Dunia Kampus | e-learning

5 LMS Terbaik untuk E-Learning Gratis, Bahas Fitur Lengkap!

SEVIMA.COM – LMS terbaik untuk kuliah online. Lagi happening banget nih istilah kuliah online atau e-learning, apakah kampus Anda ada rencana memulai program kuliah online? Kita tahu, saat ini metode pembelajaran sudah berbeda dengan metode belajar beberapa tahun ke belakang.

Apalagi kita dihantam pandemi yang tak pasti kapan akan pergi ini, pembelajaran secara online akan menjadi pilihan yang harus dilakukan. Bahkan pemerintah juga menganjurkan untuk melakukan pembelajaran secara blended learning. Nah ternyata pembelajaran secara online ini butuh Learning Management System (LMS), apa itu LMS, dan apa fungsinya?

Apa itu Website LMS?

Pengertian Learning Management System (LMS) secara umum adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian materi pembelajaran. Saat ini banyak aplikasi LMS gratis dan sudah cock untuk digunakan dalam perkuliahan di Indonesia. Apa saja aplikasi LMS, dan apa saja LMS terbaik di 2020?

Hingga hari ini sudah cukup banyak platform LMS terbaik di Indonesia gratis ada juga LMS open source terbaik. Nah, apa sajakah aplikasi LMS terbaik tersebut?

5 Aplikasi LMS Terbaik 

  1. SEVIMA EdLink
  2. Moodle
  3. Google Classroom
  4. Edmodo
  5. Schoology

1. SEVIMA EdLink

SEVIMA EdLink adalah learning management system (LMS) asli Indonesia, aplikasi yang membantu mahasiswa dan dosen dalam kegiatan pembelajaran di perkuliahan. Seperti berbagi informasi, materi perkuliahan, serta memberikan tugas dan evalusi menjadi lebih mudah hanya lewat HP.

SEVIMA EdLink juga sudah mempunyai versi Website untuk memudahkan dosen dalam melakukan aktifitas, mulai dari absensi, pembelajaran hingga penilaian. Selain bisa digunakan di Android dan Web, SEVIMA EdLink juga sudah tersedia di Apps Store (iOS) untuk pengguna iPhone.

Fitur-Fitur SEVIMA EdLink

1. Presensi online mahasiswa 

Presensi mahasiswa memang kadang suka bikin ribet. Mahasiswa harus buka laptop dulu dan mungkin ada juga yang masih dilakukan secara konvensional. Di tengah pandemi yang seperti ini, SEVIMA EdLink memberikan kemudahan untuk para pelaku dunia pendidikan, lho. Di dalam SEVIMA EdLink sudah dilengkapi dengan presensi mahasiswa yang cukup diakses melalui smartphone. Wah, mudah sekali bukan. Dengan demikian, mahasiswa akan lebih mudah mengaksesnya dimanapun dan kapanpun.

2. Video konferensi jarak jauh

Akhir-akhir ini, pembelajaran hanya bisa dilakukan melalui online saja. Jadi, sebagai pelaku di dunia pendidikan, anda harus pandai mengatur dan memilih aplikasi yang terbaik untuk peserta didik anda.

Dalam SEVIMA EdLink sudah disiapkan ruang untuk melakukan perkuliahan jarak jauh dengan menggunakan video konferensi. Dengan menggunakan video konferensi ini, semua sistem belajar mengajar akan sangat mudah dan leluasa dalam pelaksanaannya.

Baca juga: 7 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Dosen di SEVIMA EdLink

3. Jadwal perkuliahan online

Seringnya cekal karena lupa dengan jadwal perkuliahan pasti akan bisa diminimalisir bila menggunakan SEVIMA EdLink. Disini para mahasiswa akan menikmati fasilitas jadwal perkuliahan yang tersedia di dalam aplikasi. Sehingga mahasiswa akan lebih mudah dalam menjalankan perkuliahan.

Menariknya lagi, dalam sistem ini juga terdapat notifikasi jadwal perkuliahan yang bisa membantu siswa saat memulai perkuliahan tersebut. Jadi, bisa dipastikan kalau anda menggunakan SEVIMA EdLink, kejadian seperti cekal dan lupa jadwal kuliah bisa diminimalisir.

4. Kuis interaktif

Meskipun kuliah dilakukan dengan sistem online, anda masih bisa melakukan kuis interaktif dengan mudah. Terlebih bila anda menggunakan aplikasi dari SEVIMA EdLink. Kuis interaktif akan dikemas dengan sangat menarik dan menyenangkan, sehingga para peserta didik bisa menguasai materi dengan baik.

