Lomba Artikel

Teknologi Informasi Penunjang Akreditasi

Penulis: Muhammad Romzi, M.Kom.
Kampus: Universitas Mahakarya Asia

Pada lembar Naskah Akademik Akreditasi dari BAN-PT dituliskan bahwa Akreditasi Program Studi bertujuan untuk menentukan kelayakan Program Studi atau Perguruan Tinggi berdasarkan kriteria yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi, selain itu Akreditasi juga bertujuan sebagai penjaminan mutu Program Studi dan Perguruan Tinggi guna melindungi kepentingan mahasiswa dan masyarakat.

Pada Akreditasi Program Studi ada dua laporan yang perlu dipersiapkan, yaitu Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS). LED dimaksudkan sebagai upaya Program Studi dalam memahami kondisi yang ada sekarang, untuk dijadikan dasar penentuan kondisi yang akan dicapai pada masa yang akan datang. LKPS merupakan laporan yang berisi data kuantitatif memuat capaian Indikator Kinerja dari Unit Pengelola Program Studi (UPPS).  

LED dan LKPS perlu disiapkan dengan sebaik mungkin, yang ditunjang dengan dokumen bukti kinerja dari masing-masing kriteria. Kelemahan dari Program Studi adalah, belum terbiasa mengarsipkan atau mendokumentasikan dokumen pada tiap kegiatan pada masing-masing kriteria.

Ada jargon yang menarik terkait  tentang pengarsipan atau pendokumentasian, jargon tersebut adalah “Tulis yang engkau Lakukan, lakukan yang engkau tulis”. Menuliskan atau mendokumentasikan setiap kegiatan sangat penting sekali pada saat akreditasi, utamanya pada saat visitasi lapangan oleh para Asesor. 

Pada zaman sekarang ini ada banyak berbagai pilihan tool untuk mendokumentasikan setiap kegiatan, ada tool yang berbayar dan ada juga yang gratisan. Perguruan Tinggi dapat membuat semacam repository untuk seluruh data akademik dan non akademik dengan memanfaatkan Teknologi Informasi. 

Data dipandang dari cara menyimpannya terdiri atas dua bentuk, bentuk yang pertama adalah data yang disimpan pada sekumpulan tabel, yang dikenal dengan basis data, bentuk kedua adalah data dalam bentuk sekumpulan dokumen dengan yang dapat terdiri dari lembar teks, gambar, audio maupun visual. 

Untuk pengolahan data bentuk pertama, perguruan tinggi dapat membuat dan mengembangkan dalam bentuk Sistem Informasi, seperti Sistem Informasi Akademik, Sistem Informasi Keuangan, dan sistem lainnya. Perencanaan dan Pengembangan Sistem Informasi membutuhkan kemampuan khusus.

Bagi perguruan tinggi yang memiliki keterbatasan, dapat memanfaatkan layanan pengolahan data dari pihak ketiga, yang memberikan solusi dalam bentuk berbagai macam Sistem Informasi yang siap pakai yang sesuai dengan kebutuhan program studi maupun perguruan tinggi. Salah satu contohnya adalah SEVIMA yang memberikan layanan digital pada perguruan Tinggi.

Pengolahan data dalam bentuk kedua, perguruan tinggi dapat menggunakan beberapa tool yang tersedia secara gratis pada internet. Tool tersebut diantaranya adalah Google Drive dan Google Formulir. Google Drive merupakan penyimpanan online yang dapat digunakan untuk menyimpan data atau dokumen hingga 15 GB secara gratis. Google Formulir, dapat digunakan untuk membuat formulir jajak pendapat atau kuesioner untuk mengukur kepuasan, seperti jajak pendapat dapat dari lulusan dan jajak pendapat dari pengguna lulusan. Hasil olahan data dari Google Formulir berupa analisis yang berbentuk grafik.

Selain menggunakan Google Drive dan Google Form, program studi dapat menggunakan Channel YouTube untuk menyimpan dokumen yang berbentuk audio visual. Program studi dapat membuat profil program studi atau perguruan tinggi yang menunjukkan aktivitas unggulan suatu program studi, sarana dan prasarana pada program studi. 

Profil program studi berbentuk vidio disimpan melalui YouTube, sehingga memudahkan pengguna untuk mengaksesnya, dalam hal ini assessor yang pada kondisi tertentu tidak memungkinkan untuk mengadakan visitasi secara offline, namun hanya memungkinkan secara online, dikarenakan suatu alasan tertentu, seperti alasan wabah covid19 beberapa waktu yang lalu.

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen selama 18 tahun dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui sistem informasi siAkadCloud

TAGS :

Komentar