Info Sentra Vidya Utama | Seputar Pendidikan

Cara Mengatasi Serangan Siber di Sektor Pendidikan

SEVIMA.COM – Dunia pendidikan juga menjadi salah satu perhatian semua pihak saat pandemi Covid-19. Pasalnya kegiatan belajar-mengajar harus dilakukan dari jarak jauh, sehingga proses transformasi digital tdak bisa dihindari untuk dilakukan.

Tentu saja pemanfaatan teknologi yang masif ini harus dibarengi dengan keamanan siber (cybersecurity) yang mumpuni sekaligus menjadi kunci fundamental agar organisasi tetap dapat berjalan secara efektif dan efisien.

Dilansir dari bisnis.com, Erik Meijer, President Director Telkomtelstra mengatakan bahwa kegiatan belajar-mengajar yang sebelumnya dilakukan secara tatap muka, kini harus dijalankan secara virtual melalui platform seperti Microsoft Teams, Zoom, GoogleClass, dan sebagainya.

“Oleh karena itu, keamanan siber pemakaian platform tersebut dan implementasi pemakaian cloud yang aman dan mumpuni menjadi sebuah kebutuhan yang tidak bisa dihindari,” ujarnya, dalam keterangan resmi yang dikutip Minggu (29/8).

Baca juga : Cara dan Tips Melindungi Data Sistem Informasi Kampus

Cara Mengatasi Serangan Siber di Sektor Pendidikan

Menurutnya, keamanan siber ini menjadi tanggung jawab semua pihak, baik pemerintah, provider, hingga pengguna agar proses belajar-mengajar bisa berlangsung dengan baik. Hal itu menjadi bahasan utama dalam Webinar bertajuk Cyber Security: A Fundamental Key For Digital Transformation In The Education yang digelar akhir pekan lalu.

Anang Siswanto, SM Solutions, IT & Business Analyst Telkomtelstra, menyampaikan perlunya sikap kehati-hatian dan kewaspadaan bagi institusi pendidikan yang melakukan transformasi digital. Pasalnya serangan keamanan siber (ransomware cs) terhadap perusahaan yang melakukan transformasi digital ternyata terus berkembang.

Data dari Checkpoint Cyber Security Report 2021 & Cisco 2021 Cyber Security threat trends menunjukkan bahwa perusahaan harus mengeluarkan biaya US$20 miliar karena serangan ini.

Menurut Anang, ada dua jenis serangan yang sering terjadi yakni phising attack dan trojan attack. Kedua serangan ini menyebabkan informasi berharga organisasi bisa terekspos secara telanjang sehingga bisa diakses oleh siapa pun secara bebas atau data hilang/rusak atau tidak bisa digunakan lagi oleh organisasi yang dapat menimulkan kerugian.

Oleh karena itu, untuk menangkal serangan itu, semua keamanan siber ini harus dimulai dari diri sendiri atau tim TI internal perusahaan. Prinsip hati-hati dan waspada harus menjadi doktrin masing-masing individu di era digital saat ini.

Salah satunya dengan memaksimalkan fitur-fitur keamanan seperti menggunakan multi-factor authentication (MFA), selalu melakukan back up data serta mengenkripsi semua data penting dan jalur komunikasi.

“Saya merekomendasikan menggunakan pihak ketiga untuk masalah keamanan perusahaan ini. Tentu saja, provider-nya harus memiliki sertifikat ISO 27001, memiliki pengalaman mumpuni terkait data security serta bisa dipercaya,” ujarnya.

Baca juga : Amankah Menyimpan Data Di Cloud SEVIMA? Dan Apa Keuntungannya?

SEVIMA Berkomitmen Untuk Keamanan Data Kampus

Oleh karena itu, demi menjaga keamanan siber sistem informasi dalam industri pendidikan, sistem informasi siAkad Cloud yang dikembangkan SEVIMA telah bekerjasama dengan perusahaan penyedia cloud Amazon Web Services (AWS) yang sudah terjamin keamanannya dan berstandar international. Cloud AWS juga sudah dipercaya oleh banyak super Apps di dunia dan juga Indonesia, seperti; traveloka, gojek dll.

Selain itu, AWS mengimplementasikan dan mengelola langkah-langkah keamanan teknis dan organisasional yang berlaku untuk layanan infrastruktur AWS cloud di bawah kerangka kerja dan sertifikasi jaminan keamanan yang diakui secara global, termasuk ISO 27001ISO 27017ISO 27018PCI DSS Level 1, dan SOC 1, 2, dan 3. Langkah-langkah keamanan teknis dan organisasional ini divalidasi oleh penilai pihak ketiga yang independen, dan dirancang untuk mencegah akses tanpa otorisasi atau pengungkapan konten pelanggan.

Selain itu, AWS mengimplementasikan dan mengelola langkah-langkah keamanan teknis dan organisasional yang berlaku untuk layanan infrastruktur AWS cloud di bawah kerangka kerja dan sertifikasi jaminan keamanan yang diakui secara global, termasuk ISO 27001, ISO 27017, ISO 27018, PCI DSS Level 1, dan SOC 1, 2, dan 3. Langkah-langkah keamanan teknis dan organisasional ini divalidasi oleh penilai pihak ketiga yang independen, dan dirancang untuk mencegah akses tanpa otorisasi atau pengungkapan konten pelanggan.

200 perguruan tinggi telah merasakan kenyamanan, kemudahan dan keamanan dalam mengunakan sistem informasi siAkad Cloud. Nah sekarang giliran kampus anda, agar data kampus tetap terjamin keamanannya, yuk bergabung dengan siakadcloud.com.

Bagikan artikel ini

Komentar