5. Sharing materi, diskusi dan kuliah online dengan mudah

Namanya perkuliahan dan pembelajaran, pasti tidak jauh dari yang namanya sharing materi dan diskusi. Dalam menggunakan platform ini, anda akan dengan mudah melakukan sharing materi, diskusi dan perkuliahan online dengan mudah. Sehingga, materi yang disampaikan dosen akan dengan mudah tersaring dengan baik.

6. Rekap absen mahasiswa

Biasanya, rekap absen masih dilakukan dengan manual dan konvensional. Namun, dengan menggunakan platform SEVIMA EdLink, anda tidak akan lagi menemukan kesulitan ini. cukup dengan melihat absensi yang dilakukan mahasiswa secara online, anda bisa langsung untuk melakukan rekap dari data tersebut. Yuk, gunakan SEVIMA EdLink

2. Moodle

Moodle adalah sebuah aplikasi LMS eLearning berbasis website yang dapat merubah sebuah media pembelajaran offline ke dalam bentuk online (web based). Aplikasi e-learning Moodle ini memungkinkan siswa untuk masuk kedalam ruang kelas digital untuk mengakses materi-materi pembelajaran.

Dengan menggunakan Moodle, pengajar dapat membuat materi pembelajaran, kuis, jurnal elektronik dan lain-lain. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, sekarang Moodle (Modular Object Oriented Dynamic Learning Environment) juga dapat digunakan melalui aplikasi berbasis Android dan iOS.

Aplikasinya juga memiliki banyak sekali fitur yang diperlukan untuk membangun e-learning Anda. Fitur-fitur Moodle adalah sebagai berikut:

1. Dashboard

Layaknya CMS pada umumnya, Moodle juga memiliki dashboard. Dari sini Anda bisa lebih mudah memodifikasi dan melakukan pengelolaan platform e-learning.

Anda juga bisa mengatur hak akses ke Dashboard. Jadi selain administrator yang memiliki hak akses penuh, Anda bisa memberi hak akses terbatas pada pendidik, pengawas atau pihak lain.

2. File Management

Platform ini memiliki sistem file management yang cukup baik.

Setiap materi pembelajaran bisa terdokumentasi dengan baik. Untuk menambahkan materi, Anda hanya perlu melakukan drag ‘n drop. Platform ini juga memungkinkan Anda menambah resource materi dari luar.

3. Progress Tracking

Platform ini memiliki fitur progress tracking yang akan mendokumentasikan setiap perkembangan pembelajaran.

4. Multimedia Integration

Semua konten pembelajaran di platform e-learning bisa Anda integrasikan dengan konten multimedia. Dengan demikian, pembelajaran bisa jadi lebih menyenangkan dan siswa bisa lebih mudah mengerti tiap materinya.

Anda bisa menggunakan konten audio, gambar hingga video. Anda bisa mengatur integrasinya dengan mudah di dashboard.

5. Peer Assessment

Platform ini juga mendukung sistem peer assessment. Peer assessment adalah suatu proses pembelajaran yang melibatkan siswa untuk menilai kinerja siswa lainnya (satu tingkat yang sama). Sistem ini bisa Anda terapkan untuk menilai suatu tugas kelompok.

6. Inline Feedback

Fitur ini memungkinkan Anda sebagai pengajar untuk memberikan koreksi di lembar kerja siswa secara langsung. Jadi Anda bisa memberi highlight atau catatan khusus secara langsung di lembar kerja siswa.

3. Google Classroom

Google Classroom (atau dalam bahasa Indonesia yaitu Ruang Kelas Google) adalah suatu serambi pembelajaran campuran yang diperuntukkan terhadap setiap ruang lingkup pendidikan yang dimaksudkan untuk menemukan jalan keluar atas kesulitan dalam membuat, membagikan dan menggolong-golongkan setiap penugasan tanpa kertas.

Google Classroom memertalikan banyaknya layanan Google secara berbarengan guna mengulurkan sambung tangan bagi lembaga-lembaga pendidikan agar beralih cara menuju sistem tanpa kertas

Pembuatan dan pemberian tugas bisa dilakukan penyelesaiannya melewati Google Drive sambil menggunakan Gmail untuk membuat pemberitahuan di ruang kelas Google. Para murid dapat diundang ke sebuah ruang kelas dengan beberapa cara yaitu melalui basis data lembaga, melalui sebuah kode pribadi yang kemudian dapat ditambahkan di dalam antarmuka murid atau dengan didatangkan secara sendirian dari Sistem Pengelolaan Keterangan Sekolah (School Information Management System).

