Kontak Kami

Perguruan Tinggi | Teknologi, Data & AI

Checklist: 5 Tanda Sistem SIAKAD Anda Sudah Mulai “Karatan”

20 Jun 2025

SEVIMA.COM – Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) hadir sebagai pilar utama untuk mendukung kelancaran operasional sebuah perguruan tinggi. Fungsinya yang krusial mencakup berbagai proses akademik, seperti pendaftaran mahasiswa, pengisian KRS, pengelolaan nilai, hingga pelaporan ke pihak terkait seperti PDDikti. 

Ironisnya, di era digital ini, masih banyak kampus yang bertahan dengan sistem SIAKAD “generasi jadul” sangat lambat, tidak fleksibel, dan justru menyebabkan lebih banyak masalah daripada manfaat. Tentunya kondisi ini sangat mempengaruhi kinerja akademik kampus secara keseluruhan. 

Lalu, apakah Anda sadar? Kapan terakhir kali Anda merasa puas dengan kinerja SIAKAD kampus Anda? Jika definisi “sudah lama sekali” atau “tidak pernah”, maka artikel ini tepat untuk Anda untuk saling bertukar pikiran pada kondisi tersebut. 

Penasaran dengan pembahasan detailnya? Inilah 5 tanda bahaya yang menunjukkan SIAKAD Anda sudah memasuki “zona merah” dan memerlukan tindakan segera. Berikut pembahasannya.

Baca juga: 9 0.4% Perguruan Tinggi Memilih SIAKAD sebagai Fondasi Transformasi Digital Akademik

 5 Tanda Sistem SIAKAD Anda Sudah Mulai “Karatan”

1. Sering Eror Saat Periode Sibuk (SPMB, KRS, Yudisium)

Kampanye Pendaftaran Mahasiswa Baru (PMB), pengisian Kartu Rencana Studi (KRS), dan yudisium adalah momen paling sibuk dan menegangkan dalam kalender akademik sebuah perguruan tinggi. Jika pada periode ini sistem SIAKAD Anda sering mengalami masalah, seperti gagal login, lambat, atau bahkan down , itu tandanya sistem Anda sudah tidak mampu lagi menangani beban yang ada.

Lalu apa yang harus Anda lakukan? Ya, tentu saja Anda harus melakukan perbaikan. SIAKAD yang baik harus dapat mengatasi gangguan trafik dan data yang sangat besar tanpa kendala. Misalnya, saat pengisian KRS atau pendaftaran mahasiswa baru, sistem harus tetap responsif dan cepat. Jika tim akademik dan mahasiswa harus menunggu berlama-lama atau menggunakan “doa” agar sistem tidak eror, jelas ada masalah besar yang akan menghantui.

2. Tidak Mobile Friendly , Mahasiswa Harus Akses Dari Laptop

Perkembangan digital yang semakin pesat, akses informasi akademik dari perangkat mobile seperti smartphone sudah menjadi kebutuhan utama bagi pelajar. Apabila kampus Anda masih menggunakan sistem SIAKAD yang hanya bisa diakses melalui desktop, tentunya sangat kurang fleksibel. Terlebih lagi para pelajar saat ini lebih sering mengakses menggunakan ponsel, dan jika tampilan sistem di layar smartphone berantakan, pengalaman pengguna ( pengalaman pengguna ) informasi akan sangat buruk.

Bayangkan jika siswa harus membuka laptop setiap kali ingin mengakses SIAKAD, padahal mereka bisa melakukannya hanya dengan ponsel. Selain mengurangi kenyamanan, hal ini juga menurunkan tingkat keterlibatan siswa dalam menggunakan sistem. Sebuah sistem akademik yang ideal harus kompatibel dan responsif dengan berbagai jenis perangkat, termasuk ponsel pintar.

3. Integrasi Manual ke Sistem Lain (Keuangan, LMS, MBKM, Kepegawaian, Litabmas, dll)

Salah satu masalah umum yang sering terjadi di banyak perguruan tinggi adalah ketergantungan pada manual integrasi antara SIAKAD dan sistem lain seperti sistem keuangan, Learning Management System (LMS), Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Kepegawaian dan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (Litabmas) dll. 

Biasanya, proses ini memerlukan pengolahan data secara manual, seperti mengekspor dan mengimpor file Excel, atau bahkan penulisan kode secara manual untuk menghubungkan antar sistem. Proses yang memakan waktu ini tentunya sangat tidak efisien dan rawan kesalahan.

