Berita | Dunia Akademik | Dunia Kampus | Info Sentra Vidya Utama

Pertaruhan Kampus & Mahasiswa Kesehatan Bila Sampai Tidak Lulus Exit Exam

SEVIMA.COM – Bagi kampus kesehatan, salah satu tantangan terbesar dalam mengelola pendidikan tinggi adalah kegiatan Ujian Kompetensi (UKOM) sebagai exit exam. Mahasiswa program vokasi maupun profesi dari kampus kesehatan harus dinyatakan lulus Ujian Kompetensi, sebelum bisa memperoleh ijazah.

“Ujian kompetensi sebagai exit exam ini baru dilaksanakan pada tahun 2021, yang sebelumnya itu dengan UKOM dimana nilainya murni berdasarkan nilai batas lulusanya saja. Tapi berbeda dengan sekarang, nilainya penggabungan antara nilai Indeks Prestasi Kumulatif 60% dan nilai Uji Kompetensi 40%,” demikian penjelasan Budi Susatia, S.Kp., M.Kes., sebagai Ketua Asosiasi Poltekkes se-Indonesia (APKESI) yang disampaikan dalam Webinar SEVIMA: Strategi Sukses Kampus Kesehatan Menyiapkan Uji Kompetensi Exit Exam, Selasa (16/11/2021).

Baca juga : Mengenal Uji Kompetensi (UKOM) Pada Perguruan Tinggi Kesehatan

Kenapa Mahasiswa Tidak Lulus UKOM?

Menurut Ridho Irawan, Chief Marketing Officer SEVIMA dalam sambutannya, ternyata tidak sedikit permasalahan akademik yang terjadi pada kampus saat mempersiapkan uji kompetensi.  

“Beberapa masalah ketika kampus melakukan kegiatan UKOM diantaranya, mahasiswa belum menguasai materi sehingga dinyatakan tidak lulus. Selain itu, ketika kampus mendaftarkan mahasiswa mengikuti UKOM, ada mahasiswa yang dinyatakan tidak memenuhi syarat karena datanya di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) tidak ada atau tidak lengkap,” terang Ridho

Tentu dengan dijadikannya Ujian Kompetensi UKOM) sebagai exit exam ini menjadi pertaruhan dan tantangan tersendiri bagi perguruan tinggi dan mahasiswa bila sampai tidak lulus exit exam

“Bagi mahasiswa tentu akan berakibat pada tertundanya wisuda sampai dengan tahun depan bila tidak lulus uji kompetensi nasional ini,” jelas Budi Susatia yang juga menjabat sebagai Direktur Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (POLKESMA).

Sedang bagi kampus jika jumlah mahasiswa yang tidak lulus exit exam cukup banyak, maka akan menjadi preseden mutu pendidikan kampus yang akan dinilai masyarakat.

“Untuk itu, kita berharap bahwa hasil yang dicapai mahasiswa dalam menempuh ujian exit exam cukup signifikan kelulusannya sehingga menguntungkan bagi mahasiswa sendiri dan kampus,” jelas Budi lebih lanjut 

Baca juga : Strategi Memenangkan Hibah Penelitian Nasional dan Internasional

Strategi Sukses Kampus Kesehatan Menyiapkan Uji Kompetensi Exit Exam

Untuk mensukseskan uji kompetensi di perguruan tinggi, ada beberapa persiapan dan strategi yang harus dilakukan agar dapat mencapai target lulus 100%. Budi Susatia membagikan strateginya, yang pernah digunakan untuk mensukseskan POLKESMA pelaksanaan uji kompetensi, diantaranya.

1. Membuat Strategi

Untuk mematangkan mahasiswa mengikuti kegiatan UKOM, setiap perguruan tinggi harus membuat strategi yang matang. Terlebih soal UKOM kali ini tak hanya mencakup materi saja, namun juga berdasarkan hasil temuan di lapangan.  

“Untuk lebih menyiapkan mahasiswa sukses UKOM, tahapan strategi ini dibagi menjadi beberapa tahapan, yaitu asesmen, diagnosis, planning, intervensi, dan evaluasi. Kelima tahapan itu harus benar-benar dilakukan dengan baik untuk memenuhi standar yang telah ditentukan oleh KEMENKES,” jelasnya.

2. Persiapan Matang

Selain strategi, perguruan tinggi juga harus menyiapkan persiapan yang matang. Persiapan ini dilakukan dari beberapa pihak, mulai dari tahapan menyediakan CBT untuk tryout, dosen yang diwajibkan menyediakan modul, mahasiswa diwajibkan mengikuti tryout, dan yang paling penting adalah sharing experience dengan alumni berpengalaman.  

“Beberapa hal dapat menunjang proses persiapan UKOM seperti, menyediakan CBT untuk tryout, dosen yang diwajibkan menyediakan modul, mahasiswa diwajibkan mengikuti tryout, dan yang paling penting adalah sharing experience dengan alumni berpengalaman”, tegasnya.

3. Komitmen Kampus

Di mana pun tempatnya, komitmen merupakan komponen utama agar pelaksanaan UKOM bisa berjalan lancar. Semua strategi dan persiapan harus dilakukan dengan sungguh-sungguh. 

“Agar kegiatan bisa berjalan dengan lancar, perguruan tinggi harus memastikan semua SDM yang berkaitan dengan UKOM harus komitmen melakukan berbagai persiapan yang dilakukan. Dengan begitu seluruh target bisa terpenuhi dengan baik,” ungkap dia.

4. Pelaporan Data ke PDDikti

Kemudian selain itu, menurut Vivi Retno Intening, S. Kep., Ns., MAN., Ketua STIKES Bethesda yang Mendapat predikat kelulusan UKOM kategori Gold dan Istimewa tingkat Nasional, tak tak kalah penting lagi adalah data di PDDikti.

“Tak kalah penting lagi adalah data, agak miris juga saat kita menyiapkan sedemikian rupa, tapi akhirnya saat masuk pada uji kompetensi nasional menjadi tidak eligible. Menjadi tidak memenuhi syarat, karena data bermasalah di PDDikti sehingga data ini harus kita datang dengan baik. Selain menyiapkan persiapan,” terangnya.

Baca juga : Awas! Ini Dampak dan Sanksi Jika Tidak Melakukan Pelaporan PDDikti

5. Pemahaman IT

Selanjutnya, Ketua STIKES Bethesda menambahkan bahwa mahasiswa harus dikenalkan dengan IT, karena saat ini ujian kompetensi sudah menggunakan Computer Based Test (CBT) dalam pelaksanaanya.

“Ternyata memperkenalkan teknologi informasi ini menjadi penting saat ini karena saat ini ujian kompetensi sudah menggunakan Computer Based Test (CBT) dalam pelaksanaanya. Kalau tidak mengetahui caranya akan berakibat fatal bagi mahasiswa bersangkutan,” tambah Vivi.

Masalah selanjutnya, bagaimana kampus menyiapkan sistem Computer Based Test (CBT) dan juga mempermudah pelaporan data ke PDDikti agar data mahasiswa menjadi eligible saat didaftarkan mengikuti uji kompetensi? Menurut Budi Susatia kampus harus menyediakan alat, seperti CBT Center atau sistem informasi akademik untuk itu, “SEVIMA menyediakan,” pungkasnya.

Bagikan artikel ini
TAGS :

Komentar