Kontak Kami

Perguruan Tinggi | Strategi & Tata Kelola

Antara Pandemi dan Revolusi Pendidikan Secara Perlahan di Universitas Padjajaran

13 Nov 2020

Penulis: Erlingga Agustiana
Mahasiswa Universitas Padjadjaran
Artikel ini Masuk dalam 10 Besar Kategori Mahasiswa di “Kompetisi Menulis SEVIMA #revolutionizeEducation” 

SEVIMA.COM – Pandemi Covid-19 yang menjangkiti dunia sejak awal tahun 2020 memaksa sektor seluruh penopang keberlangsungan hidup manusia untuk beradaptasi dengan segala bentuk ketidak-pastian. Penyesuaian ini tidak mengenal apa dan sasaran siapanya. Beberapa sektor yang terdampak secara luar biasa dalam skala internasional antara lain ekonomi, kesehatan, sosial-budaya, dan pendidikan.

Di Indonesia, pendidikan nasional di kala pandemi itu sendiri dituntut untuk berimprovisasi agar terus eksis sesuai dengan kebutuhan di era industri 4.0. Oleh karena itu, sebuah revolusi di bidang pendidikan sangat diperlukan untuk menjaga kapasitas serta kapabilitas sumber daya manusia di Indonesia agar terus relevan dengan masa dan tantangannya masing-masing. Revolusi ini harus dipastikan menyasar seluruh segmentasi dan tingkatan pendidikan, dimulai dari usia dini, dasar, menengah pertama, menengah atas, hingga tingkat vokasi dan universitas.

Universitas dan vokasi menjadi tingkatan yang paling terdampak atas ini. Ini karena kedua tingkatan pendidikan tersebut berisikan orang-orang dari pelbagai latar belakang dan lokasi tempat tinggal. Selain itu, penyesuaian ini juga harus berlandaskan pada filosofi tri dharma perguruan tinggi. Salah satu universitas yang telah membuat gebrakan luar biasa cepat adalah Universitas Padjadjaran, dimana kampus tersebut merupakan kampus tempat penulis berkuliah dan mengembangkan dirinya.

 

(Sumber: Rektorat Unpad, Jatinangor. [Foto: Kantor Komunikasi Publik Unpad])

Universitas Padjadjaran (Unpad) menjadi salah satu kampus yang menyesuaikan dirinya secara signifikan di masa pandemi Covid-19 dengan program-program yang hingga saat ini telah dan akan dilaksanakan. Kebijakan yang diturunkan oleh kampus biru tersebut tak ayal, meski kerap menuai masukan hingga kritikan dari entitas mahasiswa, namun tentu patut diapresiasi mengingat tidak ada yang siap menghadapi perubahan secepat ini. Beberapa kebijakan kampus tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk beton dalam pelbagai macam wujud program, diantaranya:

  1. Website mandiri yang terintegrasi dengan kuota belajar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

Unpad memiliki kanal pembelajarannya sendiri yang dapat diakses dengan kuota belajar bulanan Kemendikbud sebesar 45 (empat puluh lima) Giga Byte . Website tersebut dikenal dengan nama LiVE ( Learning in Virtual Environment ). Di sana, para dosen dapat dan mahasiswa dapat berinteraksi dari jarak jauh selama masa PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh). Tampilan User Interface yang sederhana agar mudah digunakan oleh dosen-dosen berusia lanjut namun tetap memiliki semangat mengabdi dan mendidik menjadi kelebihan juga.

  1. Pusat Konseling yang melayani secara berani maupun luring

Rektor Unpad periode ini memiliki fokus akan isu kesehatan mental. Salah satu bentuk nyatanya adalah dengan menghadirkan layanan konsultasi kesehatan mental bernama Pusat Konseling Universitas Padjadjaran (PKUP) untuk melayani mahasiswa dan civitas lainnya yang memiliki gangguan kesehatan mental selama PJJ. Layanan ini dapat diakses secara berani maupun memikat dengan protokol kesehatan, dan dilayani oleh profesional yang sudah memiliki jam terbang dan teruji akademik secara bahasa. Hal ini karena Unpad berpendapat bahwa kesehatan psikologis sama pentingnya dengan kesehatan fisiologis.

  1. Kegiatan kemahasiswaan yang adaptif

Di masa pandemi seperti saat ini, segala kegiatan yang melibatkan aktivitas di luar dan/atau dalam ruangan dan diikuti oleh banyak orang yang mengalami aktivitas yang pada akhirnya berimplikasi dalam pelbagai hal. Perubahan drastis terjadi di tataran pelaksanaan hingga substansi dan filosofi kegiatan. Unpad sendiri mengimbau mahasiswanya agar menyusun dan mengeksekusi segala bentuk program kerjanya dengan mempertimbangkan banyak hal, terutama Pembatasan Sosial Berskala Besar yang berlaku. Oleh karena itu, lembaga-lembaga kemahasiswaan dituntut untuk membuat inovasi dalam programnya. Salah satu lembaga kemahasiswaan yang didukung oleh Rektorat Unpad yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Unpad (BEM Kema Unpad).

BEM Kema Unpad sendiri sudah banyak memiliki program kerja (dapat dilihat di kema.unpad.ac.id ) yang berdampak pada masyarakat umum, terutama di bidang pendidikan. Dalam pendidikan, terdapat program bernama Taman Ilmu Unpad. Taman Ilmu ini hadir untuk mengabdi dan memberikan pendidikan kepada anak-anak di sekitar Jatinangor. Namun, dalam kondisi pandemi seperti saat ini, Taman Ilmu berevolusi secara filosofis maupun implementasi.

Dalam aspek filosofis, pandemi menyebabkan kegiatan ini berkurang di sisi kedekatan antara sasaran anak-anak dengan para siswanya yang kemudian menyebabkan terjadinya kesenjangan yang cukup signifikan. Alhasil, efektivitas dan tantangan seperti ini perlu diantisipasi dan diatasi di bagian eksekusi. Di sisi implementasi, Taman Ilmu ini jika dilihat dari segi keuntungan dalam pelaksanaannya secara berani, dapat menjangkau lebih luas, tidak hanya dalam lingkup tertentu. Kemudian, pelibatan ini juga dapat menjadi ruang kolaborasi yang lebih dalam antara penyelenggara dan pihak keluarga atau wali pendamping anak tersebut.

Pada akhirnya, kondisi ketidak-pastian ini hanya menyisakan satu hal yang pasti, yaitu ketidak-pastian itu sendiri. Kemudian perlu disadari bahwa berdasarkan sejarah, sebuah perubahan bernama revolusi tidak bisa dilakukan secepat kilat. Perlu adanya konsistensi dan komitmen dari berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkannya. Karena pada akhirnya, situasi pandemi seperti ini akan mengubah seluruh tatanan masyarakat dan sosial masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, revolusi pendidikan dapat mulai diinisiasi dari tingkat terdekat, salah satunya kampus tempat penulis berkembang, Universitas Padjadjaran.

 

 

Diposting Oleh:

ahmaddimas

Tags:

kompetisi menulis sevima pandemi covid-19 Universitas Padjadjaran

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

Video Terbaru

Pulang dan Membangun Kampus: Perjalanan Memimpin Pendidikan Maritim dari Cirebon