Google Classroom disatupadukan dengan Google Calendar dari para murid dan guru. Tiap-tiap kelas dibuatkan dengan adanya sebuah berkas yang dipisahkan oleh Google Classroom di dalam masing-masing layanan Google di mana para murid dapat menyerahkan hasil kerjanya untuk digolong-golongkan oleh seorang guru.

4. Edmodo

Edmodo adalah platform microblogging pribadi yang dikembangkan untuk guru dan siswa, dengan mengutamakan privasi siswa. Guru dan siswa dapat berbagi catatan, tautan, dan dokumen. Guru juga memiliki kemampuan untuk mengirimkan peringatan, acara, dan tugas untuk siswa dan dapat memutuskan untuk mengirimkan sesuatu dalam kerangka waktu yang dapat dilihat publik.

Edmodo adalah sebuah platform pembelajaran sosial untuk guru/dosen, siswa/mahasiswa maupun untuk orang tua/wali yang dikembangkan pada akhir 2008 oleh Nic Borg dan Jeff O’Hara yang merasakan kebutuhan untuk berkembang di lingkungan sekolah/kampus untuk mencerminkan bahwa dunia yang semakin global dan terhubung.

Untuk itu keduanya menciptakan sebuah alat/aplikasi yang dapat menutup kesenjangan antara bagaimana siswa/mahasiswa menjalani kehidupan mereka dan bagaimana mereka belajar di sekolah/kampus, untuk itulah maka Edmodo ada. Edmodo dibuat sebagai sebuah platform pembelajaran jejaring sosial untuk guru/dosen, siswa/mahasiswa, dan orang tua/wali.

Edmodo dirancang untuk membuat siswa/mahasiswa bersemangat belajar di lingkungan yang lebih akrab. Di dalam Edmodo, guru/dosen dapat melanjutkan diskusi kelas online, memberikan polloing untuk memeriksa pemahaman siswa/mahasiswa, dan lencana penghargaan kepada siswa/mahasiswa secara individual berdasarkan kinerja atau perilaku.

Baca Juga: Cara Terbaru Mendaftar Edmodo Sebagai Siswa/Mahasiswa Lengkap

5. Schoology

Schoology adalah solusi sistem manajemen pembelajaran (LMS) yang dirancang untuk kolaborasi antara semua jenis pelajar dan instruktur. Solusinya ditujukan untuk pembelajaran K-12 (istilah yang digunakan dalam pendidikan dan teknologi pendidikan di Amerika Serikat, yakni seperti TK, dan dari kelas satu sampai kelas dua belas.), pendidikan tinggi dan program pelatihan perusahaan.

Fokus utama solusi LMS Schoology adalah untuk memungkinkan kolaborasi, dengan pos pemeriksaan yang sering dilakukan untuk memastikan peserta terlibat dengan materi. Penambahan terbaru untuk solusinya adalah manajemen penilaian, yang membawa fitur manajemen pembelajaran untuk penilaian.

Schoology menawarkan API generasi berikutnya dan dukungan Learning Tools Interoperability (LTI), pencitraan merek khusus, pembuatan peran granular, penilaian lanjutan, dan analisis terperinci, dengan biaya tertentu. Seperti Edmodo, bagaimanapun, Schoology menggunakan estetika Facebook yang akrab dengan fitur gamification, aplikasi mobile, dan akun orang tua. Model harga freemiumnya juga sebanding dengan Edmodo.

Siswa, orang tua, dan guru dapat bermain secara gratis, tetapi admin akan membayar fitur tambahan premium. Dengan wajah jejaring sosial dan fondasi perusahaan LMS, Schoology menyentuh titik manis untuk manajemen pembelajaran K-12.

5 Manfaat Mengajar Menggunakan LMS

1. Seluruh kegiatan pembelajaran dilakukan secara virtual

LMS memang mengenalkan mahasiswa dengan pembelajaran secara daring. Dengan menggunakan LMS ini mahasiswa dan dosen akan memanfaatkan platform pembelajaran online yang bisa dimanfaatkan untuk kuis, ujian, diskusi, hingga mengunggah soal.

