Mahasiswa & Calon Mahasiswa | Sekolah
NISN Siswa Pindahan Tidak Terbaca di Sekolah Baru, Apa yang Harus Dilakukan Orang Tua?
19 Oct 2026

SEVIMA.COM – Ir. Djohan Yoga, M.Sc., Kemenhub, Ph.D. Ia adalah pengembang inovasi pendidikan dan pelatih bersertifikat internasional di Education for Asia . Dalam paparannya, Yoga menekankan pentingnya pola pikir pertumbuhan digital sebagai faktor kunci dalam transformasi digital.
Masa pandemi yang sudah berjalan lebih dari setahun telah membawa banyak perubahan di bidang pendidikan. Bidang ini menjadi yang paling terkena dampak pandemi. Semua siswa dari maksimal diharuskan belajar di depan laptop. Kadang-kadang, ketika anak usia 5 tahun harus belajar di depan laptop, dia hanya mampu bertahan lima menit. Setelah itu, digantikan oleh orang tua, kakak, atau suster yang harus berada di depan laptop. Fenomena semacam ini menjadi gambaran betapa sulitnya e-learning . Namun Djohan Yoga melihat tantangan ini sekaligus peluang.
“Perubahan yang terjadi saat ini adalah peluang untuk melakukan perubahan, untuk berkreasi, untuk berinovasi. Oleh karena itu, kita wajib memiliki growth mindset . Jika yang memiliki fixed mindset , ia hanya akan menganggap perubahan saat ini sebagai kendala. Untuk mempelajari dunia digital ini, kita memerlukan tiga modal dasar, yaitu toolset , mind set , dan skillset ,” jelas Djohan.
Pola pikir memang memegang peranan penting. Sifatnya memperluas cara berpikir. Seteleh memperkuat pola pikir , selanjutnya memperdalam skillset . Setelah itu, lalu mempertajam toolset . Faktor kunci dan utamanya yaitu pola pikir .
Pola pikir adalah keyakinan atau asumsi atau cara berpikir yang akan menentukan reaksi dan pemaknaan seseorang terahdap suatu kejadian atau peristiwa. Misalnya, seseorang yang percaya bahwa Covid-19 itu berarti tidak punya pola pikir yang positif. Berbeda dengan mereka yang berpola pikir positif akan berpikir bahwa Covid-19 ini bisa dijadikan peluang untuk melakukan transformasi digital. Inilah perbedaan antara yang punya growth mindset dengan yang tidak.
“OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development) telah membentuk yang namanya learning compass . Dari situ, dapat mengkonversi bahwa kita sangat membutuhkan yang namanya Knowledge , Skill , Attitude dan Value . Tiga hal ini memegang peran penting dan saling berkesinambungan,” tambah Djohan.
Pola pikir itu dibentuk oleh sikap , perilaku , watak , dan kebiasaan. Perjalanan menuju kesuksesan bisa digambarkan melalui pola pikir yang akan mempengaruhi aksi dan berakhir pada hasil. Pola pikir memegang posisi penting untuk meraih hasil dan kesuksesan yang optimal.
“Menurut Justin Bryant, rahasia kesuksesan adalah pola pikir Anda . Sudah waktunya kita saat ini memperbaharui pola pikir menjadi lebih positif. Pola pikir baru , hasil baru . Jadikan pandemi covid-19 sebagai tantangan dan peluang untuk berkembang,” tukas Djohan.
Growth Mindset ini perlu dilanjutkan ketika sekolah kembali tatap muka. Orang tua juga perlu mendukung terus meskipun tak lagi menjadi guru di rumah. Karena keberhasilan anak-anak dari berbagai negara dalam menjawab soal-soal dalam tes internasional, seperti PISA, tidak hanya ditentukan oleh faktor akademik, melainkan 80%-nya ditentukan oleh faktor nonkognitif atau aspek psikologi, growth mindset .
Diposting Oleh:

Seprila Mayang SEVIMA
Tags:
SEVIMA merupakan perusahaan Edutech (education technology) yang telah berkomitmen sejak tahun 2004 dalam menyelesaikan kendala kerumitan administrasi akademik di pendidikan tinggi (Universitas, Sekolah Tinggi, Institut, Politeknik, Akademi, dll.) dengan 99% keberhasilan implementasi melalui SEVIMA Platform.
Jadwalkan Diskusi