Kompetisi Menulis

Perubahan Paradigma Pembelajaran Masa Pandemi Covid-19

Penulis: Rica Wijayanti
Dosen STKIP PGRI Bangkalan
Artikel ini Masuk dalam 15 Besar “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

Pandemi Covid-19 yang terjadi pada seluruh kawasan di berbagai negara memberikan dampak perubahan yang sangat besar. Hal ini juga dialami oleh perguruan tinggi kami yang juga mengadakan berbagai revolusi khususnya pada proses pembelajaran.

Awalnya kami sebagai perguruan tinggi swasta kecil merasakan kebingungan untuk mengubah paradigma pembelajaran pada mahasiswa kami karena adanya kondisi Covid-19. Perubahan paradigma yang terjadi yaitu  proses pembelajaran yang biasanya dilakukan secara tatap muka atau luring dan banyak didominasi oleh peran dosen sekarang berubah menjadi pembelajaran melalui media online atau daring dan lebih didominasi oleh mahasiswa.

Perubahan awal memang sulit terlebih kendala utamanya adalah mahasiswa kami yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah kesulitan fasilitas dan biaya untuk membeli paketan kuota. Selain itu, kawasan rumah mahasiswa kami yang berada di pelosok pedesaan juga menjadi polemik adanya perubahan ini. Namun, alhamdulillah satu per satu kesulitan ini dapat teratasi oleh perguruan tinggi kami. Kesulitan  tentang biaya pembelian kuota dapat diatasi dengan adanya bantuan kuota internet dari pemerintah sehingga mahasiswa tidak perlu bingung mengeluarkan biaya untuk membeli paketan kuota internet.

Adanya bantuan kuota internet dari pemerintah membuat kami lebih mudah melakukan proses pembelajaran di perguruan tinggi kami dengan menggunakan berbagai jenis media pembelajaran yang berbasis teknologi diantaranya yaitu grup Whatssap, Google Meet, dan ZoomSelain itu, kemudahan juga kami dapatkan setelah perguruan tinggi kami mendapatkan bantuan dana hibah Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sehingga kami bisa mulai menggunakan Learning Management System (LMS). Proses pembelajaran dengan LMS sangat mempermudah bagi penggunanya baik itu dari segi dosen maupun mahasiswa.

Adanya LMS juga bisa meningkatkan interaksi antara dosen dan mahasiswa sehingga masa pandemi Covid-19 dengan perubahan paradigma pembelajaran sudah tidak menjadi kendala bahkan berdampak positif bagi kami karena dosen dan mahasiswa kami dapat menggunakan berbagai media pembelajaran berbasis teknologi sesuai dengan era industi 4.0 yang mulai berkembang di negara-negara maju khususnya di Indonesia. Berikut ini adalah contoh link LMS yang saya gunakan ketika proses perkuliahan masa pandemi Covid-19.

Selain menggunakan LMS, kami juga mengkombinasikan proses pembelajaran dengan media virtual lainnya yang dapat membantu mahasiswa dalam memahami konsep materi yang kami sampaikan. Bukan terhenti sampai disini saja usaha kami agar pandemi ini tidak memberikan pengaruh yang buruk terhadap akademik mahasiswa kami, kami juga membuat berbagai video pembelajaran sebagai bantuan tutor kepada mahasiswa dalam memahami konsep perkuliahan sehingga walaupun masa pandemi proses pembelajaran dapat berjalan seperti biasa.

Untuk proses pembimbingan skripsi di kampus kami masih menggunakan proses bimbingan 2 arah yaitu secara daring dan luring. Proses bimbingan dilakukan secara luring jika mahasiswa memang membutuhkan komunikasi secara langsung dengan dosen pembimbing. Pembimbingan secara luring di perguruan tinggi kami tetap menerapkan protokol kesehatan sehingga dilakukan dengan aman.

Bagikan artikel ini

Komentar