2. Lebih mudah bertukar informasi

Seluruh kegiatan yang dilakukan secara daring membuat mahasiswa dan dosen bisa bertukar materi lebih mudah. Hanya dengan menggunakan satu platform terbaik saja dosen bisa membagikan berbagai materi dari berbagai format dengan cepat dan mudah. Dengan demikian kegiatan belajar mengajar tetap dilakukan dengan baik meskipun di masa pandemi seperti ini.

3. Tugas dan kuis lebih mudah didistribusikan

Seluruh kegiatan yang berbasis online membuat tugas dan kuis lebih mudah didistribusikan. Dengan menggunakan sistem online saja, mahasiswa bisa mengerjakan tugas, mengerjakan soal ujian hingga kuis. Yang mana seluruh kegiatan tersebut akan dipantau penuh dengan dosen. Wah sangat mudah ya.

4. Bisa menganalisis perkembangan mahasiswa

Seluruh kegiatan pembelajaran dengan LMS ini akan lebih mudah dianalisis langsung oleh dosen. Terutama dalam pengisian nilai, semuanya sudah tersedia di dalam satu fitur. Jadi, dosen hanya melakukan ulasan dan pengecekan ulang saja setelah mahasiswa melakukan ujian dan kuis.

5. Mahasiswa bisa belajar dengan mandiri sebelum kelas dimulai

Dengan menggunakan LMS ini, dosen akan memberikan seluruh materi di dalam platform yang tersedia. Nah, di sini mahasiswa bisa mengunduh dan mempelajari materi tersebut sebelum berada di dalam kelas.

Cara Memilih LMS

1. Pilih yang sesuai kultur pembelajaran kampus di Indonesia

Ini penting, jangan asal menggunakan sistem yang sudah ada begitu saja. Pada sistem LMS yang ada belum tentu cocok untuk kebutuhan perguruan tinggi di Indonesia. Biasanya produk LMS akan disesuaikan dengan kultur kampus tempat LMS itu dikembangkan. Jadi, kampus Anda harus mempertimbangkan ini baik-baik, agar dosen dan mahasiswa tidak kesulitan.

2. Pilih yang sudah teruji di perguruan tinggi 

Tak kalah penting lagi adalah, LMS yang Anda pilih harus teruji dan kapabel untuk perkuliahan di perguruan tinggi. Karena nantinya pembelajaran akan sangat tergantung dengan LMS, jadi ketika memilih pastikan teruji dan bisa Anda coba langsung sebelum menggunakan atau membeli.

3. Keamanan pada sistem LMS

Sistem LMS tidak selamanya dilengkapi dengan keamanan, ada beberapa sistem LMS baru dan dari sisi keamanan coding masih belum bisa diuji. Maka dari itu, jika Anda sudah sangat yakin untuk menggunakan sistem LMS, sebaiknya Anda memperhatikan keamanan pada sistem dan bagaimana cara sistem mengenkripsi data yang sifatnya pribadi. Selain fungsi dari https, sistem enkripsi juga dapat didukung oleh penggunaan coding.

Baca juga: 5 Keuntungan Menggunakan LMS Berbasis Cloud

4. Pembaruan Sistem (Update)

Sistem LMS yang Anda pilih haruslah yang memiliki pembaruan secara berkala. Jangan sekali-kali menggunakan sistem open source gratis yang tidak mendapatkan pembaruan karena bisa jadi celah keamanan pada poin ke-3 yang kami sebutkan sebelumnya ada pada kelemahan ini. Dan jika LMS tidak update, pasti akan ketinggalan teknologi yang terus berkembang.

5. Jangan terpaku pada review, lakukan pengujian secara mandiri

Anda mungkin akan sering menemukan sistem LMS gratis dengan review positif. Namun, jangan jadikan review ini sebagai tolok ukur untuk memilih sistem. Karena, tidak semua review positif yang diberikan merupakan review asli dari pengguna. Intinya, Anda harus mencobanya sendiri terlebih dahulu, agar tahu manfaat dan kelebihan LMS tersebut.

Yaps, sekarang Anda bisa memilih aplikasi yang cocok untuk rencana kuliah online di kampus Anda, namun untuk kampus yang baru memulai untuk program kuliah online aplikasi SEVIMA EdLink sangat cocok untuk memulainya. Anda bahkan mendapat support penuh penggunaan aplikasi ini untuk penerapannya dari tim SEVIMA.

Baca Juga:

Bagikan artikel ini

Komentar