Berita | Dunia Akademik | Dunia Mahasiswa

Pesan Prof. Nuh Untuk Pelajar Indonesia Terkait Modalitas Kecerdasan 

SEVIMA.COM – Selama ini, kita selalu dekat dengan jenis modalitas kecerdasan yang melekat pada diri manusia, yaitu Intellectual Intelligence (IQ), Emotional Intelligence (EQ), dan Spiritual Intelligence (SQ). Namun, ketiga kecerdasan ini belum cukup untuk melengkapi kemampuan seseorang untuk menjadi lebih baik. 

Ketiga jenis kecerdasan ini sangat melekat dengan dunia pendidikan di Indonesia. Semua pelajar harus dibekali dengan IQ,EQ, dan SQ. Namun, memasuki 2020, kondisi belajar mengajar mengalami perombakan secara drastis. Akibat pandemi, proses penyampaian proses belajar mengajar di Indonesia harus dilakukan secara daring. 

Kegiatan pendidikan yang berpusat pada dunia digital membuat IQ, EQ, dan SQ tidaklah cukup untuk mendidik generasi emas Indonesia. Disampaikan oleh Prof. Muhammad Nuh, Ketua Dewan Pers Indonesia sekaligus Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II, dalam Webinar SEVIMA (24/08) lalu, bahwa pendidikan di Indonesia juga membutuhkan Digital Quotient (DQ) dan Ind Quotient (IndQ).

Baca juga: Tips Kampus Memafaatkan Teknologi ala Prof. Nuh

Apa sih maksud dari Digital Quotient (DQ) dan Ind Quotient (IndQ)?

Belum banyak yang tahu, Digital Quotient (DQ) dan Ind Quotient (IndQ) merupakan dua modalitas kecerdasan yang harus ada di era digital ini. Digital Quotient diperlukan untuk membentuk kecerdasan yang bersumber dari potensi teknologi. Teknologi sebagai media pusat perputaran pendidikan Indonesia harus disosialisasikan sebaik mungkin kepada para pelajar. 

Pak Nuh mengungkap, Digital Quotient ini sangat penting untuk melatih tingkat emosional, sosial, serta kognitif pelajar untuk bisa beradaptasi dengan dunia digital. Jika pelajar bisa memenuhi dengan baik, maka tantangan dan tuntutan kehidupan di dunia digital bisa ditaklukan. 

“Kemampuan dalam sosial, emosional, serta kognitif ini membuat seseorang lebih bisa beradaptasi dengan baik. Terutama dalam tuntutan kehidupan digital yang menjadi sumber kebutuhan saat ini,” jelas Pak Nuh. 

Selain itu, kecerdasan lain yang diharuskan ada adalah Ind-Quotient. Ind-Quotient merupakan sebuah kecerdasan yang bersumber dari nilai ke-Indonesia-an. Jenis kecerdasan yang satu ini wajib diberlakukan kepada seluruh pelajar di tanah air.  

“Ind-Q wajib dipahami oleh seluruh pelajar di Indonesia. Disamping pelajar memiliki kemampuan yang luar biasa, mereka juga harus paham dengan jati diri bangsa,” katanya. 

DQ dan IndQ tak hanya penting untuk dunia pendidikan di Indonesia. Namun, DQ dan IndQ merupakan dua komponen yang sangat penting menuju kejayaan Indonesia 2045. Kedua komponen ini sangat berpengaruh dalam memenuhi janji kemerdekaan Indonesia yang tertuang pada Pembukaan UUD 1945.  

Bagikan artikel ini

Komentar