Sistem SIAKAD yang baik harus mampu melakukan integrasi otomatis dengan sistem lain tanpa perlu melakukan proses manual yang rumit. Dengan adanya integrasi, SIAKAD modern dapat menghubungkan data dengan berbagai sistem eksternal secara real-time dan seamless . Tanpa fitur ini, kampus akan terus tertinggal dalam mengadopsi teknologi dan berisiko kehilangan peluang untuk berinovasi.

Baca juga:  Peran Sistem Informasi Manajemen Perguruan Tinggi terhadap Efisiensi Anggaran

4. Sistem Keamanan Masih Longgar, Belum Sesuai Standar

SIAKAD menyimpan data sensitif: NIK pelajar, nilai, ijazah, hingga riwayat studi. Namun masih banyak kampus yang menggunakan sistem tanpa proteksi berlapis, seperti SSO (Single Sign-On), MFA (Multi-Factor Authentication), atau enkripsi data.

Lebih parah lagi, sistem belum sesuai UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dan belum tersertifikasi ISO 27001, padahal ini penting untuk menjamin standar keamanan informasi kampus.

Jika SIAKAD Anda masih sering terkena hack atau mengalami kebocoran data, itu sinyal keras bahwa sistem perlu diperbarui total tidak hanya ditambal. Jangan tunggu kejadian besar baru mulai bertindak.

5. Laporan Akreditasi & Pelaporan PDDikti Harus Dikerjakan Manual

Laporan akreditasi ke Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) atau Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM) dan pelaporan ke PDDikti merupakan kewajiban yang harus dilakukan setiap perguruan tinggi. 

Jika tim akademik di perguruan tinggi masih harus mengolah data secara manual, menggunakan spreadsheet atau perangkat lain untuk mempersiapkan laporan misalnya. Yakinlah ini merupakan sinyal bahwa SIAKAD Anda belum memenuhi kebutuhan modernisasi dalam hal kepatuhan dan pelaporan digital.

Seharusnya, pelaporan akreditasi dan pelaporan ke PDDikti seperti ini bisa dilakukan dengan mudah hanya dengan beberapa klik. Sistem SIAKAD yang handal dan terintegrasi akan memberikan laporan sesuai dengan format yang diminta oleh lembaga akreditasi atau PDDikti tanpa memerlukan pengolahan manual yang memakan waktu lama. Hal ini akan menghemat waktu dan tenaga, serta meminimalkan kemungkinan kesalahan dalam pelaporan.

Bagaimana Kondisi SIAKAD Anda? Apakah Masih Sehat atau Sudah Usang?

Jika tiga dari lima masalah di atas sudah muncul di SIAKAD kampus Anda, ini merupakan alarm penting yang harus Anda padamkan. Untuk mendapatkan hasil optimal, Anda bisa beralih ke sistem yang lebih modern. Sistem yang ketinggalan zaman bukan hanya menghambat administrasi akademik, tetapi juga menghalangi seluruh visi transformasi digital kampus Anda.

SIAKAD modern yang ideal memiliki beberapa ciri, di antaranya:

  • Berbasis cloud yang dapat menangani pemutaran trafik dengan stabil
  • Terintegrasi otomatis dengan sistem eksternal seperti Keuangan, LMS, MBKM, Kepegawaian, Litabmas 
  • Sistem yang aman dan memenuhi keamanan perlindungan data
  • Responsif dan mobile-friendly agar mudah diakses oleh mahasiswa dan dosen di mana saja
  • Mendukung pelaporan akreditasi dan pddikti secara otomatis dan mematuhi peraturan pendidikan yang berlaku.

Sistem yang sudah usang akan menghambat kinerja akademik di kampus Anda. Sebagai platform SIAKAD berbasis cloud, SEVIMA berpengalaman membantu lebih dari 1.200 perguruan tinggi di Indonesia. Dengan sistem yang lebih modern, kampus Anda akan menghemat waktu, tenaga, dan biaya, serta meningkatkan kualitas layanan akademik.

Dengan memperbarui sistem SIAKAD, perguruan tinggi tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional tetapi juga memperbaiki pengalaman mahasiswa dan dosen. Di era digital ini, memiliki sistem yang canggih dan terintegrasi adalah langkah penting menuju kesuksesan di dunia pendidikan tinggi.

Jadi apakah Anda ingin menikmati kemudahan dalam menggunakan SIAKAD? Klik di sini untuk mengatur jadwal pertemuan dan memulai transformasi digital di kampus Anda!

Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA

Tags:

siakad sistem infromasi

Mengenal SEVIMA

SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.

Jadwalkan Diskusi
SEVIMA Platform

Regulasi

Lihat Semua

    Video Terbaru

    Deteksi Dini Kamtibmas Digital Tak Cukup Andalkan Teknologi, Ini Tips Ketua STIK Lemdiklat Polri