda sesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan keadaan kelas Anda. 

Jika pembelajaran melalui metode daring bisa dilakukan dengan baik, maka Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam kegiatan belajar mengajar.

Bagikan artikel ini

Komentar