Kampus Merdeka | kemendikbud

Cara Membuat Proposal untuk Program Matching Fund 2021

SEVIMA.COM – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menggelontorkan dana sebesar Rp250 miliar sebagai insentif dana padanan (matching fund) 2021. Skema ini akan mengajak pihak industri, kampus, pemerintah, dan lembaga mitra untuk membentuk ekosistem Merdeka Belajar – Kampus Merdeka.

Program Matching Fund adalah program pendanaan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi yang melibatkan insan perguruan tinggi dan DUDI untuk bersamasama terlibat dalam membentuk ekosistem Kampus Merdeka–Merdeka Belajar.

Setiap perguruan tinggi dapat mengusulkan lebih dari satu proposal kerjasama/kemitraan untuk mendapat dana dari Program Matching Fund. Pola kemitraan yang dapat diusulkan:
1. Satu Perguruan Tinggi dengan satu DUDI;
2. Satu Perguruan Tinggi dengan beberapa DUDI;
3. Beberapa Perguruan Tinggi dengan satu DUDI; dan/atau
4. Beberapa Perguruan Tinggi dengan beberapa DUDI.

Baca juga: Cara Kampus Dapatkan Dana Matching Fund Sebesar Total Rp250 Miliar

Kapan Pengiriman Proposal untuk Program Matching Fund 2021?

Penerimaan proposal dimulai pada tanggal 25 Januari s.d. 30 Juni 2021. Melalui platform Kedaireka (kedaireka.id) dan diusulkan oleh dosen perguruan tinggi yang telah terdaftar di Kedaireka. Penetapan penerima bantuan dilakukan melalui proses seleksi proposal yang bersifat first come first served.

Cara Membuat Proposal untuk Program Matching Fund 2021

Untuk meraih kesempatan mendapatkan Matching Fund, Insan Dikti dipersilakan untuk mengajukan proposal tambahan setelah kolaborasi dengan Industri tercipta. Setelah itu pihak kampus baru bisa mengajukan proposal untuk program Matching Fund 2021 tadi. Proposal yang disusun pun perlu memenuhi sejumlah ketentuan berikut ini:

1. Rasio Pendanaan

Ketentuan pertama yang harus dipenuhi perguruan tinggi sebelum mengajukan proposal adalah berkaitan dengan rasio pendanaan. Perhitungan rasio pendanaan ini pada dasarnya akan disesuaikan dengan kontribusi mitra kepada pihak pemerintah.

2. Tipe Pendanaan

Ketentuan kedua adalah terkait tipe pendanaan, sebab tipe pendanaan yang bisa diterima perguruan tinggi bisa dalam bentuk uang tunai dan bisa juga dalam bentuk lain yang nilai kontribusinya bisa diukur.

3. Tipe Perguruan Tinggi

Ketentuan berikutnya adalah tipe perguruan tinggi, sebab oleh Kemendikbud disampaikan jika program Matching Fund 2021 ini bisa diikuti oleh semua perguruan tinggi di Indonesia. Baik itu PTN maupun PTS.

Baca juga: Apa Itu Merdeka Belajar Kampus Merdeka?

Seleksi Proposal Pengajuan

Proposal untuk program Matching Fund 2021 yang sudah disusun nantinya akan diajukan oleh dosen di perguruan tinggi yang bersangkutan dan sudah terdaftar di Kedaireka. Selain itu dosen tersebut juga harus melibatkan mahasiswa program sarjana.

Selain itu juga bisa melibatkan dosen maupun peneliti lain yang bisa berasal dari perguruan tinggi yang sama dan bisa juga dari perguruan tinggi lain. Setelah terbentuk kesepakatan antara perguruan tinggi dengan mitra, barulah proposal Matching Fund 2021 diajukan ke Kemendikbud melalui Kedaireka.

Tidak semua orang dari perguruan tinggi bisa mengajukan proposal tersebut, oleh Kemendikbud ditambahkan beberapa syarat pihak yang mengajukan. Meliputi:

– Merupakan dosen aktif di program studi akademik di dalam sebuah perguruan tinggi akademik.
– Memiliki rekam jejak yang dipastikan sesuai dengan program yang diusulkan bersama mitra.
– Sudah terdaftar di Kedaireka.
– Tidak sedang dalam masa studi lanjut maupun kegiatan akademik lainnya.
– Bukan berasal dari perguruan tinggi dengan status pembinaan.

Alur Pengajuan Proposal

Proses atau alur untuk mengajukan proposal Matching Fund 2021 kepada Kemendikbud sendiri lebih detailnya adalah sebagai berikut:

1. Melakukan pendaftaran ke Kedaireka.
2. Mencari dan melakukan kesepakatan kerjasama atau kemitraan dengan mitra.
3. Menyusun proposal pengajuan dan melengkapi sejumlah dokumen yang diminta sesuai ketentuan.
4. Mengisi form aplikasi Matching Fund 2021.
5. Mengunggah dokumen pelengkap dan proposal Matching Fund 2021 yang sudah disusun tadi.
6. Menunggu proses seleksi administrasi (dilakukan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi), jika lolos maka bisa ke tahap selanjutnya.
7. Menunggu proses seleksi substansi.
8. Melakukan verifikasi kelayakan.
9. Menunggu penetapan penerima Matching Fund 2021.
10. Menyelesaikan kontrak dan detail lain yang perlu dilakukan di tahap akhir.

Baca juga: Panduan Program Kompetisi Kampus Merdeka 2021

Struktur Proposal Pengajuan

Proposal pengajuan yang disusun diminta untuk dibuat memakai Bahasa Indonesia, ringkas, informatif, dan juga mengikuti kerangka pikir yang logis. Adapun detail struktur proposal tersebut adalah sebagai berikut:

– Halaman judul.
– Halaman identifikasi dan pengesahan.
– Daftar isi.
– Ringkasan Eksekutif.
– Latar Belakang (memaparkan pentingnya kegiatan untuk menyelesaikan masalah di mitra (DIDU), masyarakat, maupun di perguruan tinggi).
– Tujuan (memaparkan tujuan yang bisa dicapai melalui kegiatan yang diusulkan).
– Roadmap dan Desain Program (memaparkan tahapan kegiatan yang sudah dilaksanakan dan akan dilaksanakan).
– Metode Pelaksanaan Program.
– Penerima Manfaat Program.
– Luaran dan Kontribusi Terhadap 8 IKU (Indikator Kinerja Utama).
– Rencana Anggaran Biaya.
– Jadwal (disajikan jadwal kegiatan yang berlangsung sampai Desember 2021).
– Lampiran.
– Dokumen Pendukung (bisa berisi profil mitra, biodata dari tim pelaksana, dan lain sebagainya).

Download Panduan matching fund dari Kemendikbud disini: panduan_matching_fund

Yuk, bareng-bareng ngajuin proposal dan mendukung program Matching Fund 2021 ini. Semoga perguruan tinggi Anda terpilih dan mendapat bantuan dari Kemendikbud. Jangan lupa dibagikan ke rekan-rekan perguruan tinggi lain agar pada tahu. Good Luck!

Bagikan artikel ini

Komentar