Akademik & Mutu | Perguruan Tinggi
Ekuivalensi Kurikulum: yang Disetarakan Progres Studi Mahasiswa, Bukan Mata Kuliahnya
13 Oct 2026
07 May 2024

SEVIMA.COM – Proses pembelajaran di perguruan tinggi terdiri dari beberapa metode yang mengacu pada Permendikbudristek nomor 53 Tahun 2023. Tertuang pada pasal 8 ayat 1, bahwa penyusunan unit pengelola program studi juga harus melibatkan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Untuk mencapai pembelajaran yang selaras dengan DUDI, program studi dapat mengembangkan metode pembelajaran efektif seperti Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Case-Based Method (CBM).
Metode pembelajaran ketiga ini diimplementasikan untuk menyukseskan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang mengacu pada DUDI. Meski PBL, PjBL, dan CBM terkesan mirip, namun terdapat beberapa perbedaan yang mencolok. Bagaimana perbedaan metode pembelajaran ketiga ini? Berikut pembahasannya.
Dikutip dari laman IKIP Siliwangi , pembelajaran dengan metode Problem Based Learning (PBL) merupakan metode pembelajaran dengan memahami suatu konsep melalui masalah yang disajikan pada awal pembelajaran. Dengan metode pembelajaran ini, siswa didorong untuk melatih kemampuan pemecahan masalah .
Metode ini berpusat pada pelajar ( student centered ). Tujuan untuk menggali secara mendalam suatu topik yang diajarkan. Mahasiswa akan mengajarkan pendekatan berbasis penelitian terhadap suatu permasalahan. Di sisi lain, siswa juga ditantang untuk menjawab pertanyaan yang berbobot sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Baca juga: Mengenal Model Pembelajaran Teaching Factory (TEFA)
Berdasarkan laman resmi kampus Universitas Gadjah Mada UGM , Project Based Learning (PjBL) merupakan bentuk metode pembelajaran yang dirancang khusus agar siswa melakukan proses pembelajaran secara langsung. Siswa akan dibayangkan dengan proyek nyata berdasarkan mata kuliah yang diikuti. Tujuannya tentu saja untuk mencapai pembelajaran secara nyata.
Lalu untuk Metode Berbasis Kasus atau biasa disingkat CBM merupakan metode pembelajaran yang diimplementasikan untuk mendukung kurikulum Kampus Merdeka. CBM berfokus pada peningkatan pemahaman siswa dalam memahami logika industri atau logika proposional. Tujuannya adalah mempraktekkan nilai dan norma kolaborasi di dunia profesional.
Untuk memfasilitasi metode pembelajaran CBM diperlukan pembentukan luaran atau output berupa rencana produk maupun tata kelola. Melalui rancangan ini, ketika pembelajaran dosen dapat memonitor proses pembelajaran peserta didik secara berkesinambungan.
Dari ketiga metode tersebut memiliki peran penting untuk mensukseskan penerapan kurikulum OBE. Melalui kurikulum ini diharapkan bisa mencetak lulusan yang bisa memenuhi kebutuhan industri. Dengan kata lain, permasalahan yang terus timbul terkait kelingking bisa terselesaikan dengan tepat.
Perlu diketahui, bahwa penerapan pembelajaran berdasarkan hasil telah diatur dalam kebijakan berikut, yaitu:
Lalu bagaimana agar penerapan PBL, PJBL, dan CBM dapat berjalan optimal di perguruan tinggi?
Pembelajaran PBL, PJBL, dan CBM merupakan metode yang menggunakan kasus nyata untuk membekali siswa dalam melakukan eksplorasi suatu masalah atau pembelajaran. Dari metode pembelajaran ini, siswa dituntut untuk menjadi aktif yang disesuaikan untuk mencapai kompetensi sesuai Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Berikut adalah penerapan pembelajaran PBL, PJBL, dan CBM:
Laporan dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Siliwangi , Penerapan PBL di pendidikan tinggi bertujuan untuk mendorong siswa agar kritis terhadap suatu permasalahan. Untuk mencapai tujuan PBL, penerapannya dilakukan dengan merancang pembelajaran sebagai berikut:
PjBL merupakan model pembelajaran yang menggunakan berbagai proyek sebagai dasar proses pembelajaran untuk mencari kompetensi. Dengan pembelajaran ini, siswa diharapkan dapat berpikir kreatif dalam mengembangkan sesuatu. Untuk mencapai tujuan pembelajaran PjBL, dalam proses pembelajaran akan menerapkan beberapa hal berikut:
Pembelajaran CMB hampir mirip dengan PBL, yang membedakannya adalah CBM fokus pada kasus yang diterapkan untuk meningkatkan kemampuan analisis berdasarkan pengalaman. Di pendidikan tinggi, penerapan CBM dilakukan melalui beberapa hal berikut:
Pembelajaran ketiga ini selaras dengan kurikulum OBE yang menekankan proses pembelajaran inovatif dan menghasilkan pemikiran yang kreatif. Saat ini, SEVIMA Platform telah merancang sistem informasi akademik yang mampu mendukung penerapan PBL, PJBL, hingga CBM.
Untuk mempermudah kampus menerapkan PBL, kini SEVIMA Platform telah mengakomodir metode implementasi ini. Bagaimana kemudahan menerapkan PBL dengan SEVIMA Platform?
Sistem mahasiswa akademik yang menerapkan kurikulum OBE perlu melakukan rencana Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di setiap pertemuaan. Pencatatan RPS disetiap pertemuan ini kini telah diakomodir oleh SEVIMA Platform, sehingga admin hanya menyesuaikan RPS pada setiap pertemuan.
SEVIMA Platform pada modul EdLink semakin mempermudah pelaksanaan PBL di perguruan tinggi. Modul Learning Management System (LMS) EdLink merupakan platform pembelajaran yang memfasilitasi pertemuan, pengumpulan tugas, hingga eksplorasi berbagai pembelajaran dari para praktisi.
Seluruh pelaksanaan akademik dengan menggunakan SEVIMA Platform dapat dimonitor secara real time melalui fitur Dashboard Pimpinan. Melalui fitur ini, perguruan tinggi dapat menjadi lebih mudah dalam memantau pelaksanaan pelaksanaan OBE.
Modul OBE SEVIMA Platform memiliki fitur transkrip nilai yang lengkap dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL). Dengan fitur ini, dosen dan mahasiswa dapat mengetahui kualitas pembelajaran PBL, PJBL, dan CBM berdasarkan nilai dan ketercapaian pembelajaran.
Baca juga: PMB RPL dan PMB Reguler, Apa Bedanya?
Itu tadi penjelasan lengkap mengenai perbedaan PBL, PJBL, dan CBM yang dapat diterapkan di kurikulum OBE. Bagi Anda yang ingin menerapkan metode pembelajaran sesuai dengan kurikulum OBE, yuk segera hubungi tim kami di sini 082261610404 (WA) untuk informasi lebih lanjut terkait SEVIMA Platform.
Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi