Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Implementasi OBE di 33 Prodi IAIN Parepare: Dari Dokumen Kurikulum ke Pembelajaran yang Diukur
19 Oct 2026
Perguruan Tinggi | Strategi & Tata Kelola
17 Dec 2020

SEVIMA.COM – Di era disruptif seperti saat ini berbagai instansi tak terkecuali perguruan tinggi harus melakukan transformasi digital agar tidak ketinggalan zaman. Digitalisasi perguruan tinggi juga akan mempengaruhi jumlah peminat mahasiswa baru untuk mendaftar ke perguruan tinggi.
Selain itu, digitalisasi perguruan tinggi juga akan memudahkan civitas kampus dalam berbagai hal. Untuk itu sudah seharusnya perguruan tinggi Anda melakukan digitalisasi kampus untuk meningkatkan efisiensi dan juga mendukung mutu kampus. Berikut 10 digitalisasi yang bisa dilakukan kampus di era disruptif .
Inovasi pertama yang harus di digitalisasi oleh perguruan tinggi adalah SPMB online (Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru). Karena awal dari semua yang dilakukan oleh perguruan tinggi adalah proses penerimaan mahasiswa baru. Maka, jika dari awal penerimaan sudah digitalisasi maka peminat akan yakin dengan kampus tersebut.
Banyak terjadi di berbagai perguruan tinggi mengalami antri panjang ketika pembayaran kuliah tiba. Apalagi siswa harus membawa uang tunai di depan kantor akademik, tentu ini sangat tidak efisien dan aman bagi siswa. Nah, jika kampus menerapkan pembayaran online, pasti siswa bisa lebih nyaman dan aman ketika melakukan pembayaran.
Pembayaran online ini selain untuk pendaftaran mahasiswa baru juga sangat memudahkan civitas kampus khususnya mahasiswa dalam melakukan pembayaran tagihan kuliah seperti spp, uang gedung, buku dan lain-lain.
Zaman sekarang rata-rata siswa sudah mempunyai Smartphone. Nah, digitalisasi presensi dengan QR-Code ini sangat cocok diterapkan. Jadi mahasiswa hanya perlu mengeluarkan HP lalu scan QR-Code yang dibagikan oleh dosen. Dosen pun tidak perlu membawa presensi ke ruang kuliah setiap kali mengajar, dan setiap presensi akan langsung terekam ke sistem Siakad sehingga siswa dapat menyatukan secara real-time kehadirannya di dalam perkuliahan. Bagaimana, keren bukan?
Pasti sudah tidak asing lagi dengan e-learning , atau sering kita kenal dengan pembelajaran bold. Dengan adanya e-learning ini, siswa dapat merasakan pembelajaran dengan pengalaman yang lebih kaya dan bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja.
Baca juga: 5 Aplikasi E-Learning GRATIS Terbaik
Setiap mahasiswa tentu ingin mengetahui info ter- update dari kampus mereka. Untuk itu, perguruan tinggi seharusnya sudah menyiapkan aplikasi kampus yang bisa digunakan untuk menghubungkan dashboard mahasiswa dan juga untuk update berita dari program studi, bagian akademik, sampai dengan universitas. Dengan update informasi ini, siswa tidak ketinggalan berita.
Digitalisasi yang tidak kalah penting dari lainnya adalah digitalisasi sistem akademik kampus atau yang sering kita kenal dengan SIAKAD. Dengan adanya Siakad ini, kampus dapat memudahkan pengelolaan data akademik dan non akademik.
Dengan Siakad juga membantu perguruan tinggi dalam melaporkan data akademiknya ke pemerintah (PDDIKTI), dan juga sebagai big data untuk mengambil keputusan perkembangan kampus.
Baca juga: Manfaat Sistem Informasi Akademik Bagi Perguruan Tinggi & Mahasiswa
Salah satu yang harus disediakan kampus untuk menjamin alumninya mendapat pekerjaan adalah adanya aplikasi job fair dan career center. Nah, dengan adanya sistem job fair online ini tentu akan memudahkan dalam mencari pekerjaan.
Salah satu inovasi sederhana namun banyak memberikan pengaruh terhadap kesehatan akademik mahasiswa adalah adanya dashboard yang dapat menampilkan status mahasiswa, grafik yang menunjukkan tren prestasi dalam perkuliahan, hingga dengan prediksi izin masing-masing. Dengan dashboard informasi ini sangat membantu mahasiswa dalam merencanakan kuliahnya pada semester berikutnya.
Mengapa e-sertifikat ini penting? Bisa anda bayangkan, kampus mengadakan seminar nasional yang melibatkan 1000 peserta, pasti cetak sertifikat akan menjadi pekerjaan yang melelahkan. Nah, dengan adanya sistem e-sertifikat yang terkoneksi dengan kegiatan-kegiatan Kemahasiswaan. Jadi, setiap sertifikat juga akan langsung dikirimkan ke email masing-masing siswa peserta kegiatan dan terintegrasi dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang ada di sistem informasi akademik. Sertifikat tersebut dapat divalidasi keasliannya melalui QR Code yang dicantumkan di dalam sertifikat.
Yang tidak kalah pentingnya lagi adalah sistem keuangan kampus, karena banyak sekali perguruan tinggi yang masih mengelola keuangan kampus dengan manual, sehingga banyak permasalahan yang terjadi seperti, kesalahan dalam perhitungan dan pengambilan keputusan. Untuk itu penting bagi perguruan tinggi untuk digitalisasi sistem keuangan kampus.
Itulah beberapa digitalisasi yang harus dilakukan perguruan tinggi agar tidak tergerus oleh zaman, serta memudahkan civitas kampus. Bagaimana, kampus kamu siap menjadi smart campus berbasis digital? Yuk bertransformasi menjadi smart campus dengan siAkadcloud.com
Diposting Oleh:

Fadhol SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi